Latest Post

Tampilkan postingan dengan label tikus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tikus. Tampilkan semua postingan

Kucing dan Tikus Belajar Deteksi Ranjau

Written By s'sinta on Kamis, 24 November 2011 | 01.39



tikus & kucing


BOGOTA, RABU - Siapa bilang Tom dan Jerry tidak bisa berkawan? Seekor kucing di Kolombia justru membantu tikus-tikus di sana makin pintar mengendus ranjau darat yang banyak ditanam para pemberontak sayap kiri. Bagaimana caranya?
Selama setahun terakhir, polisi khusus di Kolombia memasukkan seekor kucing dan tikus-tikus ke dalam satu kandang. Hal tersebut diharapkan dapat melatih tikus lebih handal mengendus ranjau darat. Di kandang tersebut tikus-tikus tersebut tidak akan terluka karena cakar-cakar kucing yang tajam dibungkus untuk sementara.


"Menjadikan hewa-hewan pengerat ini berhadapan langsung dengan musuhnya akan membuatnya lebih fokus saat dilepaskan," ujar Luisa Mendez, yang melakukan penelitian tersebut. Ia mengatakan, tikus-tikus yang terlatih akan ketakutan jika berada di dekat ranjau darat.
Kolonel Javier Cifuentes, yang bertanggung jawab atas proyek tersebut, mengatakan tingkat kesuksesan pendeteksian ranjau mencapai 96 persen. Selain itu, risiko meledak juga kecil sebab tidak seperti anjing, tubuh tikus lebih ringan dan tidak memicu ledakan saat berjalan di atasnya.
Tikus-tikus yang handal sangat dibutuhkan di sana sebab Kolombia merupakan salah satu negara dengan ranjau darat paling banyak. Sekitar 100 ribu ranjau darat diperkirakan masih tertanam di negara tersebut. Tahun lalu, korban ledakan ranjau darat mencapai 1.108 jiwa atau sekitar satu orang setiap delapan jam dan sekitar seperempatnya tewas.

Sumber: AP,Kompas Cyber Media

_____sincerely_____

Membuat Tikus Tak Takut Kucing

TOKYO, JUMAT - Di mana-mana, tikus dan kucing adalah musuh bebuyutan, namun ilmuwan Jepang berhasil menghilangkan rasa takut tikus terhadap kucing melalui rekayasa genetika. Keberhasilan tersebut memberikan petunjuk untuk mempelajari lebih dalam perilaku manusia terhadap khususnya takut dan cara mengendalikannya.

Seperti dilaporkan jurnal Nature edisi November, yang juga dilaporkan Kompas.com, para ilmuwan di Universitas Tokyo sukses mematikan insting ketakutan tikus jika mencium bau atau kehadiran seekor kucing. Prestasi ini sekaligus membuktikan bahwa ketakutan tikus terhadap kucing bersifat genetis dan tidak berdasarkan pengalamannya.

"Tikus secara alami takut terhadap kucing dan biasanya panik atau langsung menghindar jika mencium baunya. Namun, tikus yang sel-sel tertentu pada indera penciumannya diambil melalui rekayasa genetika tidak memperlihatkan tanda-tanda takut sedikitpun," ujar Ko Kobayakawa, salah satu penelitinya.

Dalam percobaan, tikus yang diubah secara genetik dengan berani mendekati tikus, bahkan mencium, dan bermain dengannya. Kobayakawa mengatakan tentu yang dipilih kucing domestik yang jinak dan kemungkinan menerkam tikus kecil.

Mengendalikan takut

Kim Dae-soo, profesor genetika otak dari Korea Advanced Institute Science and Technology, menanggapi temuan ini sebagai terobosan. Ia mengatakan hasil penelitian Kobayakawa lebih lanjut dapat menjelaskan apa pengertian takut sebenarnya dan bagaimana mengendalikannya.

"Orang selama ini berpikir bahwa tikus takut terhadap kucing karena kucing memangsanya, namun bukan itu masalahnya," ujarnya. Jika aliran sinyal di otak diamati saat seseorang ketakutan, lanjutnya, saya kira kita dapat menemukan jaringan otak yang penting untuk mengendalikan rasa takut.

from : www.kucingkita.com 

_____sincerely_____
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Perawatan Kucing - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger