Latest Post

Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Animal Hoarding – Kepemilikan hewan peliharaan yang berlebihan

Written By s'sinta on Selasa, 13 Maret 2012 | 00.45


Terinspirasi dari tulisan wall di group oleh Mbak Daisy N. Harun

Yang bentuknya himbauan agar memelihara kucing untuk tidak melebihi batas kemampuan kita sebagai pemelihara, agar bisa menjaga hubungan baik dengan dengan Pencipta karena memang kebersihan sebagian dari iman, bisa hubungan baik dengan tetangga di lingkungan dan hubungan baik dengan makhluk-makhluk ciptaan-Nya yaitu hewan-hewan peliharaan kita tercinta.
Agar bisa hidup bahagia dan sehat bersama Hewan Peliharaan kita

Animal Lover dan Animal Hoarder
Selayaknya kita yang sering mengaku pencinta binatang khususnya kucing baik itu rescuer dan breeder biasa menyebut dirinya sebagai Cat Lover, Dog Lover yang pada intinya adalah pencinta binatang (Animal Lover)

Ada perbedaan tipis antara Animal Lover dan Animal Hoarder....
Kembali lagi kepada keterbatasan kita sebagai pemelihara hewan, sampai dimana kesanggupan kita memelihara hewan yang kita rawat dengan baik, sehat dan tidak mengganggu lingkungan sekitar kita.... Sampai berapa banyak kah ???

Seorang animal lover dibagi lagi tentunya dari rescuer dan breeder, yang harus diperhatikan dan diwaspadai jangan sampai kita sebagai animal lover menjadi menjurus ke Animal Hoarder ….hati-hati yahhh

Karena Animal Hoader sendiri termasuk kategori Animal Abuse, karena hewan-hewan yang dipelihara memang kondisinya biasanya menyedihkan

Apakah Animal Hoarder itu ?

Animal Hoarder adalah pola sifat dan sikap seseorang yang merasa dirinya layaknya animal lover akan tetapi tidak sanggup memelihara dengan baik hewan-hewan peliharaannya), seorang animal hoarder bahkan terkadang tidak meyadari dirinya adalah "animal hoarder", seperti layaknya gangguan kepribadian obsesif kompulsif

Sebagian ciri-ciri animal hoarder :

1. Hewan-hewan yang dipelihara berjumlah melebihi kapasitas kesanggupan memelihara normal, kondisinya tidak sehat dan terkadang bahkan jauh terlihat lebih sehat jika hewan-hewan tersebut hidup liar ketimbang hewan yang dia pelihara.

2. Kesulitan menyediakan pakan yang baik untuk hewan-hewan peliharaannya karena memang jumlahnya sudah banyak.

3. Kesulitan menyediakan fasilitas kesehatan yang baik, seperti masalah sanitasi (kotor dan joroknya tempat tinggal hewan-hewan itu berada, terutama untuk pengobatan ke dokter atau fasilitas kesehatan lainnya, bahkan sampai nekat bereksperimen untuk percobaan pengobatan kepada hewan-hewan peliharaan tanpa didasari oleh kemampuan teknis layaknya seorang dokter hewan, yang menyebabkan hewan tersebut bertambah sakit, menderita bahkan mati.

4. Merasa dirinya sanggup memelihara banyak hewan dan tidak mau memberikannya untuk diadopsi orang lain dengan anggapan orang lain tidak bisa merawat sebaik yang dia rawat

5. Bermasalah dengan lingkungan sekitar menjadi seperti antisocial karena merasa dia yang paling sayang dengan hewan orang lain tidak ( itu sudah termasuk gejala psikis) Karena seorang animal hoarder biasanya tidak menyadari bahwa dirinya seorang animal hoarder, tetap menganggap dirinya sebagai animal lover.

Bahaya yang ditimbulkan oleh Animal Hoarder

Masalah kesehatan dalam kepemilikan hewan berlebihan mencakup berbagai masalah yang berkaitan dengan kesehatan baik individu dan publik. Animal hoarder bisa dianggap sebagai penyebab dari banyak risiko kesehatan yang berat yang mengancam hewan-hewan dipelihara, orang yang tinggal pada rumah tinggal di lokasi tersebut, dan tetangga sekitarnya.

Efek pada Hewan

1. Kesehatan
Yang paling utama ada masalah kesehatan, resiko kurang gizi, tingginya tingkat kerentanan terhadap penyakit, setiap ada hewan baru yang datang juga ada resiko tertular penyakit atau mendatangkan penyakit baru, wabah yang bisa mematikan hewan-hewan tersebut.

2. Kelebihan Kapasitas – kekurangan wilayah teritori
Bahkan pada hewan tertentu yang memang memiliki karakter agresif bisa menjadi kanibal (layaknya pada hewan pengerat hamster atau bahkan bisa terjadi pada hewan anjing), perebutan teritori menyebabkan perkelahian antar hewan yang bisa menjadi luka dan kematian.

3. Kurang Perhatian
Biasanya seorang Animal Hoarder selalu menolak mengakui bahwa dia kurang memberikan perhatian pada hewan-hewan peliharaannya, biasanya hewan akan menderita secara perilaku karena pedoman kesejahteraan hewan (Animal Welfare), mereka juga membutuhkan hubungan sosialisasi yang baik antara pemilik dan hewan peliharaannya, biasanya hewan jadi tidak penurut dan sulit diatur, kemudian jadi bermasalah dengan lingkungan sekitar, tetangga komplain, bahkan hewan-hewan peliharaan kita bisa disakiti karena menimbulkan kebencian terhadap hewan-hewan tersebut karena keteledoran kita, entah di abuse, di buang bahkan ada yang sampai diracun.

4. Memberikan image buruk atas hewan peliharaan
Padahal jika terawat dengan baik dan cantik, bahkan orang yang tidak menyukai hewan akan tertarik melihatnya, paling tidak bisa mengedukasi bahwa hewan tersebut bukan hewan yang harus dijauhi dan dimusnakan.

Efek pada Manusia

1. Kesehatan
Lingkungan hidup yang tidak sehat baik untuk hewan dan pemiliknya, bahkan untuk lingkungan sekitarnya

2. Penyakit Zoonosis
Bahaya meningkatnya penyakit hewan yang bisa tertular ke manusia (zoonosis), seperti penyakit kulit sampai ke toxoplasma, dan penyakit zoonosis lainnya, yang bisa tertular ke pemilik hewan bahkan orang-orang di lingkungan sekitarnya.

3. Kelainan Prilaku
Pemilik Hewan menjadi berprilaku obsesif kompulsif atas hewan-hewannya, menjadi anti-social berlebih terutama kepada orang yang tidak menyukai hewan peliharaan.

Cara mencegah agar kita sebagai Animal Lover tidak terjebak menjadi Animal Hoarder tanpa kita sadari

Pada intinya sesuatu yang berlebihan tidaklah baik, memang mengadopsi merescue hewan terlantar adalah perbuatan mulia, akan tetapi harus disikapi juga dengan pola yang bijaksana, jangan sampai karena sudah terlalu banyak akhirnya tanpa disadari malah hewan-hewan itu yang menderita karena keterbatasan kita.

1. Sterilisasi
Untuk mengatasi populasi yaitu dengan sterilisasi hewan perliharaan kita, hewan akan lebih sehat dan bahagia.

2. Adopsi
Adopsikan kucing-kucing kepada sahabat atau penyayang hewan lain dengan selektif dan seleksi yang baik, terus mencari tahu tentang edukasi dan pembelajaran cara merawat hewan yang baik sesuai dengan pedoman Animal Welfare sendiri.
Karena seorang animal hoarder tidak pernah rela hewan-hewan peliharaannya diberikan kepada orang lain, carilah orang yang tepat untuk memelihara mereka jika anda tidak sanggup memelihara dengan jumlah banyak, lakukan pemantauan, membina hubungan baik dengan adopternya

3. Edukasi
Memberi pengertian bahwa tidak semua hewan bisa dipelihara bahwa ada hewan-hewan liar yang memang harus berada di habitatnya, edukasi dan memberi contoh agar jika tidak menyukai hewan tertentu, tidak selayaknya hewan tersebut disakiti atau dimusnahkan

4. Bergabung dengan organisasi kesejaheraan hewan
Ikut membantu orang-orang yang memang sudah terlanjur memiliki hewan peliharaan terlalu banyak dan tidak mampu untuk memeliharanya, bergabung dengan organisasi atau komunitas tentang hewan serta ikut berpartisipasi dalam edukasi, support dan charity, sudah bisa diartikan ikut membantu hewan-hewan terlantar diluar sana tanpa harus memeliharanya dalam jumlah banyak.

5. Membuka diri
Berusaha menahan keinginan memelihara jika memang sudah tidak sanggup memelihara dalam jumlah tertentu, biasanya kalau sudah menyelamatkan hewan akan ada bonding – hubungan batin rasa sayang sendiri terhadap hewan tersebut, harus belajar meng-ikhlash-kan bahkan ada kehidupan yang lebih baik untuk hewan tersebut daripada harus hidup beramai-ramai dan menumpuk sampai kita tidak bisa merawatnya sendiri.

Hingga agar pada akhirnya mewujudkan impian kita semua untuk menjadi Responsible and Educated Pet Owner…jadi hidup bahagia, sehat bersama hewan peliharaan kita.

Berdasarkan berbagai sumber dan pengalaman pribadi
(picture – CM- Animal Control)

-Q- Peduli Kucing

PENTINGNYA STERILISASI PADA ANJING DAN KUCING by Anna Joch

Written By s'sinta on Kamis, 22 Juli 2010 | 02.23

Thursday, June 3, 2010 at 10:48pm

Notes ini diambil dari brosur dari Praktek Dokter Hewan Bersama drh. Cucu K. Sajuthi dkk.

Sterilisasi adalah proses pengangkatan organ reproduksi agar hewan tidak dapat menghasilkan keturunan. Sterilisasi harus dilakukan dengan metode pembiusan, selain untuk menghilangkan rasa sakit juga menghidari stress.

KEUNTUNGAN STERILISASI PADA ANJING DAN KUCING:


Betina menghindari resiko:

1. Kanker indung telur

2. Kanker rahim

3. Pyometra

4. Tumor mammae:


Sterilisasi sebelum loops I resiko tumor mammae 0.6%
Sterilisasi setelah loops I resiko tumor mammae 0.8%
Sterilisasi setelah loops II resiko tumor mammae 26%

5. Agresifitas pada saat breeding season


Jantan menghindari resiko:

1. Kanker prostat

2. Tumor testis

3. Hernia perianal

4. Agresifitas pada saat breeding season

5. Kencing sembarangan


PANDANGAN YANG SALAH TERHADAP STERILISASI, YANG PERLU DILURUSKAN:

- Sterilisasi itu kejam, berbahaya dan menyakitkan

- Anjing dan kucing tidak memiliki konsep identitas seksual dan lebih manusiawi ketimbang mereka dikurung pada musim kawin

- Sterilisasi akan mengubah kepribadian
Perubahan yang terjadi lebih bersifat positif. Anjing/kucing akan menjadi lebih tenang, tidak berkeliaran ataupun berkelahi. Kepribadian utama anjing/kucing dibentuk oleh faktor genetik, bukan oleh hormon seksualnya.


KELEMAHAN STERILISASI:
Ada kecenderungan menjadi gemuk karena pengaruh hormon. Hal ini dapat dicegah dengan diet makanan khusus dan olahraga.

Budaya membuang kucing

Written By s'sinta on Senin, 14 Juni 2010 | 06.51

Sudah tidak terhitung jumlah kucing yang dibuang oleh pemiliknya dengan berbagai alasan. Bagi kita yang akrab dengan dunia cat rescue, pasti sudah tidak asing lagi dengan berbagai kasus pembuangan kucing dengan berbagai alasan (baik yang masuk akal maupun tidak).


Saya jadi ingin memberikan saran, jika anda memiliki tempat penampungan kucing, jika anda seorang pecinta kucing, peliharalah kucing-kucing anda sebisa mungkin secara diam-diam. Jangan sampai orang di sekitar tahu. Kenapa? Karena tempat semacam ini adalah sasaran empuk sebagai tempat pembuangan kucing.


Saya tahu, setiap orang pasti punya keterbatasan sendiri dan punya masalahnya sendiri sehingga mereka mungkin terpaksa atau malah dengan senang hati membuang kucingnya. Setiap orang pasti punya keterbatasan, tapi apakah orang-orang itu tidak berpikir, bahwa orang yang diberi limpahan juga memiliki keterbatasan?

Selamanya, jika budaya membuang kucing masih mengakar di masyarakat, saya tidak akan mampu memiliki shelter, bahkan saya sangat takut untuk mengaku pecinta kucing sekalipun. Seribu shelter tidak akan cukup jika budaya masyarakat masih seperti ini.

Apa alasan orang membuang kucing?

1. kucing sakit atau lahir cacat atau tiba-tiba kecelakaan sehingga cacat seumur hidupnya. Ini adalah pengalaman pribadi saya.
Seekor anak kucing cacat dibuang di depan rumah saya disertai pesan melalui sms. Saya yakin, yang menerima paket kucing sakit atau cacat bukan hanya saya seorang. Semua yang sudah dikenal sebagai cat lover, atau cat rescuer, pasti pernah menerimanya. Entah buangan kucing sakit kah, bayi merah kah, atau kucing sehat baik-baik saja.

2. sudah terlalu banyak kucing di rumah.
Seringkali orang hanya mau memelihara satu atau dua ekor, namun tidak membatasi populasi, sehingga akhirnya beranak pinak. Memang awalnya sayang, tapi saat sudah terlalu banyak, dibuang juga. Apakah yang seperti ini masih bisa mengaku sayang? Saya sudah terlalu banyak bertemu orang yang membuang kucingnya karena di rumahnya sudah over populasi akibat pemiliknya tidak mampu membatasi jumlah populasi kucingnya sendiri. Herannya, orang-orang semacam ini akan bersikeras tidak mau menyeteril kucingnya dengan berbagai alasan.

3. malas memelihara atau tidak mampu memelihara.
Berapa banyak kucing mahal yang dibuang karena pemiliknya tidak mampu memelihara? BANYAK! Kalau ada orang yang masih menginginkan kucing berbulu panjang dan menganggapnya sebagai barang berharga yang bisa menaikkan prestise, hubungi saya, dan saya akan berikan daftar lokasi stray cat bulu panjang. Silakan adopsi sebanyak-banyaknya. Harga kucing bulu panjang tidaklah mahal lagi sekarang, namun perawatannya (menurut pengalaman dan pendapat saya pribadi), berpuluh kali lipat mahalnya dan sulitnya. Tak heran kalau ada orang yang akhirnya membuang kucing bulu panjang mereka. Saya sendiri sering sekali menemukan kucing bulu panjang yang sudah dibuang dan dalam keadaan mengenaskan, atau yang baru akan dibuang. Anda piker pembuang kucing akan berpikir dua kali jika kucingnya berbulu panjang? Pengalaman saya mengatakan TIDAK.

Hanya ada 2 solusi yang mampu terpikir oleh saya:

1. STERILISASI
Tidak mungkin anda (sebagai pecinta kucing) tidak tahu mengenai over populasi kucing di Indonesia. Anda pasti merasa jumlah kucing di jalanan amat sangat banyak sekali. Mensteril atau tidak kucing anda, pilihan ada pada diri anda masing-masing. Namun pembatasan populasi adalah mutlak tanggung jawab anda. Silakan persilahkan kucing anda untuk kawin, beranak sebanyak-banyaknya, dan PELIHARA SEMUA ANAK MEREKA SECARA LAYAK, SEUMUR HIDUP.

Jika anda merasa kemampuan memelihara anda terbatas, dan tidak mau mensteril kucing anda, sekali lagi pilihan ada pada diri anda masing-masing. Mungkin anda punya solusi lain yang lebih baik? Agar tidak ada lagi kucing yang dibuang, tidak ada lagi kucing jalanan yang beranak pinak sehingga populasinya sangat banyak dan dianggap sebagai hama. Kucing saat ini sudah dianggap sebagai hama, sehingga layak untuk dimusnahkan. Saat hal ini terjadi, saya heran kalau masih ada yang kontra pada steril


2. ADOPSI
Jika anda benar-benar tidak mampu lagi memelihara kucing anda, adopsikanlah pada orang yang lebih mampu daripada anda. Satu hal yang perlu diingat, proses adopsi tidaklah mudah. Ini adalah hal yang cukup sulit baik bagi calon adopter ataupun pemberi kucing. Kemampuan dan kesamaan pemikiran serta perasaan sangat diperlukan, untuk memastika kucing akan lebih bahagia di tempat barunya, dan bukan lebih menderita. Saya sendiri bingung jika ada orang yang ingin kucingnya diadopsikan segera, dan berharap kucingnya sudah bisa ada di tempat baru hanya dalam hitungan jam. Saya tekankan sekali lagi, mencari adopter adalah tugas yang sangat sulit dan membutuhkan waktu. Sangat sulit bukan berarti tidak mungkin, karena saya beberapa kali berhasil menemukan calon adopter yang sesuai.

MEMBUANG KUCING BUKAN SOLUSI. STERILISASI DAN ADOPSI BISA MENJADI SOLUSI. Atau anda memiliki saran solusi lain yang lebih baik?

Seribu shelter tidak akan cukup, karena ada sejuta orang yang masih memiliki budaya membuang kucing.

D - Peduli Kucing 14 Juni 2010
Peduli Kucing © 2010

Curhat 13 Tahun

Written By s'sinta on Rabu, 05 Mei 2010 | 08.06

13 tahun yang lalu..

Seekor kucing black tabby yang diberi nama Caty hadir di rumah, dipelihara oleh pembantu saya. Saya sangat dekat dengan pembantu saya, dialah orang pertama yang mengenalkan kucing kepada saya.

Setelah Caty, ada Empus, kucing bicolor blue and white. Dia datang dalam keadaan terluka karena tertabrak mobil. Awalnya dia tidak bisa bangun, ada di tumpukan sampah daun di belakang rumah. Setiap hari, saya mengantarkan makanan nasi dan ikan juga susu untuk Empus. Setelah sembuh, Empus menjadi kucing terbaik dan termanis sepanjang hidup saya. Empus suka membangunkan saya di pagi hari dan saat sahur. Dia kucing paling sopan, tidak pernah mencuri, dan sangat pintar, karena bisa pulang ke rumah setelah dibuang ibu saya di pasar. Empus dua kali melahirkan di rumah saya, litter yang pertama adalah Jula dan Juli (warnanya tortie dan calico), yang lahir di bulan Juli. Juli mati karena sakit, saya waktu itu masih belum kenal dokter hewan. Waktu Empus melahirkan, yang menolong adalah bidan tetangga saya. Waktu Juli sakit, ibu saya bilang ada dokter hewan yang tinggal di dekat rumah (itu pertama kalinya saya mendengar profesi dokter hewan), tapi Juli tidak sempat dibawa ke dokter. Ia sempat menangis menghampiri nenek saya (yang suka memberi makan), lalu pergi ke kolong kursi, dan pergi untuk selamanya. Saya masih ingat, dialah kucing pertama yang saya kubur di rumah. Setelah Juli pergi, Jula sempat sakit, sempat sembuh, dan pergi tidak kembali. Kecurigaan kami adalah, Jula pergi karena tidak ingin mati di rumah dan membuat kami sedih (saat itu nenek saya pun sayang pada Jula).

Setelah litter Jula-Juli, ada litter cemang dan cemong yang warnanya bicolor black and white dan calico. Cemang dan cemong meninggal saat masih kecil. Saat itu, keluarga saya mulai tidak peduli terhadap kucing. Empus pun akhirnya pergi, saya sangat sedih dan tidak memelihara kucing untuk waktu yang lama. Keluarga saya mulai tidak suka pada kucing. Mungkin, nenek saya sebenarnya masih sedih karena kepergian Jula-Juli, sehingga setiap ada kucing selalu diusir.


8 tahun yang lalu..

=================

Sempat beberapa kali memelihara kucing, namun semua hilang secara misterius, yang diduga dibuang oleh orang rumah saya. Dari sekian banyak yang hilang, ada satu yang paling membekas di hati saya.

Dia adalah seekor kitten red tabby and white yang saya pungut di sekolah pada hari ulang tahun saya.
Waktu itu, saya ingat, saya menelepon ke rumah, meminta izin pada pembantu saya agar boleh membawa pulang kitten itu (pembantu yang bersama saya sejak saya kecil, pecinta kucing, dan sudah saya anggap kakak sendiri). Pembantu saya mengizinkan dan saya membawanya pulang. Kucing itu saya beri nama Beybi. Saya dan Beybi sangat dekat, karena dia kucing satu satunya, dan dia tidak punya induk. Itulah pertama kalinya saya merasakan kasih sayang yang paling tulus, kasih sayang Beybi kepada saya. Suatu ketika, saat hujan, Beybi menangis mencari saya, lalu tidur di kaki saya. Saat itulah saya sadar, bahwa dia hanya punya saya, dan saya amat sangat menyayanginya.

Sayangnya, saya harus kehilangan dia. Suatu ketika saya pergi ke luar kota selama seminggu, dan ketika saya pulang, Beybi sudah tidak ada. Saya, tentu saja menuduh ibu saya membuang Beybi. Kata ibu saya, Beybi kabur karena saat itu rumah sedang direnovasi. Entahlah, saya tidak bisa berpikir lagi.

Itulah pertama kalinya saya merasakan kehilangan yang sangat besar. Saya menangis ketika melihat jadwal makan dan minum susu Beybi yang saya tulis di whiteboard untuk pembantu saya, saya menangis ketika membuka kulkas dan melihat persediaan ikan rebus milik Beybi. Saya terus menerus menangis membayangkan Beybi makan apa di luar sana. Saya….sangat….patah…hati. di hari-hari terakhir Beybi di rumah, pembantu saya sempat menolak mengurus Beybi karena ia sedang mengandung. Tapi saya membujuknya, dan cukup berhasil. Namun, saya juga tidak tahu apakah ada konspirasi di balik hilangnya Beybi. Ada kabar bahwa pembantu saya yang lain yang membuangnya (atas suruhan ibu atau nenek saya tentunya).

Kehilangan Beybi, adalah kehilangan terbesar saya. Apalagi sejak saat itu pembantu saya tidak membantu di rumah lagi. Ibu saya mengatakan bahwa sebenarnya ibu saya tidak mengizinkan saya memelihara kucing lagi karena tidak ingin saya sedih. Memang benar, cukup lama saya bersedih saat kehilangan Beybi. Saya terus menerus memikirkan dimana dia dan apakah dia bisa makan dan tidur.

Setelah Beybi, saya tidak memelihara kucing lagi, untuk waktu yang cukup lama, sekitar 5 tahun lagi. Alasan saya adalah karena saya tidak tega jika ada kucing yang sudah tergantung pada saya, lalu dibuang. Apalagi nenek saya mulai sakit-sakitan, dan pembantu yang suka kucing sudah pulang kampung.


3 tahun yang lalu..

==================

Tepat di hari nenek saya meninggal, datang tiga ekor kucing, seekor kucing jantan yang saya lupa warnanya, dan dua ekor kucing betina, satu bicolor black and white, dan satu brown tabby and white.
Kedua kucing betina ini tidak akur, awalnya yang menetap di rumah adalah kucing tabby and white yang saya beri nama Ngengeng, saya memang sengaja memberi nama asal2an agar saya tidak terlalu jatuh cinta pada kucing ini (masih teringat sakitnya patah hati terakhir, hehe..). Si Ngengeng ini tidak lama di rumah, pergi saat sedang hamil besar, dan posisinya di rumah digantikan si kucing black and white yang saya beri nama Buntel. Beberapa bulan kemudian, Ngengeng kembali, mengusir Buntel, dan resmi menjadi kucing saya. Ngengeng sempat melahirkan sekali, tapi entah dimana. Lalu hamil lagi, dan kali ini melahirkan dua ekor anak dan Ngengeng pun berganti nama menjadi Emak, yang nama kerennya ada Emma Key (bacanya Emak juga dooong). Dua ekor anak Emak, kali ini berhasil selamat dengan campur tangan saya. Dua anak emak ini bicolor black and white, dan salah satunya adalah si centil Paco yang terkenal itu loh… :D

Keberadaan keluarga kucing ini di rumah, cukup diterima. Saya ingat suatu saat saya pergi (lagi) ke luar kota selama 10hari. Saat saya pergi, dua bocah ini belum bisa berjalan. Namun, saat saya pulang, mereka sudah bisa berlari! Saya ingat, Paco dulu belekan parah, dan setiap hari saya bersihkan matanya (btw..saat itu saya belum tahu kalau belekan adalah tanda cacingan, hehe). Selama saya di luar kota, salah satu pembantu saya (maklum di rumah banyakan pembantunya daripada penghuni aslinya) yang membersihkan matanya, padahal ia salah satu tersangka pembuang kucing saya beberapa tahun sebelumnya. Manusia bisa berubah.

Walaupun keberadaan kucing saya sudah agak diterima, tetap saja mereka selalu menjadi tertuduh. Saya sendiri kelepasan, kucing 3 ekor tiba-tiba menjadi 11 ekor. Selain itu, kitten saya yang malang pernah menjadi korban kejahatan sepupu saya, dimasukan ke dalam ember berisi air. Saya luar biasa marahnya pada sepupu saya yang (kalau tidak salah) baru masuk SD saat itu. Sampai sekarang, dia takut pada saya. Hehehe…

Waktu itu, populasi sudah menjad masalah, sehingga saya mulai mengadopsikan kucing saya. Tapi satu hal yang saya bingung adalah, keluarga saya menentang steril (sebagian hingga hari ini masih keukeuh), sementara saya menentang pembuangan kucing. Akhirnya saya menyeteril kucing saya diam-diam. Kucing pertama yang saya steril, tentu saja si centil Paco.


Beberapa bulan belakangan…

===========================

Keadaan mulai membaik di rumah saya. Ibu saya, yang dulu paling vokal protes soal kucing, beberapa kali mengantar saya membawa kucing berobat. Momo, di hari terakhir hidupnya, menunggu ibu saya datang ke rumah sakit, barulah dia pergi untuk selamanya. Lexy, saat sakit, suka tidur di perut ibu saya. Paco, sampai sekarang, masih tidur di kasur ibu saya. Ya, ini ibu saya, ibu yang sama dengan yang membuang kucing-kucing saya.

Tante saya mulai bisa menerima, tidak pernah protes, dan prihatin saat kucing-kucing saya sakit.

Pembantu tersangka pembuang kucing, sekarang punya kucing di rumahnya.

Semua butuh proses, saya salah di awal. Mungkin tidak seharusnya saya begitu memaksakan memelihara begitu banyak kucing, ada yang cacat pula, beberapa sakit, dan saya sendiri kesulitan mengurusnya. Sekarang, saya diizinkan memelihara kucing, tetapi tidak boleh tambah. Ya, saya bersedia memenuhinya, tidak apa lah, saya sudah belajar, bahwa semua butuh proses, bahwa semua butuh kesabaran.

Proses yang harus saya lalui, sama sekali tidak mudah. Saya tidak pernah menyerah, tetapi pada akhirnya saya memutuskan untuk menutup mulut saya untuk menghindari konfrontasi, dan memilih untuk menunjukkan dengan perbuatan. Ternyata cara ini yang paling ampuh. Saya diam, tapi mereka melihat, betapa saya bekerja keras untuk menghidupi kucing-kucing saya, betapa saya berusaha menyelamatkan setiap nyawa kucing. Saya diam saja, karena saya pikir mereka tidak mendengar, tapi ternyata mereka melihat. Butuh waktu tiga tahun, dan saya beruntung karena hanya tiga tahun saya berjuang.

Notes ini diperuntukkan bagi mereka yang masih berjuang, membuktikan kepada orang lain bahwa peduli pada kucing adalah perbuatan yang mulia. Notes ini bagi mereka yang masih berjuang, untuk bisa memiliki peliharaan lucu ini di rumah.



D-Peduli Kucing
3 Mei 2010
(berdasarkan pengalaman pribadi)

Peduli Kucing © 2010

NEVER ABANDON YOUR CATS

The main cause of the stray cat population are irresponsible cat owners, who abandoned their cats on the street once they no longer want them. They put them in danger...so they get abused, infected by diseases, hit and run by traffics, and starve to death....
All those unwanted cats on the streets suffering and in danger....
All because IRRESPONSIBLE CAT OWNERS...

So Guys....let's begin to make changes by becoming a responsible cat owner...

If you are a cat owner, please sterilize your cat, beside improving your cat to become more healthy,
sterilization can also help the problem of strays on the street...

Q-Peduli Kucing (berdasarkan pengalaman sendiri dan berbagai sumber)
28 April 2010

Peduli Kucing © 2010

Wacana Singkat bagi orang tua agar bisa memberi contoh Peduli Binatang kepada anaknya

Sebenarnya aku nulis artikel ini ....berawal...dari curhatan seorang temen...
gara-gara melihat kejadian cat abuse yang dilakukan seorang anak kecil....hiks...

dan kayaknya kita sering deh....liat anak kecil memperlakukan hewan secara tidak layak.....
animal abuse lah istilah keren nya...
dan terus terang aku sendiri pernah memarahi anak kecil....gara-gara melakukan cat abuse...
terkadang...akhirnya kembali ke "orang tua" si anak...karena yang saya liat...

orang tua ===> yang anaknya melakukan animal abuse terkadang
tidak menyadari kalau anaknya telah melakukan animal abuse (tindakan salah)....

jadi secara tidak langsung seakan-akan membolehkan si anak melakukan hal tersebut....
menganggap hal tersebut hal sepele...ah cuma binatang...bahkan kadang tindakan animal abuse si anak..di anggap hal yang lucu....hiks

Jadi yang harus terlebih dahulu di edukasi "orang tua" nya dulu..........
agar dapat memberikan contoh yang baik, jika tidak .....sampai kapan pun anak tidak bisa belajar menyayangi seekor binatang.

Karena dari pengalaman saya melihat teman-teman saya...
jika datang dari pihak keluarga (atau orang tua) sudah menyayangi binatang...
secara otomatis...anak juga akan peduli dengan hewan...
walaupun tidak semua seperti itu....
malah terkadang jadi masalah karena orang tua kurang suka binatang...
anaknya suka binatang karena mencontoh orang lain... :-)

Intinya start awal sebagai orang tua...belajar lah peduli dengan binatang, agar menjadi contoh yang baik bagi anak-anak kita kelak....

Jangan memberikan BINATANG sebagai HADIAH kepada anak anda
(dan merawatnya tanpa pengawasan anda...)

Jangan sampai ketidak tahuan anda tentang bagaimana cara yang baik merawat binatang dapat menyebabkan mereka tersiksa dan mencelakai anak anda secara tidak sengaja....karena dalam bentuk pembelaan diri...

KARENA SEPERTI MANUSIA, BINATANG JUGA MAKHLUK HIDUP..
BISA MERASAKAN SAKIT, SEDIH, TERSIKSA, TAKUT BAHKAN MATI...

jadi yuk...memberikan contoh yang baik...
terutama dari lingkungan terkecil...seperti di keluarga dan sekitar rumah...
bahwa walaupun mereka hanya binatang....
mereka layak diperlakukan dengan baik...

=========

TIPS memelihara kucing bersama anak :
1. Sebisa mungkin jangan pelihara kucing yang berumur kurang dari 12 minggu
(kecuali anda sebagai orang tua sudah ahli dalam merawat kucing)

2. Lakukan secara bertahap pengenalan Kucing kepada pihak keluarga dan rumah baru,
bahkan binatang peliharaan lain di rumah jika ada (sebagai contoh anjing)

3. Pisahkan binatang peliharaan lain dengan kucing anda, jika dianggap sebagai lawan/musuh kucing
anda agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

4. Sediakan waktu yang cukup untuk bisa berinteraksi dengan kucing anda dan anak anda,
Selalu dampingi mereka ketika berinteraksi dengan kucing

5. Ajari anak anda dasar aturan yang boleh dan tidak boleh dalam memelihara kucing, karena terkadang
anak kecil tidak menyadari apa yang dilakukannya bisa membuat kucing marah, akibatnya bisa
melukai dua belah pihak (si anak dan kucingnya) karena beberapa kucing tidak suka diperlakukan
selayaknya mainan si anak, sebagai contoh :
- Jangan mengejar-ngejar kucing dan memaksanya keluar dari tempat yang mereka anggap aman
- Jangan menarik-narik ekor kucing
- Jangan mengagetkan
- Jangan menggelitiki, atau memegang perut mereka (beberapa kucing tidak menyukainya)
- Jangan ganggu kucing jika mereka ingin/sedang BAB atau BAK
- Jangan asal mengangkat kucing...ajari cara menggendong kucing yang benar
- Jangan melempar / membantingnya
- Jika ingin bermain....lakukan permainan dengan menggunakan mainan untuk kucing,
seperti bulu-bulu, mainan pancing-pancingan, boneka, dll.

6. Potong kuku dan latih kucing agar bisa bersosialisasi dan berinteraksi dengan baik

7. Ajari anak anda cara mengelus, cara menyayangi kucing yang baik dan kebersihan selama memelihara kucing serta menerima binatang peliharaan sebagai bagian dari keluarga...kemudian jadikan kegiatan merawat kucing tersebut merupakan tanggung jawab bersama seluruh anggota keluarga di rumah.

dan TIPS di atas semuanya memang memerlukan waktu dan kesabaran ekstra
semoga berguna, yang mau menambahkan silahkan...:-)

Q-Peduli Kucing (artikel ini ditulis berdasarkan pengalaman pribadi dan berbagai sumber)
foto ambil dari i-net

28 April 2010
Peduli Kucing © 2010

Furry friends for life

Written By s'sinta on Selasa, 04 Mei 2010 | 19.42



Come join us to learn and try to be responsible cat owners...

Because the main cause of the stray cat population are IRRESPONSIBLE CAT OWNERS,
who abandoned their cats on the street once they no longer want them.

They put them in danger...so they get abused, infected by diseases, hit and run by traffics, and starve to death....

All those unwanted cats on the streets suffering and in danger....
These thing SURELY can be prevented on getting worst by being responsible owners....

So Guys....Let's do that Hand in Hand as changes that can only do come true when we TRUST each other and we GATHER all people around us to do the same thing...

Peduli Kucing © 2010
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Perawatan Kucing - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger