Latest Post

Tampilkan postingan dengan label perkembangbiakan kucing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perkembangbiakan kucing. Tampilkan semua postingan

Tanda-Tanda dan Persiapan Kucing Melahirkan

Written By s'sinta on Minggu, 15 Januari 2012 | 00.50

Ketika sampai pada akhir periode kebuntingan (kehamilan) pada kucing, kita harus segera mempersiapkan segala sesuatunya menjelang kelahiran.

Kucing yang akan melahirkan biasanya menunjukkan tanda-tanda (gejala) :

  • Yang paling mudah dikenali adalah Berisik
  • Menggaruk-garuk alas atau tempat pembuangan kotoran.
  • Mencari tempat tersembunyi untuk melahirkan anaknya sekaligus agar anak-anaknya aman dari kucing lain.
  • Nafsu makannya berkurang.

Jika kucing kita yang sedang hamil sudah menunjukkan gejala seperti itu, sebaiknya kita harus meningkatkan pengawasan terhadap kucing tersebut. Cara yang paling mudah adalah dengan memasukkan kucing tersebut ke dalam kandang sehingga pengawasan dan penanganannya lebih mudah dan cepat.

Persiapan sebelum partus (melahirkan) antara lain :



Sediakan kandang/tempat yang nyaman dan hangat.
Sebuah kotak kardus yang besar diisi dengan handuk atau alas serta serpihan koran sudah cukup memadai. Tempatkan ditempat yang hangat, bersih, tenang dan terawasi. Pastikan tempat ini telah tersedia minimal 1-2 minggu sebelum waktunya melahirkan. Tempatkan kucing tersebut pada kandang itu minimal 7-12 hari sebelum melahirkan. Supaya kucing terbiasa sampai dia melahirkan.

Gunakan litter yang tidak mudah menggumpal.
Kadang-kadang kucing melahirkan anaknya di kotak/tempat kotoran (litter). Pasir yang terdapat dalam kotak litter bisa menenpel di tubuh anak yang baru lahir. Induk kucing biasanya tidak mau membersihkan (menjilati) anaknya bila tertutup pasir yang menggumpal (merek : pura, cat san, hartz scoop dll). Gunakan saja pasir zeolit yang relatif lebih murah dan tidak menggumpal. Butiran zeolit berwarna abu kehijauan.

Jauhkan dari kucing-kucing lain.
Jika anda memiliki banyak kucing, pastikan tempat melahirkan jauh dari kucing-kucing lain. Pada saat melahirkan, kucing tidak suka berada didekat kucing lain, meskipun kucing tersebut sudah saling mengenal sejak lama. Insting keibuan dan proteksi akan semakin kuat pada saat mendekati kelahiran. Ada beberapa kucing yang baru melahirkan akan langsung menyerang kucing yang mendekatinya.

Siapkan persediaan makanan yang cukup.
Siapkan persediaan makanan dan minum yang cukup bagi kucing anda. Jangan biarkan kucing anda sendirian pada saat melahirkan.

Cek dokter hewan terdekat.
Siapkan catatan alamat dan nomor telepon beberapa klinik atau dokter hewan terdekat. Hubungi dan cari informasi dokter hewan/klinik yang buka 24 jam sebagai persiapan bila ada kasus emergency. 


from : kucing.biz 

_____sincerely_____

Merawat dan Menjaga Kucing Hamil

Merawat dan menjaga kucing ketika hamil boleh dikatakan gampang2 susah. Karena kehamilan kucing juga sangat rentan keguguran oleh berbagai macam sebab yang mungkin tanpa kita sengaja atau sadari. Namun semua juga tergantung pada si kucing, ada yang fisiknya kuat dan ada juga yang fisiknya lemah. Sehingga kita perlu untuk berhati-hati dalam merawat dan menjaganya.

Berikan makanan yang paling baik

  • Kucing yang sedang hamil membutuhkan banyak protein dan vitamin. Sejumlah besar protein diperlukan untuk mendukung perkembangan janin. Pastikan makanan yang diberikan mengandung protein yang tinggi. Persentase kandungan protein bisa dilihat di kemasan. Biasanya makanan untuk kitten mempunyai kandungan protein dan vitamin yang lebih banyak dibandingkan makanan untuk kucing dewasa (adult). Sebaiknya kucing yang sedang hamil diberikan makanan untuk kitten ini.
  • Suplemen berupa vitamin dan kalsium juga diperlukan untuk meningkatkan kesehatan janin dan ibunya.
  • Hati-hati dengan suplemen kalsium. Pemberian kalsium yang terlalu banyak menyebabkan perkembangan tulang janin yang berlebihan. Akibatnya ukuran janin terlampau besar dan sulit keluar pada saat akan dilahirkan (distokia)


Kucing hamil harus berada di dalam rumah
  • Kucing yang hidup di luar rumah mempunyai resiko tertular penyakit yang lebih tinggi.
  • Keadaan di dalam rumah lebih hangat dan tenang, jauh dari gangguan kucing-kucing liar yang dapat menyebabkan perkelahian antar kucing.
  • Selain itu kondisi di dalam rumah relatif lebih bersih.
  • Anak-anak kucing harus dilahirkan di tempat yang bersih.


Jangan memberikan sembarang obat selama masa kehamilan
  • Pemberian obat-obatan pada kucing hamil hanya dilakukan dalam keadaan darurat saja.
  • Selalu konsultasikan pemberian obat-obatan dengan dokter hewan anda.
  • Berbagai obat-obatan seperti obat cacing, anti kutu dan beberapa macam antibiotik dapat menyebabkan gangguan dan cacat pada janin bahkan keguguran.


Berikan kasih sayang, namun jangan memandikan, dsb.
  • Jangan pernah memandikan kucing ketika sedang hamil walaupun satu kali, karena dikawatirkan dapat menyebabkan keguguran, demikian pula dengan yang di bawah ini.
  • Jangan sering-sering memegang, menekan atau meremas perut kucing.
  • Jangan menggedong kucing ketika sedang hamil.
  • Jangan membuat kaget atau jangan buat kucing jadi terkejut dengan apapun.
  • Berilah kasih sayang dan perhatian yang tulus padanya.


Sediakan kandang/tempat yang nyaman dan hangat
  • Sebuah kotak kardus yang besar diisi dengan handuk atau alas serta serpihan koran sudah cukup memadai.
  • Tempatkan ditempat yang hangat, bersih, tenang dan terawasi.
  • Pastikan tempat ini telah tersedia minimal 2-3 minggu sebelum waktunya melahirkan.


Gunakan pasir kotoran (litter) yang tidak menggumpal
  • Kadang-kadang kucing melahirkan anaknya di kotak/tempat kotoran (litter).
  • Pasir yang terdapat dalam kotak litter bisa menenpel di tubuh anak yang baru lahir.
  • Induk kucing biasanya tidak mau membersihkan (menjilati) anaknya bila tertutup pasir yang menggumpal (merek : pura, cat san, hartz scoop dll).
  • Gunakan saja pasir zeolit yang relatif lebih murah dan tidak menggumpal. Butiran zeolit berwarna abu kehijauan.


Jauhkan dari kucing-kucing lain
  • Jika anda memiliki banyak kucing, pastikan tempat melahirkan jauh dari kucing-kucing lain.
  • Pada saat melahirkan, kucing tidak suka berada didekat kucing lain, meskipun kucing tersebut sudah saling mengenal sejak lama.
  • Insting keibuan dan proteksi akan semakin kuat pada saat mendekati kelahiran.
  • Ada beberapa kucing yang baru melahirkan akan langsung menyerang kucing yang mendekatinya.


Siapkan persediaan makanan yang cukup
  • Siapkan persediaan makanan dan minum yang cukup bagi kucing anda.
  • Jangan biarkan kucing anda sendirian pada saat melahirkan.


Cek dokter hewan terdekat
  • Siapkan catatan alamat dan nomor telepon beberapa klinik atau dokter hewan terdekat.
  • Hubungi dan cari informasi dokter hewan/klinik yang buka 24 jam sebagai persiapan bila ada kasus emergency.


Cari informasi selengkap-lengkapnya
  • Selalu mencari informasi selengkap-lengkapnya dan belajar terus-menerus mengenai kehamilan kucing anda. Sehingga anda bisa menangani proses kelahiran kucing sendiri dan dapat segera menganalisis bila terjadi masalah atau komplikasi.
  • Bila informasi yang benar dan lengkap telah anda dapatkan, anda tidak akan panik lagi menghadapi kelahiran kucing kesayangan. 
from : kucing.biz 
 
_____sincerely_____

Tanda-tanda Kucing Bunting/Hamil

Kehamilan kucing mungkin merupakan salah satu hal yang ditunggu-tunggu pemilik kucing. Lalu bagaimana cara mengetahui seekor kucing hamil atau tidak ? berikut ini penjelasan mengenai beberapa ciri kucing yang hamil.

Penting sekali untuk selalu mencatat tanggal kucing kesayangan anda kawin. Dari tanggal kawin ini kita dapat memperkirakan waktu kelahiran kucing, sehingga kita dapat mempersiapkan diri mendapat tambahan kucing baru.

Kucing yang hamil dapat mengalami perubahan fisik dan tingkah laku.


PERUBAHAN FISIK
Bagian perut mulai membesar

Perut Kucing yang hamil mulai terlihat membesar pada umur kehamilan 5 minggu. Bagian perut ini akan terus membesar hingga mendekati saat melahirkan.

Puting susu memerah dan membesar (pink)
Salah satu tanda yang cukup signifikan adalah berubahnya puting susu. Pada kucing hamil, puting susu sedikit membengkak dan warnanya berubah kemerahan (pink)

Keluar susu
Air susu mulai diproduksi dan bisa dikeluarkan sekitar 3-2 minggu akhir masa kehamilan. Jadi bila puting susu dipencet dengan lembut dan terlihat ada cairan susu, kelahiran akan terjadi sekitar 2-3 minggu lagi.

Bulu sekitar puting susu menipis

PERUBAHAN TINGKAH LAKU
Muntah-muntah
Pada beberapa kejadian (jarang) kucing hamil juga muntah-muntah, seperti manusia pada awal kehamilan. Segera hubungi dan konsultasikan hal ini dengan dokter hewan

Berhentinya siklus birahi secara tiba-tiba
Siklus birahi (siklus estrus) kucing tergantung berbagai hal, salah satunya adalah musim. Di Indonesia yang merupakan negara tropis, siklus estrus kucing tidak banyak dipengaruhi oleh musim. Rata-rata panjang satu siklus estrus kucing sekitar 1-1.2 bulan. Waktu birahi (estrus) berlangsung sekitar 7 hari. Bila setelah dikawinkan, birahi kucing berhenti secara tiba-tiba dan tidak minta kawin lagi, kemungkinan besar kehamilan terjadi.

Peningkatan nafsu makan
Kucing yang hamil memperlihatkan peningkatan nafsu makan. Tentunya peningkatan nafsu makan ini bertujuan memberikan nutrisi yang cukup bagi perkembangan ibu dan janinnya.

Lebih lembut & mencari perhatian
Sebagian kucing yang hamil mengalami perubahan tingkah laku seperti lebih tenang dan lembut. Selain itu mereka juga berusaha mencari perhatian lebih terhadap pemiliknya. Pada akhir masa kehamilan terlihat beberapa tingkah laku seperti gelisah dan lebih suka berada di tempat hangat dan tertutup

MEMASTIKAN KEHAMILAN KUCING
Dokter hewan dapat membantu memastikan kehamilan kucing. Orang yang berpengalaman dapat memastikan kehamilan dengan palpasi (perabaan) pada umur kehamilah 3-4 minggu.

Alat alat seperti USG (ultrasonografi) dan Rontgen (X ray) dapat dipergunakan untuk memastikan kehamilan. USG dapat memastikan kehamilan setelah kandungan berumur minimal minggu. Detak jantung janin kucing baru bisa dideteksi setelah berumur 3 minggu 



from : kucing.biz


_____sincerely_____

Proses Menjodohkan dan Mengawinkan Kucing


Pemilik kucing wajib mengetahui serta selalu mengontrol karakter dan keadaan kucingnya, apalagi ketika kucing tersebut sedang birahi. Hal ini dilakukan agar dapat menangani perkawinan secara benar, juga untuk menghindari perkawinan inbreeding (bila breeder tidak menghendaki hal tersebut).


1. Masa Birahi dan Tanda-tandanya

  • Kucing betina pertama kali birahi saat berumur 7-8 bulan atau 10-11 bulan yang berlangsung selama 4-10 hari, kadang hanya 4-5 hari.
  • Siklus birahi ini akan berulang setelah 1 bulan atau setelah 2-3 bulan.
  • Kucing betina saat mengalami birahi, terjadi perubahan tingkah laku. Anda harus memahami tanda-tanda kucing betina birahi antara lain :
    • Kucing akan sering mengeong lama dan kaki belakangnya berjalan di tempat, suara mengeongnya kadang menjadi berat dan keras.
    • Kucing lebih manja terhadap pemiliknya dan lebih sensitif, kadang suka berguling-guling.
    • Bila dipegang dibagian punggung tepat nya di atas pangkal ekornya akan naik dan ekornya akan melengkung ke samping badannya.
    • Nafsu makan kucing juga jadi berkurang (menurun).
  • Bila kucing sudah mengalami tanda-tanda tersebut berarti kucing anda sudah dewasa dan siap dikawinkan. Namun bila kucing baru mengalami birahi yang pertama kali ketika umurnya baru 10 bulan sebaiknya kucing jangan di kawinkan dulu. Usia produktif untuk kucing kawin, mengandung dan melahirkan dimulai dari umur 1 tahun. Karena pada usia kucing 1 tahun kucing sudah benar-benar siap untuk memiliki anak dan merawat anaknya nanti. Jadi pada dasarnya kucing betina sebaiknya tidak dikawinkan sebelum berumur 1 tahun.
  • Pemilik perlu memperhatikan timbulnya pyometra yang menyebabkan penundaan breeding sampai beberapa kali.
    Pyometra adalah infeksi uterus karena penumpukan hormon progesterone, dan mengakibatkan penebalan dinding uterus serta berpotensi tumbuhnya bakteri. jika terjadi pyometra maka harus diambil uterusnya agar tidak terjadi kematian.
  • Pemilik kucing harus selalu memperhatikan kesehatan kucing miliknya, karena ini merupakan prioritas utama sebelum memutuskan untuk re-breeding.
  • Kucing betina yang dalam masa menyusui dan membesarkan anak-anaknya, sebelum anaknya lepas sapih (umur 3 bulan) jangan dikawinkan terlebih dahulu.
  • Formula minimum untuk periode re-breeding adalah 3 bulan + perbulan dari jumlah anak yang dilahirkan dan disusui.
  • Masa birahi kucing jantan berbeda-beda, tetapi biasanya terjadi pada umur satu tahun atau lebih.
  • Tanda kucing jantan birahi adalah suara mulai keras, suka mengeong, dan kalau melihat kucing betina ingin cepat menaikinya.


2. Persiapan dan Pemeriksaan Sebelum Perkawinan

Dilakukan pemeriksaan (terutama pada kucing betina), yaitu :
  • Vaksinasi
    Tujuan vaksinasi adalah agar anak yang dilahirkan bisa memperoleh nutrisi yang baik dari induk yang bebas penyakit, sehingga anaknya bisa gemuk dan sehat.
  • Pemberian obat cacing
    Tujuannya adalah agar anak kucing yang dilahirkan tidak cacingan.
  • Kondisi kesehatan
    Sebelum dikawinkan kucing betina harus dipastikan dalam keadaan sehat, tidak kurus, kulit dan bulu tidak bermasalah. Tujuannya agar proses perkawianan lancer, proses persalinan lancar, dan anak yang dilahirkan tidak mengalami masalah akibat tertular penyakit dari induknya.
    Kucing jantan hanya diperiksa seperti biasanya (general checkup).
  • Kandang atau Tempat Perkawinan
    Kucing memerlukan tempat yang cukup luas dan tenang dalam proses perkawinannya. Sebaiknya ada ruangan tersendiri (kamar) atau minimal kandang dengan luas minimal 1 meter persegi untuk tempat/lokasi perkawinan.

3. Menjodohkan (Mengenalkan) Kucing Betina & Jantan

Pertama
  • Perhatikan Induk Betina, biasanya kucing betina yang siap untuk dibuahi akan berisik dan gelisah, mengeong sepanjang hari.
  • Hal ini (keinginan kawin ini) akan berlangsung sekitar 4-10 hari, kadang hanya 4-5 hari.
  • Jadi jangan sampai waktu ini terlewatkan karena untuk menunggu induk betina siap dibuahi lagi akan memerlukan waktu cukup lama sesuai siklus birahinya (1 bulan sekali atau 2-3 bulan sekali, juga ada yang hanya 6 bulan sekali).
  • Siklus birahi (ingin kawin) betina sulit untuk dipaksakan. Kalau pejantannya tidak masalah, siap kapan saja.

Kedua (Pengenalan)
  • Bila kucing baru pertama kali bertemu, kandangkan dulu pejantan sedemikian rupa sehingga dapat terlihat oleh betinannya dan biarkan betina mengeong memanggil pejantan.
  • Prinsipnya kucing jantan dan betina didekatkan tetapi tidak dalam satu kandang.
  • Proses ini sebagai pengenalan dan penentuan proses selanjutnya.
  • Jika berjalan lancar maka membutuhkan waktu antara 1-2 hari.

4. Proses perkawinan
  • Satukan kedua induk dalam satu ruangan yang sudah dipersiapkan.
  • Biarkan proses perkawinan berjalan alami selama sekitar 2-7 hari (tergantung keberhasilannya, normalnya 3-4 hari saja).
  • Biasanya perkawinan akan berlangsung berkali kali.
  • Pejantan akan mendekati betina, menciumi kemaluan betina, mulai menaiki sambil menggigit tengkuk betina, dan berlangsunglah perkawinan.
  • Proses perkawinan terjadi jika induk betina setelah kawin dia menggeram keras dan berguling-guling (kadang sambil menjilati kemaluannya), karena penis pejantan bergerigi jadi betina akan kesakitan.
  • Pisahkan kedua kucing jika proses ini sudah tidak lagi.
  • Ada kalanya betina sulit dikawini pejantan karena salah posisi (miring, terlentang, pinggul tidak diangkat).
  • Jika hal ini terjadi maka kita dapat membantunya dengan memegang betina pada posisi yang benar.
  • Keberhasilan proses ini tergantung pada kemauan, kemampuan, pengalaman, dan kesabaran pejantan menghadapi betina.

Proses perkawinan ini akan berlangsung 2-7 hari dan setelah itu pejantan dan betina bisa dipisahkan.

Sebaiknya mating dilakukan 3-4 kali per hari dalam jangka waktu 2-3 hari berturutan, setelah itu pisahkan pejantan dan betinanya sampai kita yakin terjadinya kehamilan.

Jika dalam satu bulan induk betina diraba putingnya terasa membesar dan keras berarti proses pembuahan berhasil, tinggal tunggu saja proses kelahiran yang kurang lebih sekitar 59-68 hari setelah perkawinan.

Bila proses kehamilan gagal biasanya betina akan mengalami estrus lagi. Sebaiknya proses perkawinan juga diawasi, paling tidak kita menyaksikan bahwa proses tersebut berhasil yang ditandai dengan betina yang berguling-guling dan marah bila didekati oleh pejantannya.

Tidak seperti breeding pada anjing, telur kucing akan dijatuhkan setelah proses breeding terjadi dan semuanya dijatuhkan sekaligus. Oleh karena itu betina akan berguling-guling dalam rangka menjatuhkan telurnya agar bisa bertemu dengan sperma yang ditinggalkan pejantannya.

Biasanya (tidak selalu) dalam 24 jam atau 48 jam setelah proses matting, betina akan berhenti memberikan tanda2 birahinya (berteriak2, berguling-guling, merintih2). Ini menandakan bahwa proses pembuahan telah terjadi.

Kemudian pada hari ke 21 sudah bisa di cek apakah puting susunya membesar dan berubah warna menjadi pink. Pada beberapa kucing, perubahan bisa saja terjadi pada 1 bulan pertama atau bahkan pada minggu ke 6.

Kadang-kadang antara hari ke 21-28, betina menunjukkan gejala2 heat lagi yang terjadi karena perubahan hormonal. Atau juga terjadi pada minggu ke 6 dimana dia mulai merasakan pergerakan anak didalam perutnya. Pada masa ini, biasanya dia akan mencari tempat untuk sembunyi untuk melahirkan. Pastikan bahwa tersedia tempat yang tenang dari gangguan kucing lain sebelum proses kelahiran terjadi.

Kucing betina biasanya mengalami masa kehamilan antara 59-68 hari.

Untuk mempermudah perhitungan, kita bisa mengambil angka rata2 63-65 hari dihitung dari hari pertama kita mulai mengawinkan (asumsi terjadi pembuahan pada hari pertama).

Gunakan kalender untuk menandai masa kawin dan kemungkinan masa kelahiran. Hal sangat penting bagi kita sebagai pemilik untuk mengevaluasi kondisi kehamilan terutama menjelang minggu-minggu terakhir. Diskusikan perkembangan dengan dokter hewan untuk memastikan kesehatannya. 



from : kucing.biz


_____sincerely_____

Mewariskan Warna Kucing

Kucing liar biasanya berwarna tabby (garis garis hitam pada warna dasar abu abu). Warna dasar ini sama dengan warna agouti pada tikus dan kelinci.



Warna agouti dikontrol oleh gen dominan pada lokus A (catatan : lokus: tempat atau prosisi gen dalam kromosom) (genotipenya A_). Dalam keadaan homosigot resesif akan menghasilkan warna hitam. (catatan Genotipe: komposisi gen yang dimiliki oleh kucing yang mengontrol suatu sifat).

Pola warna tabby mackerel biasanya dijumpai pada kucing mongrel. Warna ini hampir menyerupai warna kucing liar. Pola warna bloched tabby memiliki garis garis hitam yang tidak beraturan. Kucing abyssinian hampir tidak memiliki garis garis hitam, kecuali dalam jumlah kecil pada bagian kaki dan ekor.

Ketiga macam pola warna tabby ini dikontrol oleh gen Ta untuk pola warna abysssinian (dominan terhadap T dan t), T untuk pola mackerel (dominan terhadap t dan resesif terhadap Ta) dan t untuk pola warna tabby bloched (resesif terhadap Ta dan T).




Agar warna hitam pada kucing dapat diekspresikan, paling tidak harus ada gen dominan pada lokus B (B_). Genotip bb alan menghasilkan warna coklat. Gen resesif b epistasis (catatan : keberadaanya akan menutupi ekspresi gen lain yang bukan lokusnya) terhadap aa. Diduga ada alel lain yang bersifat resesif terhadap b yang menghasilkan warna coklat susu.

Produksi melanin red (orange) disebabkan oleh gen kodominan O (catatan: tidak salng mendominasi) (epistasis terhadap aa). Alel o yang homosigot pada kucing betina akan menghasilkan warna hitam (genotipnya aaB_oo). Oleh karena gen gen pada lokus O terpaut kelamin (catatan: lokasinya berada pada kromosom sex X), maka pada kucing jantan yang berwarna hitam hanya memiliki satu gen o saja (genotipnya aaB_oY, lambang Y adalah kromosom Y yang tidak membawa lokus O).

Kucing betina berwarna orange akan memiliki genotipe aaB_OO dan pada jantan aaB_OY). perlu diketahui bahwa gen O diekspresikan secara kodominan dan terpaut kelamin. Kucing betina heterosigot akan berwarna hitam dan orange dengan bulu hitam diantaranya, pola ini disebut dengan warna tortoiseshell. Pola warna ini tidak dijumpai pada kucing jantan, karena kucing jantan normal hanya memiliki satu kromosom X saja.

Dua gen mutan (catatan: gen yang telah mengalami mutasi) pada lokus C, yaitu cb dan cs yang masing masing akan menghasilkan pula warna burma dan siam. Kucing burma (genotipnya cbcb) memiliki warna coklat kehitaman pada bagian tubuh dengan warna yang lebih gelap pada telinga ekor dan hidung, sedangkan matanya berwarna biru.

Kucing siam (genotipnya cscs) memiliki warna putih di seluruh tubuh dengan warna gelap disekitar mata, telinga hidung dan ujung kaki. Jika genotipnya cbcs akan menghasilkan kucing dengan warna pertengahan antara pola warna burma dan siam. kedua alel (catatan : pasangan gen) ini resesif terhadap alel C yang mengontrol ekspresi warna penuh yang warnanya akan ditentukan oleh gen gen yang terletak ada lokus lainnya.

Kucing putih polos (catatan: bukan albino) dihasilkan oleh gen dominan W, sedangkan warna lain dihasilkan oleh genotipe ww. Biasanya warna mata kucing putih ini adalah biru atau copper. Gen dominan ini tampaknya memiliki pengarih pleiotropy (catatan : gen yang mempengaruhi lebih dari satu sifat), dengan hampir 50% kucing putih mengalami ketulian. Gen dominan I menekan perkembangan melanin yang berakibat dihasilkannya warna putih dengan ujung bulu yang berwarna.

Fenotipe (Catatan: ekspresi suatu sifat yang dapat kita lihat)yang dihasilkan adalah silver, chinchilla, dan coklat tua seperti pada kucing persia. Pola warna bercak putih yang tidak beraturan pada kucing bersifat dominan (genotipenya S_). Jika bercak putih ini muncul bersamaan dengan warna tortoiseshell, maka warna orange dan hitam akan terpisah dengan jelas. Pola warna seperti ini kita kenal dengan pola warna calico (kucing warna belang tiga).

Derajat warna putihnya bervariasi dari hanya sedikit saja sampai banyak. jadi apabila dalam keadaan normal, maka hanya kucing betina saja yang memiliki warna calico, sedangkan kucing jantan hanya berwarna bicolor. Kadang-kadang masih terdapat kucing jantan calico yang dihasilkan akibat ketidak normalan pembelahan sel, dimana kucing jantan ini memiliki kelebihan kromosom sex X (genotipenya aaB_OoY, catatan kucing ini memiliki kromosom sex XXY). Biasaya kucing jantan ini mengalami kelainan reproduksi dan steril.

Gen dilusi d bersifat resesif. Apabila dalam keadaan homosigot, akan mendilusi warna hitam menjadi blue dan warna kuning menjadi cream. Warna gelap diproduksi oleh gen D_.Sintesa granul pigmen dikontrol oleh oleh enzim tyrosinase yang sangat peka tehadap suhu. Makin gelap warna kucing, akan semakin peka terhadap suhu. Sebagai contoh warna hitam lebih peka dibandingkan dengan warna coklat. Warna coklat lebih peka terhadap suhu jika dibandingkan dengan warna cinnamon.

Sehingga kalau kita perhatikan akan terlihat jelas bahwa barna bulu bagian atas akan lebih gelap jika dibandingkan dengan bagian tengah bulu dan tampak hampir berwarna putih pada pangkal bulu yang berdekatan dengan kulit kucing yang suhunya tentunya lebih hangat.

Anak kucing berwarna pointed biasa dilahirkan berwarna putih, sebab warna masih belum terbentuk akibat anak kucing selama dalam kandungan berada dalam uterus induknya yang hangat. warna mulai muncul pada bagian yang terdingin dari bagian tubuh. Pada bagian tubuh yang lebih hangat akan terbentuk warna yang lebih sedikit.Sel yang menghasilkan pigmen terbentuk pada tahapan embrio dan selanjutnya bermigrasi ke seluruh bagian tubuh. Warna spot putih tidak dapat diduga dan dikontrol kuantitas dan kualitasnya.

Kucing Birman kemungkinan mengalami modifikasi gen, sehingga warna putih hanya ditemukan pada bagian kakinya saja.Warna bulu, kulit dan mata disebabkan oleh keberadaan melanin yang terbentuk sesudah terjadinya reaksi biokimia ensim tyrosinase. Sintesis tyrosinase terjadi di melanocyte yang merupakan basis pembentukan melanin.

Melanin terdeposit dalam bentuk granul dengan berbagai macam bentuk, ukuran, dan letak sebaranya sehingga menghasilkan bermacam-macam variasi warna. terdapat dua macam sintesis melanin, yaitu eumelanin dan phaeomelanin.Granul Eumelanin (warna gelap) berbentuk sperikal dan menyerap hampir semua warna. Granul phaeomelanin berbentuk bulat panjang dan memantulkan cahaya dengan kisaran warna mulai dari merah jingga sampai kuning.

Melanin akan terdeposit secara merata pada bulu apabila enzim diproduksi secara terus menerus, pembentukan warna dimulai dari ujung bulu, bagian tengah dan bagian pangkal bulu. bagian bawah bulu seringkali berwarna lebih pucat

Warna Mata

Sampai saat ini genetika pewarisan sifat warna mata masih belum sepenuhnya dapat dijelaskan dengan pasti. Warna mata tidak saja menyangkut substansi warnanya, akan tetapi merupakan refleksi cahaya yang mengenai berbagai material yang ada di mata.

Secara umum perbedaan warna mata ditentukan oleh konsentrasi, granulasi dan endapan melanin. Warna mata ditentukan oleh tingkat intensitas melanin di depan atau di belakang iris mata.Warna mata biru merupakan akibat dari tidak adanya pigmen di depan iris mata dan adanya melanin kecoklatan yang tersebar di belakang iris mata. Warna biru merupakan refleksi dan dispersi cahaya yang melaluinya.

Warna mata hijau merupakan dilusi warna pigmen coklat atau kuning di depan iris mata dan adanya melanin kecoklatan yang tersebar di belakang iris. Pigmen kuning tertutupi oleh latar belakang warna biru dan berakibat dihasilkannya efek kehijauan. Intensitas warna hijau tergantung pada kualitas dan kuantitas melanin yang berada di depan iris.

Warna mata hazel dihasilkan dari penambahan pigmen di depan dan dibelakang iris mata yang menghasilkan efek kuning keperakan atau kuning dengan efek hijau.

Warna mata cooper, gold dan orange terjadi apabila bagian depan iris mata dipenuhi oleh pigmen, sehingga tidak ada refleksi cahaya yang mengenainya.

Gen yang menghasilkan kucing berwarna spot putih dan pointed akan menghasilkan pengaruh munculnya warna mata kebiruan.Gen mink mencegah kemunculan pigmentasi penuh dan penyebaran granul pigmen yang kan menghasilkan warna efek warna mata biru kehijauan.Gen sepia mencegah terjadinya pigmentasi penuh dan menghasilkan efek warna mata gold.

Pustaka :
- Noor, R.R. 2008. Genetika ternak. cetakan ke 5. Penebar Swadaya, Jakarta
- Stephens, G. 1990. Legacy of Cat. Crawford House Press, Bathurst


from : kucing.biz

______sincerely_____ 

Fading Kitten Syndrome Pentingnya Mengetahui Golongan Darah Kucing

Fading Kitten Syndrome adalah suatu kejadian matinya anak kucing dari beberapa hari hingga 7 hari setelah lahir akibat adanya perbedaan golongan darah dengan induknya.

Pentingnya Mengetahui Golongan Darah Kucing bagi Breeder
Seorang breeder sebaiknya memiliki kucing-kucing dengan Golongan darah A. Perkawinan kucing-kucing dengan golongan darah yang berbeda mempunyai resiko kematian anak kucing beberapa hari setelah lahir.

Golongan Darah Kucing
Seperti juga manusia, ternyata kucing pun memiliki beberapa macam golongan darah. Ada tiga macam golongan darah yang terdapat pada kucing, yaitu A, B dan AB.

Di Amerika Serikat, 95 % kucing domestik dan campuran mempunyai golongan darah tipe A. Semua kucing ras Siam, Burmese, Tonkinese, American Shorthair dan Oriental Shorthair sejauh ini diketahui mempunyai golongan darah A.

Sekitar 50 % kucing ras berdarah murni termasuk ras Persia, Devon Rex, Sphynx, Abyssinian, Cornish Rex, Exotic Shorthair, Birman dan Somali mempunyai golongan darah B.

Sejauh ini, peralatan/kit untuk mengetahui jenis golongan darah kucing belum terdapat di Indonesia. Walaupun ada Cattery atau Breeder berpengalaman yang membeli sendiri peralatan tersebut dari luar negeri untuk kepentingan Cattery-nya.

Golongan darah A pada kucing bersifat lebih dominan dari pada tipe B. Oleh karena itu bila salah satu orang tua kucing mempunyai golongan darah yang berbeda, kemungkinan besar anak-anak kucing mempunyai golongan darah A.

Seperti juga manusia, kucing juga mempunyai zat kekebalan (antibodi) alamiah terhadap golongan darah lain selain miliknya. Perkawinan kucing dengan golongan darah berbeda mempunyai resiko kematian anak kucing akibat adanya antibodi ini.

Tipe A lebih dominan dari B
Pada kucing, golongan darah A bersifat lebih dominan dari golongan darah B. Oleh karena itu bila kucing jantan dan betina mempunyai golongan darah yang berbeda ( A dan B atau AB), kemungkina besar anak kucing yang lahir mempunyai golongan darah A.

Seorang Breeder sebaiknya hanya memelihara kucing dengan golongan darah A. Kucing betina bergolongan darah B hanya bisa dikawinkan dengan pejantan yang bergolongan darah B juga. Berikut ini alasannya

Jantan (A) X Betina (A) --> aman
Perkawinan kucing jantan dengan Golongan darah A dengan betina golongan darah A, akan menghasilkan anak kucing dengan golongan darah yang sama. Hal ini tidak berbahaya, anak kucing dapat selamat dan hidup dengan normal.

Jantan (B) X Betina (A) --> aman
Perkawinan kucing jantan dengan Golongan darah B dengan betina golongan darah A, akan menghasilkan anak kucing dengan golongan darah A (karena A lebih dominan dari B). Hal ini tidak berbahaya, anak kucing dapat selamat dan hidup dengan normal.

Jantan (B) X Betina (B) --> aman
Perkawinan kucing jantan dengan Golongan darah B dengan betina golongan darah B, akan menghasilkan anak kucing dengan golongan darah B. Hal ini tidak berbahaya, anak kucing dapat selamat dan hidup dengan normal.

Jantan (A) X Betina (B) --> Fading Kitten Syndrome
Perkawinan kucing jantan dengan Golongan darah A dengan betina golongan darah B, akan menghasilkan anak kucing dengan golongan darah A (karena A lebih dominan dari B). Hal ini berbahaya, karena golongan darah ibu berbeda dengan golongan darah anak.

Dalam air susu yang dihasilkan oleh induk terdapat antibodi (zat kekebalan tubuh). Dalam susu juga terdapat antibodi terhadap golongan darah yang berbeda.

Jika golongan darah induk B dan anak A, susu dari induk akan menghancurkan sel-sel darah anak kucing karena golongan darahnya berbeda. Susu dari induk bukannya menjadi energi dan makanan bagi anak, malah menjadi pembunuh bagi anak kucing.

Anak kucing tersebut akan mati dalam beberapa hari setelah disusui induknya.Inilah yang disebut Fading Kitten Syndrome.

Jadi jika kita tidak mengetahui golongan darah kucing kita dan setelah beberapa kali kawin dengan jantan yang sama, anaknya selalu mati dalam beberapa hari setelah melahirkan, ada kemungkinan kucing betina anda memiliki golongan darah B. Cobalah cari pejantan lain, lebih baik lagi mencari pejantan yang memang diketahui bergolongan darah B.

Kucing Dengan Golongan Darah AB
Lalu bagaimana dengan kucing yang bergolongan darah AB ?. Anda tidak perlu takut, reaksi antibodi yang terdapat pada susu tidak terjadi pada kucing dengan golongan darah AB. Bila induk bergolongan darah A atau B dan anak tipe AB, Fading Kitten Syndrome tidak terjadi. Begitu juga sebaliknya bila induk bergolongan AB dan anak A atau B, anak-anak tersebut dapat hidup normal tidak terganggu oleh susu induknya. 


from : kucing.biz 

_____sincerely_____
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Perawatan Kucing - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger