Latest Post

Tampilkan postingan dengan label jenis kucing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jenis kucing. Tampilkan semua postingan

Mengenal Ras, Kucing Asli Indonesia

Written By s'sinta on Minggu, 22 April 2012 | 16.33


Saat ini, kucing adalah salah satu hewan peliharaan terpopuler di dunia. Kucing yang garis keturunannya tercatat secara resmi sebagai kucing trah atau galur murni (pure breed), seperti persia, siam, manx, sphinx. Kucing seperti ini biasanya dibiakkan di tempat pemeliharaan hewan resmi. Jumlah kucing ras hanyalah 1% dari seluruh kucing di dunia, sisanya adalah kucing dengan keturunan campuran seperti kucing liar atau kucing kampung.




Tidak banyak yang mengetahui bahwa dari jumlah 1% tersebut, Indonesiamemiliki kucing trah asli Indonesia yang hidup dan berkembang biak di Madura, tepatnya di sebuah pulau kecil bernama Raas yang terletak di sebelah timur pulau Madura

Kucing Raas ini mempunyai bentuk tubuh yang menyerupai leopard dalam ukuran kucing. Saat ini telah diketahui dua warna yang sering terdapat pada kucing raas, yaitu : buso dan kecubung. Buso adalah bahasa setempat untuk warna abu-abu (blue) seperti yang terdapat pada ras rusian blue atau british shorthair. Sedangkan kecubung adalah istilah setempat yang diberikan bagi kucing yang berwarna coklat.

Adat istiadat dan kepercayaan setempat turut mendukung kemurnian ras kucing ini. Kucing ini ternyata merupakan komoditi penting bagi pejabat maupun pemuka di daerah, karena mempunyai arti dan nilai khusus.

Perkembangbiakannya hanya terjadi di pulau Raas dan sangat dilindungi oleh penduduk setempat. Hanya kucing jantan yang telah dikebiri yang diizinkan untuk dibawa keluar pulau. Kelahiran anak kucing warna abu-abu selalu dinantikan untuk diberikan sebagai hadiah kepada orang-orang tertentu ataupun penyayang kucing karena memang sangat diminati.

Dengan adanya perlakuan khusus dari penduduk setempat dalam hal penyebarannya keluar pulau Raas, kemungkinan besar tidak akan terjadi perkembangbiakannya atau persilangan dengan kucing lain ditempat yang baru. Tetapi perkembanganbiakan yang terjadi di pulau Raas itu sendiri belum dapat dipastikan, karena diduga terjadi secara alami tanpa adanya pengawasan atau perlakuan khusus dalam pembiakannya. Diperlukan program pengembangbiakan kucing yang ketat dan terencana untuk menghilangkan atau meminimalkan cacat genetik sekaligus menstabilkan sifat-sifat genetik yang merupakan ciri khas.
Kita berharap semoga kucing Ra’as ini akan menjadi kucing ras asli Indonesia yang bersertifikasi.

dari: berbagai sumber

Kucing Chinchilla Longhair

Written By s'sinta on Kamis, 22 Maret 2012 | 04.47



Kucing Chinchilla Longhair atau sering disebut kucing Chinchilla Persian, di Asia Tenggara dikenal juga dengan sebutan kucing Janjira, juga sering disebut "silver cat". Kucing ini merupakan kucing keturunan Persia yang awalnya dikembangkan di Inggris dan akhirnya sebagian breeder menjadikannya sebuah ras baru, sebagian breeder lainnya memasukkannya sebagai grup ras kucing Persia.

Kucing ini sangat anggun, berbulu panjang, dan sebenarnya terdapat dua warna yaitu chinchilla warna cerah (sejati) dan chincilia warna agak gelap (perak gradasi).

Kucing Chinchilla ini berkepribadian lembut, hangat, sifat pendiam, patuh, sangat tenang dan senang berbaring. Kucing ini mampu melakukannya dengan baik terhadap anak-anak, sangat menyenangkan. Keinginan mereka bermalas-malasan dan bermain, mereka senang di dalam ruangan (di dalam rumah). Kucing ini mudah dikandangkan, relatif tidak berisik dan lebih cocok hidup di dalam rumah.

Kucing Chinchilla Longhair ini mudah beradaptasi, sehingga mudah bergaul dengan setiap rumah tangga. Kucing ini mudah akrab dengan kucing lain, binatang lain dan anak-anak, sangat responsif dan menjadi sumber kebahagiaan bagi pemiliknya, sangat menyenangkan. Mereka suka bermain, mereka senang di dalam ruangan (di dalam rumah).

Seperti halnya kucing Persia, kucing Chinchilla sangat anggun sekaligus wajahnya nampak lucu sekali. Kepalanya besar dan bulat, hidung pesek dan lebar dengan celah pembatas yang jelas dengan mata. Rahang kuat dan lebar, pipi penuh ditopang tulang pipi yang menonjol. Bila dilihat dari samping, bagian dahi hidung dan dagu berbentuk garis tegak lurus.

Mata kucing Chinchilla bulat besar dengan warna zamrud, biru dan hijau, hijau, atau kuning-hijau. Bulunya sangat menawan.

Telinga kucing Chinchilla berujung bulat, bagian dasar melebar, tidak terlalu tinggi dan miring ke depan. Matanya membuka berbentuk bulat dan lebar, warna matanya berhubungan dengan warna bulu dan serasi.

Dadanya lebar dan membulat dengan bagian punggung sedikit membulat, ukuran dan posisi perut bagian belakang membulat dan lebih rendah (cobby). Kaki kucing Chinchilla pendek, tebal, kuat ditopang tulang yang berukuran besar. Kaki depan lurus dan kaki belakang juga lurus bila dilihat dari belakang.

Bulunya panjang dan tebal mengkilap, menutupi seluruh badannya, dengan ekor yang berbulu tebal, lurus, panjang sesuai proporsi badannya.

from : kucing.biz

_____sincerely_____ 

Kucing American Bobtail Shorthair


Kucing American Bobtail SH (Shorthair) merupakan salah satu ras kucing yang berkembang melalui seleksi alamiah. Meskipun kucing-kucing hutan bobtail (ekor pendek) telah ada di Amerika Serikat sejak dulu, namun program pengembang-biakan baru mulai berkembang sekitar akhir tahun 1960-an.

Ciri utama kucing American Bobtail Shorthair ini adalah ekor yang tebal dan pendek, sekitar 1/3 panjang normal ekor kucing. Seperti juga pada kucing Manx, bentuk ekor yang pendek tersebut merupakan hasil mutasi genetik.

Kucing American Bobtail Shorthair berukuran medium-besar dengan bentuk badan kekar, mirip kucing liar bobcat yang terdapat di hutan-hutan Amerika Serikat. Seperti juga kucing Norwegian Forest cat, kucing American Bobtail Shorthair termasuk kucing yang puber pada umur 2-3 tahun. Badannya cukup panjang, padat berisi, dan semi cobby. Pertulangannya kokoh dan besar dengan dada lebar dan padat. Kaki belakangnya lebih panjang dan lebih besar dari kaki depan. Kucing jantan bisa mencapai berat 7.5 Kg.

Kepala berbentuk seperti segitiga lebar dengan rahang lebar dan kuat. Hidung lebar dengan daerah sedikit cekung antara kening dan hidung. Telinga berukuran sedang, lebar di bagian dasar dan terdapat rambut yang lebih panjang diujungnya. Mata berbentuk seperti almond dengan warna mata bervariasi sesuai dengan warna bulu.



Kucing American Bobtail Shorthair termasuk kucing yang aktif dan sangat suka bermain. Selain mudah bersahabat dengan manusia, juga termasuk kucing yang cerdas dan ahli melepaskan diri dari kandang atau ruangan tertutup. Mereka sangat mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitar, tidak peduli lingkungannya tenang atau berisik. Salah satu ciri khas ras ini adalah sifatnya yang mirip dengan anjing.

Kucing American Bobtail Shorthair sangat senang berada di sekitar pemilik dan mencari perhatian pemiliknya. Kucing ini dapat dibiasakan diajak jalan-jalan menggunakan rantai kecil/tali. Setelah terbiasa mereka justru minta diajak jalan-jalan.

Sejarah kucing American Bobtail Shorthair berawal dari sebuah keluarga pasangan muda bernama Sanders yang menemukan seekor anak kucing bobtail jantan berwarna brown tabby, di kawasan cagar budaya Indian yang terdapat di bagian selatan Arizona. Anak kucing tersebut berasal dari kucing bobcat liar yang kawin dengan kucing lokal. Pasangan muda tersebut mengawinkan kucing jantan tersebut dengan kucing betina berekor normal. Kemudian lahirlah anak-anak kucing dengan ekor pendek (bobtail). Dari anak-anak kucing tersebut ras American Bobtail terbentuk.

Kucing American Bobtail Shorthair dan Kucing Japanese Bobtail sama sekali tidak berhubungan. Meskipun nama dan bentuk kucingnya mirip, kucing-kucing yang dilibatkan dalam program breeding kedua ras tersebut tidak berhubungan sedikit pun.

from : kucing.biz

_____sincerely_____ 

Kucing Himalayan

Written By s'sinta on Sabtu, 03 Maret 2012 | 02.56







Kucing Himalayan berasal dari negeri Persia (sekarang Iran), beberapa penggemar kucing kadang menyebutnya kucing persia colorpoint.

Kucing Himalayan bulunya berpola colorpoint dengan mata cenderung berwarna biru tua, dan jenis kucing ini merupakan perpaduan antara kucing Persia untuk fisiknya dengan jenis kucing Siamese.

Pada tahun 1920 seorang ahli genetik Sweden, Dr. Tjebbes melakukan penyilangan kucing Persia dengan Siamese yang menghasilkan ras baru dengan pola warna seperti Siamese tetapi bulunya panjang. Namun persilangan antara persian dan seamese sekarang sudah tidak diperbolehkan lagi.

Kucing Hilmalayan sangat mudah beradaptasi dan akan mudah bergaul dengan setiap rumah tangga. Memiliki kepribadian yang ramah dan hangat, mereka melakukannya dengan baik terhadap anak-anak, sangat menyenangkan. Keinginan mereka bermalas-malasan dan bermain, mereka senang di dalam ruangan (di dalam rumah).

Kucing Himalayan bisa akrab dengan kucing lain, binatang lain dan anak-anak. Kucing persia sangat responsif dan menjadi sumber kebahagiaan bagi pemiliknya.(kucing.biz)

















_____sincerely_____


Kucing British Shorthair






Kucing British Shorthair merupakan salah satu ras kucing tertua yang pernah dikenal manusia. Kucing Ras ini lebih disukai karena sifatnya yang tenang dan setia.
Saat ini semua asosiasi/federasi internasional mengakui kucing ras ini.


Secara umum ukuran badannya medium sampai besar dengan berat berkisar 4 - 8 kg. Badannya kompak, padat, cobby, kuat dan berotot dengan dada, bahu serta pinggul yang lebar. Kepalanya bulat dan lebar dengan pipi penuh, terletak pada leher yang pendek dan tebal. Hidung pendek, lebar dan lurus tanpa lekukan, bentuk dagunya bulat. Ukuran telinga sedang dan lebar pada bagian bawah dengan ujung melengkung. Jarak antara kedua telinga sedang. Mata besar dan bulat, warnanya berhubungan dengan warna bulu yaitu copper, gold, blue, green atau odd eyes.

Kaki Kucing British Shorthair pendek dengan tulang yang kuat serta berotot dan jari-jarinya bulat. Panjang ekor lebih kurang 2/3 panjang tubuh, tebal pada bagian pangkal dan menipis pada ujungnya. Bulunya pendek, padat dan tebal.

Nenek moyang kucing British Shorthair berhubungan dengan bangsa romawi yang dahulu pernah menguasai Inggris. Setelah Romawi menyerang dan menguasai Inggris, pertanian Inggris mulai dikembangkan. Seiring dengan perkembangan pertanian tersebut, muncul kebutuhan untuk melindungi hasil pertanian dari serangan tikus. Para tentara Romawi membawa kucing untuk menjaga hasil-hasil pertanian. Kucing-kucing tersebut disebut kucing pekerja, karena harus bekerja untuk mendapatkan makanan. Saat itu kucing tersebut tidak dipelihara sebagai binatang kesayangan.

Kucing-kucing ini hidup secara bebas di gudang dan pertanian dengan sedikit sekali pengaruh dari manusia. Populasi kucing tersebut mulai berkembang dengan subur. Ketika bangsa romawi pergi, Inggris sebagai negara kepulauan, terisolasi dari bagian dunia lain. Selama beberapa ratus tahun tidak ada lagi impor kucing baru. Kucing-kucing yang telah ada di Inggris berkembang biak dengan bebas, menghasilkan kucing dengan badan yang kokoh dan tebal disertai bulu yang indah.

Akhir tahun 1800-an para penggemar kucing di Inggris mulai memperhatikan kucing tersebut dan mulai menyadari keindahannya. Pada kontes kucing pertama di Crystal Palace, London tahun 1871, kucing-kucing ini mendapat banyak penghargaan. Tahun 1889 British shorthair mendapatkan status sebagai ras kucing tersendiri. Tahun 1907, penggemar kucing Inggris membentuk British Cat Club. Kemudian popularitas british shorthair menurun terkalahkan oleh ras persia dan siam.

Selama perang dunia ke dua, populasi british shorthair berkurang dengan drastis. Untuk menyelamatkan ras tersebut, british shorthair banyak dikawinkan dengan kucing persia. Akibatnya mulai muncul warna-warna lain selain warna "blue" yang merupakan warna asalnya.

CFA mengakui British Shorthair pada tahun 1980. Tahun 1988 GCCF dan semua asosiasi/federasi di Amerika Utara mengakui kucing ras ini. TICA merevisi standar ras ini pada tahun 1993. Belakangan ras ini mulai menjadi populer kembali. Semua warna dibolehkan, tetapi warna blue lebih dikenal. TICA mengizinkan untuk disilangkan dengan Scotish Fold atau Manx.

from : kucing.biz

_____sincerely_____

Kucing British Longhair






British Longhair cats are a semi-longhair version of British Shorthair. Apart from the British Longhair cats' fur, they are identical to the British Shorthair. The British Longhair cat is also known as Lowlander in U.S. and Britanica in Europe, but is not recognized in the UK.

The British Longhair has the same body structure as the British Shorthair, except the coat, which is medium long.

The head must be round, the skull is broad with a well rounded forehead. Cheeks are full and round (chubby).
The ears are small to medium-sized and set wide apart, with rounded ear tips.
The nose is broad, straight and short, and has a slight indentation between the eyes, but not a stop like Persian or Exotic.

The eyes are large and round and set wide apart. Eye colour is different on different coat colours: Orange eyes are found in solid colours, tabbies, white, smoke, bicolour. Blue eyes are found in white, bicolour and colourpoint (but bare in mind that the blue of a colourpoint is genetically different from the blue in a white cat!). Green eyes are found in black/blue silver shaded, shell and silver tabbies.
The muzzle is broad, short and rounded. The jaws are broad, bite is level.
The head is carried on a short, thick neck.

Compare the head of the British Longhair with that of the British Shorthair, and you will not see any difference, except the coat length. Also the ears and eyes have the same shape, size and placement. The neck is short and thick.

The breed is medium to large in size, the body is short (called cobby). Shoulders are broad and muscular, the chest is broad and rounded. Legs are short to medium long, strong with large, round paws.Bone structure is very solid.The tail is short and thick, the tail tip is rounded. The tail shall be shorter than the body length.

The coat is medium long with a dense undercoat. The coat stands away from the body and is not flat lying or flowing. A full ruff and britches are desired. The coat has a plush-like texture, which may be slightly different between the various colors.

You can see, what is meant with a full ruff in a semi-long coat. You can also see the head once more, which has clearly the same shape as in the British Shorthair.

History

Very little written documentation is known about the British Longhair, they have been around always, and appeared in many shorthair litters. As it was common that British have to be shorthaired, the longhaired kittens were sold as pets for many years. Thus, the breeding history as a separate, distinctive breed is very young.

On August 29-31, 2001 the British Longhair was added as NBC to the British Group by TICA. The standard in TICA is from January 5, 2004.What is also very strange, is the decision of FIFe to recognize from January 1, 2002, as British cats only the British Shorthair. Thus creating the problem that longhaired British cats are neglected and sold as house pets.

Temperament

The British Longhair are independent, yet very affectionate to their people. They follow them around the house to make sure that everything is done right. Males are very people oriented. They are very quiet, rather little talking, and very gentle. Everything is done cautiously, they are not seriously in a hurry. They make ideal pets for less active owners as well as for rather busy households.

Grooming

The British Longhair is an easy going cat, their coat has no tendency to get filthy or knotted. They do not need to be excessively groomed. Their coat should be combed from time to time to get rid of old and dead hairs.

from : kucing.biz

_____sincerely_____

Kucing Birman






Kucing Birman berasal dari Burma/Birma (sekarang Myanmar), merupakan kucing berukuran sedang, dan dikenal sebagai salah satu kucing tercantik, dengan warna mata biru (cenderung biru).

Kucing Birman mempunyai temperamen yang menyenangkan. Mereka cukup cerdas dan keterikatan pada pemiliknya sangat erat. Ras ini juga senang berada di sekitar manusia. Kucing ini mampu menyesuaikan jadwal dengan pemiliknya. Kucing ini sering menunggu pemiliknya pulang ke rumah, "Just to say Hello as soon as you get home".

Sejarah kucing ini, dimulai dari berabad-abad yang lalu orang-orang Khmer di Birma membuat kuil Lao-Tsun sebagai tempat memuja dewi dengan mata biru safir yang bernama Tsun-Kyan-Kse. Seorang pendeta bernama Mun-ha sering berlutut untuk bermeditasi di depan patung emas dewi tersebut bersama seekor kucing putih bernama Sinh. Pada suatu ketika perampok menyerang kuil tersebut dan akibatnya Mun-Ha terbunuh.

Setelah Mun-Ha meninggal terbunuh, Sinh meletakan kakinya di atas tubuh tuannya dan menghadap patung dewi Tsun-Kyan-Kse. Kemudian bulu putihnya berubah warna menjadi keemasan dan mata kuningnya berubah menjadi biru seperti mata dewi Tsun-Kyan-Kse. Warna keempat kakinya berubah menjadi coklat tanah. Tetapi cakar yang diletakkan di atas tubuh tuannya tetap berwarna putih yang melambangkan kesucian.

Keesokan harinya, ratusan kucing yang hidup di kuil tersebut juga mempunyai warna yang sama dengan Sinh. Sinh tidak pernah meninggalkan altar pemujaan hingga saat kematiannya tujuh hari kemudian. Kemudian arwah Sinh membawa arwah tuannya menuju surga. Sejak saat itu bila ada seekor kucing kuil mati, dipercaya ada arwah seorang pendeta yang menemani arwah kucing tersebut di perjalanan alam akhirat. Pada titik ini legenda berakhir dan sejarah bermula.

Pada tahun 1919, dua orang berkebangsaan Perancis Auguste Pavie dan Gordon Russel, datang ke kuil untuk membantu para pendeta di kuil. Sebagai tanda terima kasih, para pendeta mengirimkan sepasang kucing birman. Sayangnya kucing jantan mati di perjalanan, tetapi kucing betina ternyata sedang bunting.

Ras birman awal, pada sekitar tahun 1925, berasal dari sepasang kucing bernama Orloff dan Xenia de Kaabaa. Ras ini mengalami kemunduran akibat resesi dan perang dunia ke dua. Hanya satu pasang kucing yang berhasil selamat melewati masa-masa sulit tersebut.
Ras Birman mulai diakui di Ingris pada tahun 1966. Baru pada tahun berikutnya Amerika Serikat mengakui ras ini, ketika CFA (Cat Fanciers Association) mengakui standarisasi ras tersebut.

Pola warna ras ini menyerupai ras Siamese yang dikenal dengan istilah "Colour point" (warna gelap pada telinga, wajah, ekor dan keempat kaki) kecuali keempat telapak kaki dan cakar (paw) yang berwarna putih yang sekaligus menjadi ciri dari kucing Birman. Badan tegap dengan panjang sedang, ditopang kaki yang kuat. Kepala lebar dan bulat, pada hidung ada sedikit lekukan, sedangkan mata hampir bulat dan berwarna biru. Telinga berukuran sedang dengan ujung melengkung.

Bulu leher dan ekor tumbuh sempurna, tebal dan halus. Warna bulu badan lebih pucat dibandingkan warna point pada kedua telinga, muka, kaki dan ekor. Yang membedakan dengan Ras Siam dan Himalayan adalah warna putih pada keempat jari-jari kakinya. Warna putih ini sebaiknya simetris, tidak melebihi batas pergelangan kaki.

from : kucing.biz

_____sincerely_____

Kucing Scottish Fold (Coupari)

Written By s'sinta on Senin, 20 Februari 2012 | 07.11






Kucing Scottish Fold berasal dari Skotlandia, penampilannya seperti burung hantu dengan mata yang besar, sehingga sering disebut juga Kucing Coupari. Awalnya kucing ini dinamakan Flops (singkatan dari Floppy ears), nama Scottish Fold baru berkembang tahun 1966 sampai sekarang. Sedangkan kucing tersebut mulai berkembang biak dengan pesat sejak tahun 1970-an.

Ciri utama lucing Scottish Fold Cat adalah bentuk telinganya yang berbeda dengan jenis kucing lainnya. Kucing ini memiliki telinga yang terlipat. Kucing ini adalah hasil mutasi, yang membuat telinganya terlipat dan turun kedepan, membuat wajah kucing ini mirip seperti burung hantu.

Kucing ini termasuk kucing yang tidak rewel, ramah dan tenang. Yang pasti penampilan kucing ini nampak lucu, dengan tubuh yang kekar, kaki cukup pendek, bulunya tebal seperti mantel, dan mata lebar. Telinganya membungkuk ke depan dan ke bawah ke arah depan kepala mereka. Warna bulunya bermacam-macam.

Nenek moyang dari kucing ini adalah seekor kucing bernama Susie, yang lahir di Coupar Angus, Perthshire, Skotlandia, pada tahun 1961. Susie memiliki telinga terlipat, yang diturunkan pada sebagian anak kucing yang dilahirkannya. William Ross, penggemar kucing yang tinggal di wilayah peternakan tersebut kemudian mengembang-biakkan kucing jenis ini, dengan bantuan Pat Turner seorang ahli genetika.

Dari pengembangbiakkan ini rata-rata didapat 55% kucing terlahir dengan telinga terlipat dan sisanya lahir dengan telinga normal. Kucing jenis ini saat terlahir, mempunyai telinga yang normal (lurus), barulah setelah tiga minggu tampak telinganya mulai terlipat. Sehingga pada awal kelahirannya belum dapat langsung diketahui apakah telinganya akan terlipat atau normal. Para penggemar kucing menyukai Scottish Fold, karena sifatnya yang jinak, lekat dengan majikannya, dan suka tidur dalam posisi telentang. Bila tidur telentang, terkadang kucing ini mendengkur seperti manusia.

Untuk kucing Scottish Fold yang berbulu panjang menjadi ras tersendiri dinamakan Highland Fold atau Scottish Fold Longhair atau Longhair Fold.

from : kucing.biz

_____sincerely_____

Kucing Sphynx (Canadian Hairless, Moon cat)






Kucing Ras Sphynx (dahulu bernama Canadian hairless) adalah kucing tanpa bulu, seandainya ada bulunya, maka bulu tersebut sangat pendek dan sedikit sekali, serta sangat halus seperti lapisan tipis pada kulit.

Selama beberapa ratus tahun terakhir, kucing tanpa bulu secara spontan terlahir dari kucing-kucing domestik berbulu pendek. Mutasi alamiah ini terjadi secara spontan. Kucing-kucing yang mengalami mutasi ini ditemukan di beberapa tempat seperti Kanada, Perancis, Maroko, Meksiko, Rusia, Australia dan Amerika. Tetapi kucing-kucing tersebut tidak pernah dikembangkan menjadi satu ras khusus dan sebagian besar mati akibat kurangnya perawatan atau karena berbagai masalah pengembangbiakan.

Pada tahun 1960 sepasang kucing lokal Kanada yang berbulu pendek melahirkan anak-anak tanpa bulu. Sejak saat itulah program pengembangbiakan kucing-kucing tanpa bulu tersebut dimulai. Pada tahun 1970 Cat Fanciers Association (CFA) memberikan status kucing tersebut sebagai Ras "Canadian hairless". Tetapi setahun kemudian CFA menarik kembali keputusannya karena ada masalah kesehatan dan perkembangbiakan ras tersebut. Pada saat itu gen yang berhubungan dengan ketiadaan bulu dianggap mematikan (letal). Akhirnya kucing-kucing dan keturunannya tersebut menjadi punah.

Pada tahun 1975, pemilik sebuah pertanian di Minnesota bernama Milt dan Ethelyn, mempunyai seekor anak kucing tanpa bulu yang lahir dari kucing normal di pertanian mereka yang bernama Jezabelle. Tahun berikutnya kembali lahir kucing tanpa bulu dari kucing Jezabelle. Kedua anak kucing ini diberi nama Epidermis dan Dermis. Kucing Dermis dan Epidermis dibeli olah seorang breeder kucing dari Oregon bernama Kim Mueske. Keturunan Dermis dan Epidermis disebut sebagai garis keturunan kucing Pearson.

Sementara itu seorang breeder lain dari Minnesota yang bernama Georgiana Gattenby juga mencoba mengembangkan ras kucing tanpa bulu dari induk lain bernama Pearson yang juga menghasilkan anak tanpa bulu. Ia mengawinkan kucing-kucing tersebut dengan kucing ras Devon Rex untuk memperkuat sifat-sifat genetiknya. Keturunan kucing-kucing ini terbukti sehat dan diberi nama Sphynx. Nama tersebut diambil dari Sphinx besar yang ada di Giza, Mesir.

Tahun 1978, seorang breeder kucing di Kanada bernama Shirley Smith menyelamatkan seekor kucing jantan, tanpa bulu yang diberi nama Bambi. Bambi kemudian dikebiri (steril) dan dipelihara sebagai kucing kesayangan. Setahun kemudian induk Bambi melahirkan dua ekor kucing tanpa bulu yang diberi nama Punkie dan Paloma. Pada tahun 1983, Smith mengirimkan Punkie dan Paloma kepada Dr. Hernandez di Belanda untuk dikembangbiakkan. Dr. Hernandez juga mengawinkan kedua kucing tersebut dengan kucing Ras Devon Rex. Ia juga menemukan fakta bahwa gen tanpa bulu lebih dominan dari pada gen bulu keriting seperti pada ras Devon Rex, tetapi resesif terhadap gen berbulu pada kucing normal.

Kucing-kucing keturunan Punkie, Paloma dan Pearson (Dermis dan Epidermis) inilah yang kemudian menjadi dasar pengembangan Ras Sphynx. Keempat kucing itulah yang menjadi nenek moyang sebagian besar Kucing Sphynx yang ada saat ini.

CFA mulai menerima registrasi Ras sphynx pada tahun 1998 dan pada tahun 2000 telah terdaftar 120 ekor kucing ras Sphynx di CFA.

Kucing ras Sphynx memiliki panjang badan sedang, tegap dan membulat daerah perut seperti tabung serta dada lebar. Kepalanya lebih panjang dibanding lebarnya dan berbentuk segitiga. Dahinya rata dan tulang pipi menonjol, hidung pendek dengan lekukan yang jelas atau hanya sedikit lekukan. Dagu tegas dan sedikit kumis, pendek atau sama sekali tanpa kumis.

Telinga kucing ras Sphynx besar, lebar pada bagian bawah dan berdiri tegak, bagian dalam telinga tidak berbulu. Mata berbentuk bulat lemon dengan ujung bagian luar mengarah ke telinga dan terbuka lebar, semua warna mata diakui dan tidak perlu sesuai dengan warna bulu. Leher panjang, bulat dan berotot.
Kaki panjang dan proposional dengan ukuran tubuh, kaki depan lebih ramping dan lebih pendek dari kaki belakang, jari kaki panjang dengan telapak kaki tebal.
Ekornya panjang dan berbentuk cambuk, diujung ekor ditemui sedikit bulu menyerupai ekor singa. Kulit seluruh tubuh dengan sedikit bulu bertekstur sangat halus, berkerut dibagian kepala, badan dan kaki. Pada anak kucing jumlah kerutan pada kepala dan kulit lebih banyak.

Hampir seluruh asosiasi/federasi/organisasi internasional memiliki standard (breed standard) kucing ini, otomatis terdaftar pada asosiasi tersebut sebagai kucing ras yang dilindungi/dikontrol standardnya.

from : kucing.biz

_____sincerely_____

Kucing Siamase (Siam)


Kucing Siamese termasuk kucing kuno yang berasal dari negara yang bernama Siam (sekarang bernama Thailand), sehingga sering disebut kucing Siam, kucing Thailand, atau kucing Thai. Banyak legenda mengenai kucing ini, khususnya pada zaman kuno sebagai penjaga candi Buddhis yang hanya dimiliki para imam. Pada akhir tahun 800-an kucing ras ini pertama kali diekspor dari negeri Siam (Thailand) secara resmi.

Kucing Siam yang pertama kali muncul di Inggris adalah hadiah dari Siam untuk seorang duta besar. Kemudian ras ini mulai dikembangbiakan pada abad 19 dan muncul di berbagai kontes kucing di inggris pada awal abad 20, dan sekarang telah menyebar ke seluruh dunia.

Sifat dari Kucing Siamese atau kucing siam ini adalah selalu ingin tahu dan hiperaktif, cenderung menjadi ingin diperhatikan. Sehingga ketika diabaikan cenderung berisik, namun sangat menyenangkan. Mereka suka membelai dan dibelai, sangat setia dan dekat dengan penghuni rumah. Mereka sangat cerdas dan penuh kasih sayang.

Kucing siam mempunyai bentuk tubuh yang langsing dan anggun dengan warna kontras di ujung-ujung tubuh seperti kaki, ekor, telinga, mulut, hidung dan sekitar mata (colour point). Kepala relatif kecil, berbentuk segitiga dengan moncong yang mancung, mata biru dihiasi dengan telinga yang lebar. Bentuk tubuh yang panjang, langsing berotot ini dibungkus dengan bulu pendek dan halus.

Pada awalnya warna yang dikenal adalah Seal point, seiring dengan perkembangan breeding muncul warna-warna baru seperti chocolate point, blue point, lilac point, caramel point,cinnamon point, fawn point, red point, cream point, tortie point, tabby point. Demikian juga dengan bentuk tubuhnya, sudah banyak yang tidak langsing
Pada akhir tahun 800-an kucing ras ini pertama kali diekspor dari Thailand (saat itu dikenal dengan nama Siam) secara resmi.Kucing siam mempunyai bentuk tubuh yang langsing dan anggun dengan warna kontras di ujung-ujung tubuh seperti kaki, ekor, telinga, mulut,hidung dan sekitar mata (colour point). Kepala relatif kecil, berbentuk segitiga dengan moncong yang mancung, mata biru dihiasi dengan telinga yang lebar. Bentuk tubuh yang panjang, langsing berotot ini dibungkus dengan bulu pendek dan halusKucing ras ini mempunyai sifat aktif dan selalu ingin tahu, kadang-kadang bisa sedikit berisik.Kucing Siam yang pertama kali muncul di Inggris adalah hadiah dari Siam untuk seorang duta besar. Kemudian ras ini mulai dikembangbiakan pada abad 19 dan muncul di berbagai kontes kucing di inggris pada awal abad 20.Pada awalnya warna yang dikenal adalah Seal point, serirng dengan perkembangan breeding muncul warna-warna baru seperti chocolate point, blue point, lilac point, caramel point, cinnamon point, fawn point, red point, cream point, tortie point, tabby point.

from : kucingkita dan kucing.biz 


_____sincerely_____
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Perawatan Kucing - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger