Latest Post

Tampilkan postingan dengan label toxoplasmosis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label toxoplasmosis. Tampilkan semua postingan

Pemahaman lebih dalam tentang Parasit Toxoplasma Gondii

Written By s'sinta on Sabtu, 28 Januari 2012 | 06.55


Gambar Parasit Toxoplasma Gondii

Toxoplasma gondii adalah hewan bersel satu yang disebut protozoa. Protozoa ini merupakan parasit pada tubuh hewan dan manusia. Toxoplasmosis dikategorikan sebagai penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia.

Tiga bentuk Toxo yang terdapat dalam siklus hidup toxoplasma, memegang peranan sangat penting dalam proses infeksi dan penyebaran Toxoplasma. Yaitu Ookista (Oocyst), Bradizoit (Bradyzoite) dan Takizoit (Tachyzoite). Sebagian besar Toxoplasma berada dalam ketiga bentuk ini.

Bradizoit dan takizoit (keduanya kadang disebut cysts) adalah bentuk toxoplasma yang terdapat dalam tubuh sebagian besar hewan dan manusia.

Gambar Ookista (Oocyst)Gambar Bradizoit (Bradyzoite)
atau tissue cyst
Gambar Takizoit (Tachyzoite)
yang menginfeksi tikus

Gambar Toxoplasma Gondii Takizoit (Tachyzoite)

Seperti juga sebagian besar protozoa, Toxoplasma bisa berkembang biak melalui dua cara, yaitu cara seksual (gametogoni) dan akseksual (endodyogeni). Aseksual artinya, toxoplasma berkembang biak dengan cara membelah diri. Sedangkan Fase berkembang biak secara seksual hanya terjadi di usus kucing. Toxoplasma yang terdapat dalam usus kucing berkembang dan menghasilkan dua sel kelamin berupa makrogamet dan mikrogamet. Kedua sel gamet tersebut melakukan penggabungan inti sel (pembuahan) dan menghasilkan sporogoni yang kemudian di keluarkan melalui feces kucing. Dalam waktu 24 jam Sporogoni yang berada di lingkungan, berkembang menjadi bentuk infektif Ookista. Ookista bisa tahan hingga 6 - 12 bulan di tanah/lingkungan yang lembab dan terlindung dari sinar matahari.

Ookista yang tertelan oleh hewan seperti anjing, domba, tikus, ayam, kambing, sapi, babi, kucing, dsb, kemudian berkembang menjadi Takizoit atau bradizoit dalam sel/jaringan. Ookista akan segera berkembang 18 hari setelah masuk ke dalam tubuh semua mahluk/hewan berdarah panas (sapi, anjing, ayam, burung, kucing, domba, tikus, babi, dsb) dan manusia.

Hewan pemakan daging dan manusia bisa tertular toxoplasma bila memakan daging yang mengandung Takizoit atau Bradizoit yang masih aktif/hidup.

Bradizoit dan Takizoit hanya bisa dihasilkan oleh toxoplasma yang hidup di jaringan/daging. Takizoit akan mulai berkembang 19 hari setelah manusia/hewan memakan jaringan/daging yang mengandung Takizoit. Sedangkan Bradizoit lebih cepat. Bradizoit mulai berkembang dalam waktu 3-10 hari sejak manusia/hewan memakan jaringan/daging yang mengandung bradizoit.

Pada wanita hamil, tachyzoit bisa menginfeksi janin. Tachyzoit menempati jaringan otot dan sistem syaraf seperti otak, kemudian berubah menjadi bradizoit. Bradizoit dalam daging yang tidak masak, bila termakan kembali berubah menjadi tachyzoit dan memulai siklus memperbanyak diri lagi. (kucing.biz)

Gambar Siklus hidup dan penularan Toxoplasma Gondii  

Cara Mencegah Toxoplasma

Pencegahan secara umum

  • Segera periksakan diri anda, apakah positif toxoplasma atau tidak. Terutama para wanita atau wanita yang mempunyai rencana untuk hamil. Tes darah bisa dilakukan di beberapa laboratorium diagnostik seperti Prodia. Konsultasikan hal ini dengan dokter anda.
  • Masak daging dengan sempurna, minimal dengan suhu 70 derajad celcius.
  • Cuci tangan dan semua peralatan dengan sabun, setelah anda mengolah (memotong) daging.
  • Cuci buah-buahan dan sayuran dengan bersih.
  • Biasakan mencuci tangan dengan sabun sebelum anda makan sesuatu.
  • Gunakan sarung tangan pada saat berkebun atau kontak dengan tanah. Tanah yang terkontaminasi toxoplasma adalah sumber infeksi yang potensial.

Pencegahan pada Ibu hamil

Agar ibu hamil terhindar dari infeksi toksoplasmosis, ikuti langkah-langkah pencegahan infeksi sedini mungkin sbb :

  • Binatang/hewan piaraan yang ada di rumah (anjing, kucing, hamster, domba, dsb) segera bawa ke dokter hewan, untuk mengetahui apakah binatang peliharaan anda terinfeksi parasit toksoplasma secara aktif ataukah tidak.
  • Apabila hewan piaraan tersebut terlihat sakit, mungkin masih dalam masa penularan selama kurun 6 minggu sebaiknya dititipkan ke tempat penitipan binatang, sampai hewan tersebut sembuh.
  • Jangan berikan makanan daging mentah atau ikan mentah kepada binatang peliharaan anda. Itu juga berarti, jangan biarkan binatang peliharaan anda memburu mangsanya sendiri di luar rumah.
  • Karena anda sedang hamil, maka jangan mengadakan kontak langsung, baik dengan kandang maupun kotoran hewan piaraan. Mintalah orang lain untuk membersihkannya. Jika terpaksa harus membersihkan sendiri, pakailah sarung tangan, dan cucilah tangan Anda sampai bersih. Jangan lupa untuk membersihkan kandang kucing setiap hari.
  • Hindari mengkonsumsi daging mentah maupun daging setengah matang.
  • Hindari minum susu yang belum disterilkan.
  • Cuci sampai bersih sayuran dan buah-buahan sebelum Anda konsumsi.
  • Segeralah konsultasi ke dokter bila Anda kemungkinan terinfeksi parasit toksoplasma.


Pencegahan pada hewan peliharaan

  • Periksakan hewan peliharaan/kesayangan anda ke dokter hewan, dan mintalah untuk dites khusus toxoplasma, sehingga mengetahui apakah hewan peliharaan anda (anjing, kucing, hamster, domba, dsb) terinfeksi parasit toksoplasma secara aktif ataukah tidak.
  • Hewan yang positif terinfeksi toxoplasma harus diberi obat. Obat yang diberikan biasanya berupa antibiotik clyndamicin. Konsultasikan hal ini dengan dokter hewan anda.
  • Jangan berikan makanan daging mentah atau ikan mentah kepada binatang peliharaan anda. Itu juga berarti, jangan biarkan binatang peliharaan anda memburu mangsanya sendiri di luar rumah.
  • Hewan peliharaan yang mengkonsumsi makanan komersial berupa makanan kering atau kalengan dan selalu berada di dalam rumah, sangat jarang bahkan tidak akan pernah terinfeksi toxoplasma.
  • Bersihkan kotak litter pasir/kotoran hewan peliharaan anda setiap hari.
  • Cegah hewan peliharaan anda kontak dengan hewan liar atau hewan lain di luar rumah anda, kecuali anda sudah mengetahui kesehatan hewan lain tersebut.
  • Selalu jaga kebersihan dan kesehatan hewan kesayangan anda.

Referensi : drh. Neno Waluyo S.

from : kucing.biz

_____sincerely_____ 

Cara Penularan Toxoplasma pada Manusia dan Hewan serta Apa Akibatnya, Bagaimana Gejalanya ?

Apakah Toxoplasma dan Toxoplasmosis itu ?
Toxoplasma atau Toxoplasma gondii adalah hewan bersel satu yang sering juga disebut protozoa. Toxoplasma merupakan parasit yang dapat menginfeksi hewan dan manusia. Jadi Toxoplasma bukan virus, melainkan parasit.

Toxoplasmosis adalah nama penyakit pada hewan dan manusia yang disebabkan oleh Toxoplasma gondii. Toxoplasmosis dikategorikan sebagai penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia.
Siapa saja yang dapat terinfeksi toxoplasma ?
Semua orang dapat terinfeksi toxoplasma.
Laki-laki dan perempuan, balita, anak-anak, remaja, orang muda, dewasa, maupun lanjut usia, semuanya dapat terinfeksi toxoplasma.
Hewan apa saja yang dapat menularkan toxoplasma ke manusia ?
Semua hewan berdarah panas dapat terinfeksi dan menularkan toxoplasma kepada manusia.

Hewan yang sering berada di sekitar manusia seperti sapi, kuda, tikus, domba, anjing, kucing, ayam, burung, babi dll juga dapat terinfeksi toxoplasma. Satwa liar seperti musang, harimau, anjing hutan, dll juga dapat terinfeksi toxoplasma.
Bagaimana Manusia dapat Tertular Toxoplasma ?
Terdapat 2 cara manusia dapat tertular Toxoplasma, yaitu : 

  • CARA PENULARAN PERTAMA :

    Cara pertama merupakan penularan terbanyak, yaitu manusia memakan daging yang mengandung toxoplasma hidup.

    Yang dimaksud adalah : Manusia tertular toxoplasma akibat memakan daging mentah atau daging setengah matang atau daging yang tidak dimasak dengan sempurna, dimana daging tersebut mengandung Toxoplasma. Untuk mencegah hal ini maka masaklah daging dengan sempurna, minimal dengan suhu 70 derajat celcius.
  • CARA PENULARAN KEDUA

    Cara penularan kedua adalah manusia "tanpa sengaja" menelan/memakan telur/kista toxoplasma.

    Hal ini dapat terjadi bila manusia memakan buah-buahan atau sayuran TANPA DICUCI dengan bersih, dimana pada buah-buahan atau sayuran tersebut menempel telur toxoplasma (biasa disebut kista toxoplasma).

    Bisa juga terjadi bila manusia setelah berkebun, tidak mencuci tangannya dengan bersih, kemudian memakan sesuatu. Padahal ditangannya menempel telur/kista toxoplasma, dan toxoplasma tersebut menempel di makanan yang dipegangnya.

    Penularan seperti ini peluangnya relatif kecil, namun demikian tidak boleh diabaikan.

    Untuk mencegahnya, tentu saja membiasakan diri untuk mencuci bersih buah-buahan atau sayuran tersebut sebelum dimakan. Kemudian setelah berkebun, jangan lupa untuk mencuci tangan dengan bersih.
  • CARA PENULARAN KETIGA

    Cara penularan ketiga adalah melalui transplantasi organ tubuh manusia.

    Hal ini dapat terjadi bila organ tubuh yang ditransplantasi terinfeksi parasit toxoplasma dalam keadaan hidup. Namun sangat jarang (bahkan hampir tidak pernah terjadi) penularan yang seperti ini, karena umumnya organ tubuh tersebut telah diperiksa dengan seksama oleh dokter. Walaupun peluangnya nyaris nol (kecil sekali), tetap tidak boleh diabaikan.

Jadi, secara ringkas bahwa penularan toxoplasma terjadi jika manusia "memakan/menelan" toxoplasma dalam keadaaan hidup.

Terdapat 3 bentuk toxoplasma yang dimaksud, yaitu berupa Bradizoit (Bradyzoite atau tissue cyst), Takizoit (Tachyzoite), dan kista/telur toxoplasma (Oocyst).

Bagaimana gejala manusia yang terinfeksi toxoplasma ?
Sebagian besar manusia yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala sama sekali (subklinis). Meskipun jarang terjadi, pada infeksi yang akut dapat mengakibatkan pembengkakan kelenjar pertahanan (limfoglandula) yang terdapat disekitar leher, ketiak, dsb, namun sekali lagi ini jarang terjadi.
Apa akibat toxoplasma pada hewan
Sebagian besar infeksi toxoplasma pada hewan bersifat sub klinis (ringan dan tidak menunjukkan gejala sama sekali). Namun pada infeksi yang parah dapat menyebabkan diare dan cacat pada fetus kucing atau hewan lainnya
Bagaimana akibat toxoplasma pada manusia
Secara umum akibat toxoplasma jarang sekali, dan hanya terjadi pada infeksi akut toxoplasma.

Pada pria, infeksi akut toxoplasma dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening. Bila berlangsung terus-menerus dapat menyebabkan kemandulan. Infeksi akut toxoplasma menyebabkan peradangan pada saluran sperma. Radang yang berlebihan dapat menyebabkan terjadinya penyempitan bahkan tertutupnya saluran sperma. Akibatnya pria tersebut menjadi mandul, karena sperma yang diproduksi tidak dapat dialirkan untuk membuahi sel telur.

Pada wanita, infeksi toxoplasma yang berlangsung terus-menerus dapat menginfeksi saluran telur wanita. Bila saluran ini menyempit atau tertutup, sel telur yang telah dihasilkan oleh indung telur (ovarium) tidak dapat sampai ke rahim untuk dibuahi oleh sperma.

Yang paling berbahaya adalah akibat toxoplasma terhadap Janin/fetus. Kista toxoplasma dapat berada di otak janin yang menyebabkan cacat dan berbagai macam gangguan syaraf seperti gangguan syaraf mata (buta, dll). Akibat lainnya adalah janin dengan ukuran kepala yang besar dan berisi cairan (hidrocephalus). Namun perlu diingat, penyebab hidrocephalus (ukuran kepala yang besar dan berisi cairan) ada banyak sekali, salah satunya adalah toxoplasma,

Referensi : drh. Neno Waluyo S. 

from : kucing.biz

_____sincerely_____ 

Toxoplasma dalam Angka (Hewan & Manusia)



Gambar Parasit
Toxoplasma Gondii
Toxoplasma atau Toxoplasma Gondii adalah sejenis hewan bersel satu yang sering juga disebut protozoa.
Toxoplasma merupakan parasit yang dapat menginfeksi hewan dan manusia.
Toxoplasmosis adalah nama penyakit pada hewan dan manusia yang disebabkan oleh Toxoplasma gondii.

Hampir semua hewan berdarah panas dapat terinfeksi toxoplasma, dan otomatis dapat menjadi hewan yang menularkan toxoplasma. Hewan yang sering berada di sekitar manusia seperti sapi, anjing, hamster, burung, tikus, domba, kuda, kucing, ayam, babi, dsb dapat terinfeksi toxoplasma, otomatis dapat menularkannya.
Satwa liar seperti musang, harimau, anjing hutan, dsb juga dapat terinfeksi toxoplasma.

Semua orang dapat terinfeksi toxoplasma, laki-laki dan perempuan, baik muda ataupun tua dapat terinfeksi toxoplasma.

Toxoplasma tersebar luas di seluruh dunia. Setidaknya 1/3 populasi penduduk dunia pernah terinfeksi toxoplasma walaupun tidak menunjukan gejala terinfeksi toxoplasma.

Sekitar 80 % wanita Perancis yang hamil, pernah terinfeksi toxoplasma sebelum kehamilan tersebut terjadi. Tingginya persentase ini berhubungan dengan gaya hidup orang Perancis yang senang mengkonsumsi makanan yang dimasak setengah matang.

Penularan toxoplasma dari ibu ke janin anak, bisa berakibat fatal. Di Jerman, sekitar 2500 anak setiap tahun menderita akibat infeksi toxoplasma ini.

Berikut ini adalah frekuensi toxoplasmosis pada beberapa hewan yang pernah diteliti di Hongkong, Taiwan, Jakarta, dan Kalimantan Selatan.

NoTempatHewanFrekuensiPeneliti
1Hongkong- Babi
- Anjing
70,6 %
29.4 %
Ludlam Chabra
2Taiwan- Babi
- Kucing
30.5 %
27.7 %
Dufee
3Jakarta- Babi
- Anjing
- Kucing
28,0 %
76.5 %
77.7 %
Koesharyono & Gandahusada
4Kalimantan Selatan- Kambing
- Kucing
60,7 %
40,3 %
Dufee


Hewan yang terinfeksi atau pernah terinfeksi toxoplasma akan menghasilkan antibodi terhadap toxoplasma tersebut. Berikut ini hasil penelitian antibodi terhadap toxoplasma pada beberapa hewan di Amerika Serikat.

NoHewan% positif
1Anjing59 %
2Kambing48 %
3Sapi47 %
4Kucing34 %
5Babi30 %



Frekuensi Toxoplasmosis Pada Penduduk di Berbagai Daerah Indonesia

NoTempatFrekuensiPenelititahun
1Kalimantan barat3 %Cross1976
2Sulawesi tenggara8 %Clark1973
3Sulawesi utara8 %--
4Sumatera utara9 %Cross1975
5Surabaya9 %Yamamoto1970
6Jawa tengah10 %Cross1975
7Jawa barat20 %-1973
8Kalimantan selatan31 %--
9Ujung pandang60 %Rasiyanto1976

(drh. Neno Waluyo S, 2007)

Referensi :
    • Hiswani, Toxoplasmosis penyakit zoonosis yang perlu diwaspadai oleh ibu hamil. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara. 2003
    • Ressang A.A. Patologi Khusus Veteriner, IFAD Project, Bali 1984.
    • Schurrenberger, P.R. dan William, T.H. Dchtisar Zoonosis Penerbit ITB, Bandung, 1991.
    • Partodihardjo, S. Ilmu Reproduksi Hewan, Penerbit Mutiara. Jakarta, 1980.
    • Priyana, A Oesman P, Kresno SB. Toxoplasmosis Medika No. 12 tahun 14, 1988: 1164-1167.
    • Jacquier Patrick. http://www.roche.com.
    • Dsb-nya.

from : kucing.biz

_____sincerely_____ 

Toxoplasma Tak Selalu dari Kucing

Written By s'sinta on Sabtu, 19 November 2011 | 23.02


cute kitten Toxoplasma Tak Selalu dari Kucing Banyak wanita — baik sedang hamil atau tidak — menghindari kucing karena khawatir terkena penyakit toxoplasmosis. Tetapi, adakah fakta-fakta yang mendukung anggapan yang sering keliru itu?
Sebuah survei tak resmi yang dilakukan terhadap sejumlah penduduk di Jakarta mengungkapkan, sebagian besar mereka hanya memiliki pengetahuan terbatas tentang fakta yang benar tentang parasit, toxoplasma dan penyakit toxoplasmosis yang diakibatkan oleh parasit itu.
Semua peserta survei mengatakan, mereka akrab dengan nama penyakit tersebut dan penyakit itu bisa berbahaya bagi bayi-bayi yang belum lahir. Namun, tak seorangpun tahu bagaimana penyakit itu ditularkan kepada manusia, atau bahwa daging merupakan sumber lain dari infeksi ini. Beberapa peserta survei mengatakan, mereka yakin jika memegang atau memelihara seekor kucing, mereka bisa tertular penyakit itu.

“Banyak orang berfikir bahkan dengan hanya menyentuh seekor kucing saja, mereka bisa tertular penyakit tersebut,” kata dr. Siti Zaenab, dokter hewan yang membuka praktek bersama suaminya, dr. Gunadi Setiadarma, di kawasan Jakarta Selatan.
“Mereka tidak berpengetahuan luas. Para wanita yang berencana menikah, datang ke tempat praktek kami khusus untuk menanyakan bagaimana mereka bisa tertular dan apakah aman untuk memelihara seekor kucing,” katanya. Menurut Siti Zaenab, ia hanya menemukan sedikit kasus toxoplasma pada kucing. Lalu, dimanakah tepatnya parasit itu berada dan seberapa mudah orang untuk tertular toxoplasma ?
Toxoplasma terdapat dalam kotoran sejumlah kucing dan daging sapi yang dimasak kurang matang. Masuknya spora-spora dari sumber-sumber tersebut ke dalam mulut anda, bisa mengarah kepada ketularan parasit tersebut. Kucing-kucing bisa terkena parasit itu karena menangkap tikus atau binatang liar lainnya. Tetapi, sulit untuk mendeteksi apakah kucing anda memiliki parasit itu, karena hewan-hewan ini jarang memperlihatkan efek-efek yang jelas pada minggu-minggu pertama penularan. Namun demikian, spora-spora bisa memancar ke dalam kotoran-kotoran kucing. Dalam sebuah kotak kotoran kucing, diperlukan waktu satu sampai lima hari sebelum spora-spora itu berkembang. Oleh karena Siti menyarankan agar kotak kotoran kucing dibersihkan setiap hari untuk mengurangi resiko tertular penyakit tersebut.
Di Amerika Serikat, menurut dr. Susan Hall dari Perkumpulan Dokter Hewan bagi Hak-hak Binatang, sebagian besar kasus penyakit itu pada manusia terjadi karena makan daging tidak matang, terkontaminasi hewan atau makan sayuran yang tidak dicuci. “Hasil-hasil penelitian menunjukkan tidak ada korelasi antara insiden toxoplasmosis dengan kepemilikan kucing,” katanya. “Tidak adil menyalahkan kucing, karena kucing dikenal sebagai “tuan rumah” yang baik.” Menurut Hall, bahkan di AS para dokter masih mengatakan kepada para wanita hamil untuk membuang kucing mereka.
Antibodi
Sedangkan menurut dr. Gunadi, wanita yang memiliki seekor kucing beberapa waktu sebelum hamil mungkin akan membangun resistensi terhadap penyakit itu melalui kedekatannya dengan kucing yang mengarah pada tumbuhnya antibodi. “Namun, jika seorang wanita sedang hamil baru memelihara seekor kucing, dia mungkin berada pada resiko tinggi,” katanya.
Para dokter menganjurkan kaum wanita untuk mengenakan sarung tangan saat memegang daging mentah, kotak kotoran kucing atau ketika berkebun. Segeralah mencuci tangan setelah itu. Sebagai suatu tindakan pencegahan, kaum wanita sebaiknya meminta dokter kandungan untuk mengambil contoh darah guna melihat apakah sudah memiliki antibodi untuk toxoplasma. Laboratorium menawarkan dua macam tes toxoplasma untuk IgG dan IgM. Tes IgG memeriksa apakah seseorang telah terkena penyakit itu di masa lalu. Sedangkan IgM mengecek apakah sekarang ada infeksi aktif dalam tubuh atau tidak.

from : kompas.com 

_____sincerely_____
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Perawatan Kucing - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger