Latest Post

Tampilkan postingan dengan label cacing pita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cacing pita. Tampilkan semua postingan

Cacing Pita : Perusak Usus dan Pencuri Makanan

Written By s'sinta on Kamis, 26 Januari 2012 | 06.24

Pinjal Kucing adalah salah satu parasit kucing yang dapat menyebarkan cacing pita. Segera basmi pinjal dan beri obat cacing secara berkala.

Kucing yang terkena serangan cacing pita biasanya jarang sekali menunjukkan gejala sakit. Cacing dapat saja menyebabkan mencret, kadang-kadang disertai bercak darah. Pada kasus yang parah dapat menyebabkan kurang gizi, kurus, infeksi usus, dan gangguan pencernaan seperti usus tersumbat. Sekitar 1-60 % dari seluruh populasi kucing terserang cacing ini. Oleh karena itu pencegahan dengan pemberian obat cacing rutin adalah cara terbaik menghindari serangan cacing.

Anak kucing yang baru lahir dapat tertular cacing dari induknya. Anak kucing yang tertular biasanya mengalami diare (mencret) berkepanjangan. Akibatnya pertumbuhan menjadi terganggu sehingga anak kucing bisa mati karena dehidrasi dan kekurangan gizi.

Ada beberapa spesies cacing pita yang sering terdapat di pencernaan kucing, yaitu : Dipylidium caninum, Taenia taeniaeformis dan Echinococcus multilocularis. Sesuai namanya, cacing pita berbentuk pipih seperti pita dengan warna putih atau krem. Cacing pita di pencernaan kucing dapat mencapai panjang 70 cm.

Cacing pita mempunyai kepala (scolex) dengan beberapa mulut penghisap yang berfungsi menghisap darah dan zat-zat makanan yang terdapat di usus kucing. Di kepala cacing pita terdapat rostellum, berbentuk seperti kikir bergerigi yang berfungsi sebagai jangkar. Rostellum ini menancap di dinding usus kucing dan menyebabkan luka pada usus kucing.


Kepala cacing pita (scolex)

Badan cacing pita terdiri dari banyak segmen. Setiap segmen merupakan satu unit reproduksi fungsional. Segmen paling dewasa terdapat di ekor cacing pita. Bila telah matang segmen ini lepas dan mengeluarkan 5-30 telur cacing. Cacing pita bisa melepaskan 1 segmen dewasa setiap hari.


Cacing Dipylidium dewasa.
a. Kepala (scolex)   b. Segmen matang


Siklus Hidup Cacing Pita Dipylidium Caninum

Siklus Hidup Cacing Pita Dipylidium Caninum

Segmen cacing yang matang akan melepaskan diri dari induknya dan keluar melalui kotoran. Dalam segmen ini terdapat telur cacing. Telur dalam segmen dapat bertahan selama beberapa bulan di daerah yang kering. Segmen yang kering berbentuk seperti butiran beras.

Segmen/telur cacing jatuh ke lantai atau alas tempat tidur kucing. Telur pinjal (kutu kucing) yang juga menetas di tempat yang sama akan menghasilkan larva, larva tersebut akan memakan telur cacing. Dalam tubuh pinjal, telur cacing berkembang menjadi cysticercoid.

Cysticercoid akan berpindah ke tubuh kucing bila pinjal menggigit dan menghisap darah kucing. Dalam tubuh kucing, cysticercoid akan berkembang menjadi cacing pita dewasa dan kembali menghasilkan telur.

Pengobatan dan Pencegahan
Cacing pita hanya bisa dibasmi dengan obat cacing yang mengandung Prazyquantel, dichlorphen atau febendanzole.

  • Semua kucing harus diberi obat cacing, bila pada salah satu kucing positif terdapat cacing pita.
  • Semua kucing harus diberi obat anti kutu, bila pada salah satu kucing positif terdapat pinjal.
  • Berikan obat anti kutu dan obat cacing secara rutin untuk pencegahan.

Referensi : drh. Neno Waluyo S. 


from : kucing.biz

_____sincerely_____ 

Tuntas Membasmi Cacing

Written By s'sinta on Minggu, 15 Januari 2012 | 00.14

Agar dapat dengan tuntas membasmi cacing, diperlukan pengetahuan mengenai siklus hidup cacing dan cara obat cacing bekerja. Cacing pita mempunyai siklus hidup dan cara penyebaran yang berbeda dengan cacing gelang. Lihat cacing pita pada kucing dan cacing gelang

Cara Kerja Obat Cacing.
Sebagian besar obat cacing hanya dapat membasmi cacing dengan jalan merusak sistem syaraf cacing. Obat cacing tidak membasmi telur cacing. Oleh karena itu, pemberian obat cacing perlu diulang dalam jangka waktu tertentu agar cacing yang baru menetas dari telur dapat segera dibasmi sebelum menjadi dewasa dan menghasilkan telur cacing baru.

Jenis Obat Cacing Dan Targetnya.


Obat cacing yang mengandung bahan aktif pyrantel, febendazole, mebendazole dan febantel hanya dapat merusak sistem syaraf cacing gelang. Obat-obat ini tidak berpengaruh terhadap cacing pita. Obat lain yang sering digunakan untuk membasmi kutu (pinjal) dan tungau (scabies, demodex, dll) adalah suntikan ivermectin. Obat ini sering salah kaprah disebut "suntik jamur". ivermectin juga dapat digunakan untuk membasmi cacing gelang, tetapi tidak berpengaru terhadap cacing pita . Sedangkan cacing pita pada kucing hanya dapat dibasmi dengan obat yang mengandung prazyquantel atau dichlorphen.

Obat Cacing Yang Terdapat Di Pasaran.

  • Combantrin (pfizer) : mengandung bahan pyrantel, hanya dapat membasmi cacing gelang, dapat dibeli di apotik
  • Vermox : mengandung bahan mebendazole, hanya dapat membasmi cacing gelang, dapat dibeli di apotik.
  • Drontal Cat (bayer) : mengandung bahan pyrantel dan prazyquantel, Paling baik digunakan pada kucing, Dapat membasmi cacing pita dan cacing gelang, Bisa dibeli di petshop atau dokter hewan.
  • Drontal Plus (bayer) : mengandung bahan prazyquantel, pyrantel dan febantel. Biasa digunakan pada anjing, bisa juga diberikan pada kucing (dosis disesuaikan). JANGAN diberikan pada kucing yang sedang bunting !. Febantel dapat menyebabkan cacat pada janin kucing.

Konsultasikan dosis masing-masing obat cacing pada dokter hewan terdekat. Hindari sebisa mungkin memberikan obat cacing pada kucing bunting ( hamil). Pemberian obat cacing sebaiknya dilakukan sebekum kucing kawin atau setelah melahirkan.

Rekomendasi program rutin pemberian obat cacing (pencegahan).
2-4 kali setahun, setiap pemberian obat diulang dua minggu kemudian. Frekuensi pemberian tergantung kondisi kucing dan lingkungan. Kucing yang biasa bermain di kebun atau outdoor sebaiknya lebih sering diberi obat cacing.

Selalu menjaga kebersihan litter (pasir kucing), ganti dengan yang baru. Usahakan satu kucing satu kotak pasir.

Rekomendasi program membasmi cacing pita D. caninum.
(bila kucing positif terinfeksi)
Cacing pita D. caninum dapat menyebar melalui gigitan pinjal (lihat cacing pita). Oleh karena itu program pemberian obat cacing harus berjalan bersamaan dengan program pembasmian pinjal kucing. Obati semua kucing yang berada dalam satu ruangan (meskipun berbeda kandang), karena pinjal dapat pindah ke kucing lain yang berbeda kandang.

Pemberian obat cacing (drontal/prazyquantel) dilakukan bersamaan dengan obat anti kutu seperti frontline cat spot on (obat tetes) atau suntikan ivermectin. Dilakukan 2-3 kali berturut-turut dengan selang waktu 3-4 minggu.

Referensi : drh. Neno Waluyo S. 


from : kucing.biz

_____sincerely_____ 

Penularan Cacing Pita ke Manusia

Written By s'sinta on Sabtu, 23 Juli 2011 | 18.28

cute kitten Penularan Cacing Pita ke ManusiaKucing dikenal sebagai binatang peliharaan yang manja, salah satu karakteristiknya adalah suka dibelai. Biasakan cuci tangan setelah membelainya, sebab di balik bulunya yang lembut bisa saja ada telur cacing pita yang bisa berpindah ke tangan.
Cacing pita (Taennia) merupakan jenis cacing parasit yang banyak menginfeksi kelompok hewan bertulang belakang (vertebrata), mulai dari babi, sapi hingga manusia. Telur cacing ini sering ditularkan melalui daging binatang yang terinfeksi, namun tidak dimasak hingga matang sempurna.
Meski hanya menginfeksi vertebrata, penularan cacing pita bisa juga diperantarai oleh serangga yakni kutu anjing dan kutu kucing. Oleh karena itu, kucing, anjing dan binatang peliharaan lainnya tidak hanya menularkan cacing ini melalui daging tetapi juga lewat kutu yang ada di tubuhnya.
Tanpa adanya kutu sekalipun, cacing pita juga bisa menular saat membelai binatang peliharaan yang sudah terinfeksi. Kotoran binatang tersebut pasti mengandung telur atau larva, yang kadang-kadang menempel juga di tubuhnya apalagi jika jarang dimandikan.

Oleh karena itu cara terbaik untuk mencegah penularannya adalah dengan mencuci tangan setelah bersentuhan dengan binatang peliharaan. Langkah pencegahan berikutnya tentu saja menjaga kesehatan binatang peliharaan dengan sering-sering membersihkannya.
Amati juga kemungkinan adanya gejala-gejala infeksi cacing pita, obati sesegera mungkin jika memang ada infeksi. Bagi pecinta binatang, tidak sulit untuk mengenali gejala infeksi cacing pita pada peliharaannya berdasarkan berubahan perilaku dan penurunan berat badan.
Dikutip dari Therealowner, Rabu (22/12/2010), salah satu perilaku binatang peliharaan yang menunjukkan adanya infeksi cacing pita adalah sering menyeret pantat di lantai atau karpet. Mirip seperti cacing kremi, cacing pita juga menyebabkan iritasi di anus sehingga memicu rasa gatal di bagian tersebut.
Sementara itu berat badannya juga turun meski porsi makan tidak berkurang. Infeksi cacing pita menyebabkan sebagian besar nutrisi dari makanan yang disantap akan diserap oleh parasit dan tidak sempat diserap oleh tubuh binatang peliharaan.
Jika gejala-gejala itu sudah tampak, cara untuk memastikannya adalah mengamati adanya cacing dewasa pada kotoran atau muntahannya jika infeksi tersebut sampai menyebabkan binatang peliharaan mual-muntah. Agak menjijikkan memang, tapi itulah cara paling mudah untuk mendiagnosis infeksi cacing pita pada binatang.

from: Detikhealth.com

_____sincerely_____

Penyakit Cacingan pada Kucing

Written By s'sinta on Senin, 16 Mei 2011 | 03.20

kitten2 Penyakit Cacingan pada KucingBiasanya, cacingan tidak memperlihatkan gejala. Akan tetapi jika kucing tetap makan banyak dan lahap seperti biasa, sementara badannya kurus dan perutnya buncit. Itu bisa dikatakan merupakan gejala umum cacingan. Untuk gejala dengan tingkat yang lebih berat cacing  keluar melalui muntah atau dubur kucing. Cacingan pada anak kucing yang terinfeksi cacing akan mengalami diare, pertumbuhannya terhambat, sampai mengalami kematian karena kurang gizi dan dehidrasi
Cacingan bisa menyebabkan anemia, gangguan pencernaan, kurang gizi dan berbagai komplikasi lainnya. Penularannya melalui telur cacing yang biasanya terdapat pada kotoran kucing yang sedang terinfeksi cacing dan mencemari rumput atau tanah, kutu kucing dan tikus. Penularan pada anak kucing biasanya karena terinfeksi dari induknya.

Ada 2 jenis cacing yang biasanya menginfeksi kucing, yaitu Cacing gelang/gilig atau yang biasanya disebut roundworm dan cacing pita atau tapeworm. Ciri-ciri cacing gelang adalah berbentuk seperti batang, berwarna krem, ujung2nya runcing. Panjangnya bisa beberapa millimeter sampai puluhan centimeter. Sementara cacing pita berwarna putih, berbentuk agak gepeng selebar beberapa millimeter. Panjangnya bisa mencapai 1 meter.
Periksakan kucing yang terkena cacingan, berikan obat cacing pada anak kucing yang  sudah berumur 2 minggu (dosis yang tepat tentu harus ditanyakan pada dokter hewan), berikan juga obat cacing pada kucing lain, kecuali kucing hamil. Ulangi 2 minggu kemudian.
Tindakan pencegahan penyebaran cacingan dilakukan di antaranya adalah dengan memandikan kucing secara berkala, memberantas kutu, membatasi interaksi dengan kucing liar, tidak memberikan daging mentah, bersihkan tempat kotoran kucing secara rutin, cuci tangan setelah membersihkan kotoran kucing, rutin memberikan obat cacing tiga bulan sekali, dan jangan lupa, kita juga harus minum obat cacing.

from : www.kittykrafty.com

_____sincerely_____
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Perawatan Kucing - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger