Latest Post

Tampilkan postingan dengan label reproduksi kucing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label reproduksi kucing. Tampilkan semua postingan

Proses Persalinan Kucing dan Pertolongannya

Written By s'sinta on Jumat, 13 April 2012 | 06.21


Tentunya anda menginginkan proses melahirkan pada kucing kesayangannya berjalan lancar.

Beberapa tips di bawah ini mungkin bisa membantu menangani kucing yang akan melahirkan agar anda tidak panik dan juga dapat meringankan proses induk kucing dalam melahirkan anak-anaknya secara normal.

Persiapan Proses Kelahiran

  • Setelah memasuki usia kehamilan antara 65 - 70 hari (masa melahirkan), anda harus selalu memperhatikan kondisinya, karena sewaktu-waktu kucing akan melahirkan.
  • Siapkan peralatan berikut ini.
    - Gunting
    - Benang
    - Baskom
    - Kapas
    - Beberapa Lap Kering yang lembut (sediakan cukup banyak)
    - Alcohol 70%


Proses Kelahiran

Tahap Pertama
  • Saat kucing sudah benar-benar akan lahir atau disebut juga masa kritis, akan ditandai dengan kegelisahan induk kucing yang semakin meningkat.
  • Induk akan mengeong dan berjalan berputar-putar terus, sediakan tempat seperti kardus atau nampan yang lebar dan dialasi kain kering.


Tahap Kedua
  • Selanjutnya air ketuban akan pecah, membasahi bagian belakang (ekor paha belakang dan sekitarnya).
  • Bila sudah seperti itu, umumnya tidak lama kemudian akan lahir anak kucing satu persatu.
  • Jika setelah 1-2 jam pecahnya ketuban dan anak kucing tidak lahir-lahir sebaiknya kucing sesegera mungkin dibawa ke dokter hewan untuk dibantu proses persalinannya, agar secepatnya dapat diambil tindakan medis jika kucing perlu penanganan tenaga profesional.


Tahap Ketiga
  • Pada kelahiran anak pertama biarkan dan perhatikan kucing, apakah mau membersihkan selaput yang menyelimuti anaknya (biasanya induk yang pintar dan baik akan memakan plasenta dan menjilati selaput tersebut dan merawat anaknya satu-persatu).
  • Namun jika tidak secepatnya ambil tindakan untuk membersihkan selaput dengan kain kering lembut hingga benar-benar kering dengan cara digosok-gosok. Jangan ragu melakukan hal ini hingga benar-benar kering, maksud dari menggosok adalah merangsang anak kucing.
  • Serta pastikan hidung kucing tidak tersumbat oleh lendir, dengan cara disedot menggunakan pipet untuk dapat bernafas sendiri.
  • Dan kemudian memotong plasenta dengan gunting yang sudah direndam alkcohol sebelumnya (agar steril), lalu tali pusatnya ikat dengan benang sekitar 1 cm dari perut anak kucing tersebut.
  • Selanjutnya letakkan bayi kucing tersebut pada nampan/kardus di samping induknya, bila perlu beri lampu diatasnya agar hangat.
  • Lakukan hal yang sama pada anak kucing yang lainnya.
  • Biasanya anak/bayi2 kucing tersebut berurutan kelahirannya setiap beberapa menit, namun bisa juga lebih lama dari itu, dikarenakan induknya tidak melakukan tugasnya dengan benar, atau bisa juga karena kelelahan atau hal-hal lainnya.


Tahap Keempat
  • Setelah semua bayinya lahir, bersihkan sisa-sisa bekas melahirkan tersebut sampai bersih dengan menggunakan pembersih lantai yang mengandung anti bakteri.
  • Umumnya induk kucing akan beristirahat sejenak sambil membersihkan tubuhnya, kemudian dia akan memberikan susu pertama yang mengandung colostrum pada anak-anaknya.


Tahap Kelima
  • Letakan tempat makan dan minum di dekatnya agar sang induk tidak berlama-lama meninggalkan anaknya bila ingin minum ataupun makan, sehingga induknya merasa aman dan nyaman dalam melindungi anak-anaknya. 
from : kucing.biz

_____sincerely_____

Tahapan Masa Kucing Kawin

Written By s'sinta on Kamis, 12 April 2012 | 03.59



Faktor utama dalam pengembangbiakkan kucing adalah birahi si kucing betina. Jika betina sudah ada tanda-tanda kawin maka itulah saatnya pengembangbiakkan bisa dimulai. Ada 5 Tahap kucing kawin yang semuanya berhubungan dengan kucing betina.
Tahap musim kawin :

1. Anestrus

Perlakuan sifatnya adalah Kucing jantan tidak tertarik pada betina begitu juga sebaliknya kucing betina tidak tertarik pada kucing jantan. Terjadi pada awal musim hujan.

2. Proestrus

pada tahap ini kucing betina akan berguling-guling serta menggosokaan badannya di lantai atau di tanah. Dan akan memanggil kucing jantan walau begitu si kucing betina ini masih memperbolehkan penjantan untuk menyentuhnya. Tahap ini berlangsung sekitar beberapa jam, namun untuk beberapa indukan bisa sampai 2 hari. Tapi hati-hati tahap ini juga jarang kelihatan.

3. Estrus

Tahap ini berlangsung selama kira kira satu minggu. Nah pada tahap inilah si kucing betina benar-benar akan mengajakanya untuk kawin. Perkawinannya sendiri hanya berlangsung sekitar 5-10 menit. Setelah kawin betina akan menjilati kemaluannya dalam rangka untuk membersihakan diri. Dan ini terjadi berulang-ulang.

Dan pada tahap ini juga si kucing betina akan sensitif. Setelah bersetubuh dengan pejantannya dia akan bertindak agresif dan marah-marah terhadap pasangannya. Oleh karena itu jika anda menkawinkannya dalam kandang pastikan ada tempat untuk keluar.

Ok yang namanya binatang tentu si betina memperbolehkan dia untuk sisetubuhi oleh beberapa pejantan. Tapi sebaiknya jangan sampai itu terjadi. Karena ini akan membingunngkan dalam segi pembiakan kucing.

4. Interestrus

Pada tahap ini agak berbeda. Tahap ini terjadi jika dia tidak dikawinkan atau tidak menemukan kucing jantannya. Berlangsung selama seminggu namun kemudian akan terulang lafi ke tahap Estrus lagi.

5. Metestrus

Tahapan ini terjadi jika betina berhasil dikawini namun tidak hamil.

Jadi jangan sembarangan melihat kucing kawin. Anda harus setidaknya mengerti tahap-tahap diatas. OK! anggap kucing anda berhasil hamil. Maka dia akan mengandung selama kurang lebih 2 bulan.

from : duniakucing.mywapblog.com

_____sincerely_____

Penyakit Reproduksi Khusus Kucing Betina

Written By s'sinta on Jumat, 17 Februari 2012 | 02.08

kucing betinaKali ini kita nggak akan membahas kucing persia atau kucing anggora. Tapi penyakit kucing….. dan penyakit kucing ini hanya menyerang pada kucing betina. Mengapa? karena penyakit yang akan kami jelaskan adalah penyakit reproduksi.
OK supaya nggak males bacanya..kami pilah-pilah saja berdasar kategori pada penyakit kucing betina ini :

Tanda -tanda,penyebab maupun tindakan untuk  penyakit reproduksi pada kucing betina :

  • Masa subur pada kucing betina yang terus menerus. Penyebabnya kemungkinan adalah kista indung telur. Khusus untuk penyakit reproduksi yang satu ini harus langsung dibawa ke dokter hewan.
  • Kelenjar susu membesar dan tidak terasa sakit. Jika itu tanda-tandanya maka kemungkinan penyebabnya adalah Tumor kelenjar susu, mastitis.
  • Lemas, kehilangan selera makan setelah 1-2 minggu melahirkan anak dan ada cairan bernanah yang keluar dari lubang kelamin. Maka penyebabnya adalah Metritis atau pembengakakan rahim. Langsung deh bawa ke dokter hewan untuk diberi antibiotik atau yang lebih ekstrim dokter harus mengebiri kucing tersebut.
  • Haus berlebiha, selera makan turun, perut membesar, lubang kelamin keluar cairan, muntah-muntah dan terjadi 6-8 minggu setelah masa subur berakhir. Penyebabnya adalah Piometra atau akumulasi nanah pada rahim. Seperti biasa bawa ke dokter..penanggulangannya bisa dibedah untuk membuang rahim
Semoga kucing betina anda tidak mengalami penyakit reproduksi diatas.

from : kucing.web.id

_____sincerely_____ 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Perawatan Kucing - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger