Latest Post

Tampilkan postingan dengan label cacingan pada kucing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cacingan pada kucing. Tampilkan semua postingan

Cacing Gelang

Written By s'sinta on Sabtu, 28 Januari 2012 | 01.27

Ada banyak spesies cacing gelang yang dapat menyerang kucing. Yang paling sering adalah Toxascaris leonina dan Toxocara cati. Cacing gelang berbentuk seperti tambang, dengan bagian ekor dan kepala yang lebih kecil dari bagian perut.

Cacing ini jarang menyebabkan penyakit yang parah pada kucing dewasa. Pada anak kucing sering menyebabkan kurus tetapi perut buncit, kurang nutrisi dan mencret (kadang disertai bercak darah). Pada beberapa kasus terjadi penumpukan sejumlah besar cacing dan menyebabkan usus tersumbat.

Toxocara cati paling sering menyerang kucing bila dibandingkan cacing gelang lainnya. Pada kondisi tertentu telur cacing ini dapat bertahan selama 1 tahun di lingkungan kering. Larva cacing bisa masuk ke hati, bergerak ke paru-paru terus menuju ke trachea di tenggorokan dan masuk kembali ke perut melalui saluran makanan (esofagus). Pada saat perpindahan di tenggorokan ini, kucing sering menunjukkan gejala batu-batuk dan muntah. Pada muntahannya kadang-kadang terdapat cacing.

Sebagian besar hidup cacing gelang berada di dalam tubuh kucing. Telur yang dihasilkan cacing dewasa dikeluarkan melalui kotoran. Telur cacing sangat resisten dan dapat bertahan dilingkungan kering. Telur cacing ini dapat rusak bila terkena larutan Hypoclorit (Pemutih) selama 10 menit.



Selain melalui telur cacing yang dikeluarkan lewat kotoran, induk kucing juga dapat menulari anaknya lewat air susu. Tikus juga dapat berperan dalam menyebarkan dan menularkan cacing.

Untuk mengetahui apakah kucing terserang cacing atau tidak, biasanya dengan memeriksa contoh kotoran kucing di bawah mikroskop. Pemeriksaan ini biasa dilakukan oleh dokter hewan. Pada kotoran kucing tersebut akan terlihat adanya telur cacing. Terlepas ditemukan atau tidaknya telur cacing pada kotoran kucing, pemberian obat cacing sebaiknya dilakukan secara rutin dan berkala.


Siklus hidup cacing gelang (Toxocara Cati)

Sebagian besar cacing gelang mempunyai siklus hidup yang mirip. Kebanyakan telur cacing menetas dalam waktu dua minggu. Obat cacing membasmi cacing dengan cara merusak sistem syaraf cacing. Obat cacing tidak bisa membasmi telur cacing karena telur tidak mempunyai sistem syaraf. Oleh karena itu pemberian obat cacing harus diulang 2 minggu kemudian agar cacing yang berasal dari telur yang baru menetas dapat segera dibasmi dengan tuntas.

Kebanyakan cacing gelang dapat dibasmi oleh obat cacing yang mengandung bahan aktif pyrantel, febendazole, mebendazole atau piperazine.

Referensi : drh. Neno Waluyo S. 


from : kucing.biz

_____sincerely_____ 

Penyakit Cacing pada Kucing & hewan lainnya

Cacing merupakan endoparasit (parasit yang hidup dalam tubuh) yang dapat menyerang kucing, anjing, dan hewan lainnya.

Sebagian besar kucing yang terinfeksi tidak memperlihatkan gejala. Kucing banyak makan tetapi tetap kurus atau perut buncit merupakan salah satu gejala cacingan. Gejala lainnya bisa berupa adanya cacing berbentuk seperti lidi atau pita tipis berwarna putih pada kotoran atau muntah kucing.

Cacing dapat menyebabkan gangguan pencernaan, anemia, kekurangan gizi atau komplikasi lainnya. Anak kucing yang baru lahir dapat tertular cacing dari induknya. Anak kucing yang terserang cacingan dapat mengalami diare berkepanjangan, terhambat pertumbuhannya atau mati karena kekurangan cairan (dehidrasi) dan kekurangan gizi.

Sebagian besar cacing menular melalui telur yang biasanya terdapat pada kotoran kucing. Beberapa jenis cacing dapat menular melalui pinjal (kutu kucing) atau tikus.

Ada 2 jenis cacing yang sering menyerang kucing, yaitu cacing gelang (gilig) dan cacing pita.



Sesuai dengan namanya cacing gelang berbentuk seperti batang berwarna putih atau krem dengan ekor dan kepala meruncing. Panjang cacing bervariasi mulai dari beberapa milimeter hingga puluhan centimeter.

Cacing pita berbentuk seperti pita putih atau krem dengan diameter beberapa milimeter. Panjang cacing pita pada kucing bisa mencapai 70 cm.

Cacing-cacing di atas dapat merugikan kucing dengan cara menghisap nutrisi makanan yang terdapat di usus atau menggigit dinding usus dan menghisap darah yang terdapat di usus. Luka-luka akibat gigitan cacing dapat menyebabkan infeksi pada dinding usus. Beberapa jenis cacing hidup dan berkembang di pembuluh darah sehingga dapat menyebar ke seluruh tubuh dan menyebabkan gangguan pada jantung, otak, hati atau organ lain. 


from : kucing.biz

_____sincerely_____ 

Penularan Cacing Pita ke Manusia

Written By s'sinta on Sabtu, 23 Juli 2011 | 18.28

cute kitten Penularan Cacing Pita ke ManusiaKucing dikenal sebagai binatang peliharaan yang manja, salah satu karakteristiknya adalah suka dibelai. Biasakan cuci tangan setelah membelainya, sebab di balik bulunya yang lembut bisa saja ada telur cacing pita yang bisa berpindah ke tangan.
Cacing pita (Taennia) merupakan jenis cacing parasit yang banyak menginfeksi kelompok hewan bertulang belakang (vertebrata), mulai dari babi, sapi hingga manusia. Telur cacing ini sering ditularkan melalui daging binatang yang terinfeksi, namun tidak dimasak hingga matang sempurna.
Meski hanya menginfeksi vertebrata, penularan cacing pita bisa juga diperantarai oleh serangga yakni kutu anjing dan kutu kucing. Oleh karena itu, kucing, anjing dan binatang peliharaan lainnya tidak hanya menularkan cacing ini melalui daging tetapi juga lewat kutu yang ada di tubuhnya.
Tanpa adanya kutu sekalipun, cacing pita juga bisa menular saat membelai binatang peliharaan yang sudah terinfeksi. Kotoran binatang tersebut pasti mengandung telur atau larva, yang kadang-kadang menempel juga di tubuhnya apalagi jika jarang dimandikan.

Oleh karena itu cara terbaik untuk mencegah penularannya adalah dengan mencuci tangan setelah bersentuhan dengan binatang peliharaan. Langkah pencegahan berikutnya tentu saja menjaga kesehatan binatang peliharaan dengan sering-sering membersihkannya.
Amati juga kemungkinan adanya gejala-gejala infeksi cacing pita, obati sesegera mungkin jika memang ada infeksi. Bagi pecinta binatang, tidak sulit untuk mengenali gejala infeksi cacing pita pada peliharaannya berdasarkan berubahan perilaku dan penurunan berat badan.
Dikutip dari Therealowner, Rabu (22/12/2010), salah satu perilaku binatang peliharaan yang menunjukkan adanya infeksi cacing pita adalah sering menyeret pantat di lantai atau karpet. Mirip seperti cacing kremi, cacing pita juga menyebabkan iritasi di anus sehingga memicu rasa gatal di bagian tersebut.
Sementara itu berat badannya juga turun meski porsi makan tidak berkurang. Infeksi cacing pita menyebabkan sebagian besar nutrisi dari makanan yang disantap akan diserap oleh parasit dan tidak sempat diserap oleh tubuh binatang peliharaan.
Jika gejala-gejala itu sudah tampak, cara untuk memastikannya adalah mengamati adanya cacing dewasa pada kotoran atau muntahannya jika infeksi tersebut sampai menyebabkan binatang peliharaan mual-muntah. Agak menjijikkan memang, tapi itulah cara paling mudah untuk mendiagnosis infeksi cacing pita pada binatang.

from: Detikhealth.com

_____sincerely_____

Penyakit Cacingan pada Kucing

Written By s'sinta on Senin, 16 Mei 2011 | 03.20

kitten2 Penyakit Cacingan pada KucingBiasanya, cacingan tidak memperlihatkan gejala. Akan tetapi jika kucing tetap makan banyak dan lahap seperti biasa, sementara badannya kurus dan perutnya buncit. Itu bisa dikatakan merupakan gejala umum cacingan. Untuk gejala dengan tingkat yang lebih berat cacing  keluar melalui muntah atau dubur kucing. Cacingan pada anak kucing yang terinfeksi cacing akan mengalami diare, pertumbuhannya terhambat, sampai mengalami kematian karena kurang gizi dan dehidrasi
Cacingan bisa menyebabkan anemia, gangguan pencernaan, kurang gizi dan berbagai komplikasi lainnya. Penularannya melalui telur cacing yang biasanya terdapat pada kotoran kucing yang sedang terinfeksi cacing dan mencemari rumput atau tanah, kutu kucing dan tikus. Penularan pada anak kucing biasanya karena terinfeksi dari induknya.

Ada 2 jenis cacing yang biasanya menginfeksi kucing, yaitu Cacing gelang/gilig atau yang biasanya disebut roundworm dan cacing pita atau tapeworm. Ciri-ciri cacing gelang adalah berbentuk seperti batang, berwarna krem, ujung2nya runcing. Panjangnya bisa beberapa millimeter sampai puluhan centimeter. Sementara cacing pita berwarna putih, berbentuk agak gepeng selebar beberapa millimeter. Panjangnya bisa mencapai 1 meter.
Periksakan kucing yang terkena cacingan, berikan obat cacing pada anak kucing yang  sudah berumur 2 minggu (dosis yang tepat tentu harus ditanyakan pada dokter hewan), berikan juga obat cacing pada kucing lain, kecuali kucing hamil. Ulangi 2 minggu kemudian.
Tindakan pencegahan penyebaran cacingan dilakukan di antaranya adalah dengan memandikan kucing secara berkala, memberantas kutu, membatasi interaksi dengan kucing liar, tidak memberikan daging mentah, bersihkan tempat kotoran kucing secara rutin, cuci tangan setelah membersihkan kotoran kucing, rutin memberikan obat cacing tiga bulan sekali, dan jangan lupa, kita juga harus minum obat cacing.

from : www.kittykrafty.com

_____sincerely_____
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Perawatan Kucing - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger