Latest Post

Tampilkan postingan dengan label bulu kucing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bulu kucing. Tampilkan semua postingan

Bulu Rontok Pada Kucing

Written By s'sinta on Selasa, 17 April 2012 | 21.34


Bulu-bulu menempel di sofa dan baju sepertinya sudah merupakan hal yang biasa bagi pemilik kucing, tapi sekarang kok, bulu yang rontok sepertinya semakin banyak. Ada rasa ketakutan si kucing sedang sakit atau ketakutan bulu kucing tak setebal dan seindah dulu lagi.

Masalah kerontokan bulu merupakan masalah yang sering menyerang kucing, apalagi yang berbulu panjang. Mengatasi masalah ini gampang-gampang susah karena penyebabnya yang banyak.

Sebenarnya ada banyak penyebab bulu rontok pada kucing, seperti di bawah ini :

  • Rontok normal

Umumnya kucing mengalami kerontokan bulu setidaknya sekali setahun yang kemudian diikuti pertumbuhan bulu baru. Beberapa kucing mengalami kerontokan 2 atau beberapa kali setahun dengan jumlah yang tidak terlalu banyak. Kerontokan yang tidak terlalu banyak juga terjadi pada kucing betina secara periodik sesuai siklus reproduksi kucing.

  • Kekurangan nutrisi
Anak kucing memerlukan makanan dengan kandungan protein minimal 30 %, sedangkan kucing dewasa 25-30 %. Selain itu juga memerlukan berbagai vitamin dan nutrisi lain agar tetap sehat dan keadaan kulit dan bulu juga tetap optimal. Makanan kucing komersial yang relatif murah biasanya mempunyai kanduingan protein yang rendah dan tidak mengandung berbagai vitamin dan nutrisi tambahan yang diperlukan kucing. Solusinya ganti atau campur dengan makanan yang lengkap dan seimbang nutrisinya (balanced & complete nutrition). Vitamin yang berhubungan erat dengan perkembangan bulu adalah vitamin A dan E.

  • Kelebihan vitamin
Sepertihalnya kekurangan vitamin, kelebihan vitamin juga dapat menyebabkan bulu rontok dan kulit kering, berkerak dan mengelupas.

  • Suhu kandang/tempat tinggal terlalu panas
Fungsi kulit dan bulu adalah untuk melindungi badan dari berbagai pengaruh lingkungan dan penyakit. Kulit dan bulu juga berusaha mengatur suhu tubuh dalam batas tertentu. Pada tempat beriklim dingin bulu akan terangsang untuk tumbuh lebih tebal dan panjang karena berfungsi mencegah hilangnya panas dari tubuh. Sebaliknya kucing cenderung merontokkan bulunya sendiri bila lingkungan tempat tinggalnya terlalu panas. Tempatkanlah kucing ditempat yang sejuk, kering dan bersih dengan sirkulasi udara yang lancar.

  • Shampoo & Mandi
Shampoo yang tidak sesuai untuk kucing baik dari segi kandungan dan derajat keasaman (ph) dapat menyebabkan kerontokan. Beberapa shampoo yang banyak busanya mempunyai kandungan deterjen yang cukup tinggi yang dapat mengiritasi kulit dan menyebabkan kerontokan. Frekuensi mandi yang terlalu sering dapat mempengaruhi kelembaban normal kulit & bulu kucing. Kelembaban yang berlebihan dapat menjadi tempat yang sesuai bagi berkembangnya jamur. Sebaliknya kelembaban yang rendah membuat kulit dan bulu kering dan rapuh. Pembilasan dan pengeringan yang sempurna juga dapat membuat kulit iritasi dan bulu rontok.

  • Kutu/Pinjal (flea)
Gigitan pinjal dapat menimbulkan kemerahan, bengkak dan radang ringan disekitar gigitan. Bila jumlahnya banyak, reaksi alergi dan radang pada kulit semakin meningkat, akibatnya akan mempertinggi resiko kerontokan bulu yang tumbuh di atas kulit tersebut

  • Tungau (mites)
Kebanyakan tungau hidup dengan menghisap cairan tubuh yang terdapat dikulit, sehingga akhirnya kulit mati dan kering akibat kekurangan cairan dan nutrisi. Tungau seperti demodex dan scabies sering menyerang kucing. Mahluk ini hidup dan tinggal di bawah kulit dalam lubang dan terowongan yang digalinya sendiri. Reaksi alergi dan radang yang muncul juga dapat memperparah kerusakan kulit dan bulu.

  • Jamur (mold)
Indonesia yang berada di daerah tropis dengan kelembaban tinggi merupakan daerah yang cocok bagi tumbuhnya berbagai jenis jamur. Bulu tebal dan panjang pada kucing juga menciptakan tempat yang cocok bagi tumbuhnya jamur. Salah satu penyakit kulit yang sering disebut Ringworm juga disebabkan oleh jamur. Selain menyerang kucing & anjing, penyakit ini juga dapat menyerang manusia dan menyebabkan gatal-gatal serta kemerahan pada kulit.

  • Gangguan hormon
Gangguan pada produksi beberapa hormon juga dapat mempengaruhi keadaan kulit dan bulu. Salah satu yang paling jelas adalah kebotakan yang bersifat simetris pada kedua sisi tubuh akibat gangguan pada hormon adrenal

  • Alergi
Alergi dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti gigitan kutu, makanan, vaksin dan obat-obatan, rumput atau tanaman lain, plastik, dll. Pemecahan masalah alergi relatif mudah yaitu dengan pemberian antihistamin dan menghindarkan kontak dengan bahan penyebab alergi, yang sulit adalah mencari dan mengidentifikasi bahan penyebab alerginya.

  • Obat-obatan
Obat-obatan anti kanker pada saat menjalani kemoterapi juga dapat menyebabkan bulu rontok. Suntikan beberapa jenis obat dapat menyebabkan kerontokan disekitar tempat suntikan. Bulu biasanya akan tumbuh kembali setelah efek obat habis.

  • Gangguan kekebalan
Kerontokan bulu juga terjadi pada beberapa penyakit gangguan kekebalan tubuh seperti autoimun.


_____sincerely_____

Membasmi Ringworm : Jamur Penyebab Bulu Rontok

Written By s'sinta on Kamis, 26 Januari 2012 | 06.11

Ringworm disebabkan oleh jamur yang hidup di kulit dan bulu. Ada beberapa spesies jamur yang hidup di kulit dan bulu, salah satu spesies yang cukup bandel dan sering menyerang kucing & anjing adalah Microsporum canis.

Tanda-tanda hewan terserang ringworm adalah :

  • Bulu rontok dan patah-patah, kadang disertai sisa-sisa kulit kering yang menyerupai ketombe.
  • Kulit kering yang mengelupas kadang menyerupai sisik.
  • Daerah kerontokan bulu biasanya berbentuk lingkaran (circular).
  • Kadang hewan yang terserang hanya mengalami sedikit kerontokan/bulu patah di bagian wajah dan telinga.
  • Biasanya puncak kerontokan pada kucing terlihat dalam waktu 5 minggu sejak kontak dengan Microsporum canis.

Beberapa hewan (terutama kucing) dapat terinfeksi dan menjadi carrier, menularkan jamur pada hewan lain. Pada kucing berbulu pendek dan mempunyai kekebalan tubuh yang baik, Ringworm dapat sembuh sendiri dalam waktu 4-6 bulan. Kucing dengan sistem kekebalan tubuh yang baik dapat terinfeksi tetapi sama sekali tidak menunjukan gejala tertular. Namun tidak ada jaminan kucing ini tidak menjadi carrier.

Ringworm menyebar melalui kontak dengan bulu atau ketombe yang terinfeksi dan mengandung spora. Spora jamur terdapat tersebar dimana-mana seperti di lantai, bulu yang rontok, kandang, peralatan makan dan minum kucing, tempat tidur kucing, dsb. Hewan yang masih muda dan tua rentan terhadap infeksi jamur ini.


Ringworm merupakan masalah yang sedikit sulit diatasi pada cattery, breeder atau pada pemeliharaan kucing berjumlah banyak. Induk kucing bisa saja tidak menunjukkan adanya gejala ringworm. Tapi begitu anaknya lahir dan berumur beberapa minggu, ringworm terlihat mulai menyerang anak kucing. Artinya cattery atau breeder tersebut tidak bebas ringworm.

Berbagai cara membasmi ringworm bertujuan menghilangkan jamur dan spora jamur dari tubuh kucing dan lingkungan sekitar (kandang, lantai, peralatan kucing, dll). Menghilangkan jamur penyebab ringworm dari tubuh kucing gampang-gampang susah dan dibutuhkan teknik kerajinan tersendiri agar jamur tidak muncul kembali.


Membasmi Ringworm pada Tubuh Kucing

Cara menghilangkan jamur penyebab ringworm dari tubuh kucing yang paling baik adalah dengan kombinasi 2 cara pengobatan, yaitu pengobatan secara topikal (pengobatan luar : salep, obat gosok, shampoo) dan obat oral (makan). Salep dan obat gosok bisa digunakan untuk menyembuhkan ringworm yang terlokalisasi (terpusat). Sedangkan untuk membasmi spora dan ringworm yang luas daerahnya atau carrier, sebaiknya ditambah dengan penggunaan shampoo anti jamur.

Banyak pilihan obat anti jamur yang dapat diberikan pada kucing. Karena sifat jamur yang agak bandel, obat oral pun diberikan untuk jangka waktu agak lama. Tergantung jenis obatnya, jangka waktu pemberian obat bervariasi mulai dari beberapa minggu hingga beberapa bulan. Sayangnya sebagian besar obat oral mempunyai efek samping kurang baik, apalagi bila digunakan untuk jangka panjang. Beberapa reaksi buruk terhadap obat bisa saja muncul, oleh karena itu pemberian obat harus diawasi dengan seksama oleh dokter hewan.


Pilihan Obat Oral
  • Griseofulvin.
    Durasi pemberian obat : 4-6 minggu atau lebih. Efek samping : cacat pada fetus kucing (jangan diberikan pada kucing bunting), gangguan pencernaan, nafsu makan berkurang atau hilang, penurunan aktivitas sumsum tulang, demam.
  • Itraconazole (Sporanox).
    Durasi : 2 X 2 minggu sekali. Diberikan bersama makanan berlemak untuk meningkatkan penyerapan obat. Efek samping : cacat pada fetus kucing (jangan diberikan pada kucing bunting), hilang nafsu makan, kadang-kadang muntah, gangguan enzim hati (jarang). Jika nafsu makan hilang dosis obat diberikan bertahap selama dua hari, tingkatkan dosis obat bila tidak ada reaksi muntah lagi.
  • Fluconazole setiap hari atau selang satu hari selama beberapa minggu. Efek samping : cacat pada fetus kucing (jangan diberikan pada kucing bunting), gangguan hati.
  • Lufenuron (belum tersedia di Indonesia).
    Diberikan setiap dua minggu sekali selama masa pengobatan. Obat ini sangat efektif membasmi jamur tetapi relatif aman dibandingkan obat-obatan lainnya, diberikan 2 minggu sekali.
  • Ketoconazole sering digunakan sebagai anti jamur. Biasanya diberikan bersamaan dengan makanan berlemak agar penyerapan obat lebih baik. Efek samping : cacat pada fetus kucing, mual, muntah, hilang nafsu makan.

Tanyakan dosis, frekuensi serta jangka waktu pemberian obat pada dokter hewan langganan Anda. Perlu diingat pemberian obat-obatan di atas dalam jangka waktu beberapa minggu dapat mengganggu keseimbangan flora normal usus. Akibat yang mungkin terjadi adalah diare atau feces lembek untuk beberapa lama. Feces akan normal kembali setelah keseimbangan flora usus kembali normal.


Pilihan/alternatif obat luar (topikal) :

1. Obat Gosok & Salep
Sebagian besar obat gosok hanya bisa didapat di Apotik dengan resep dokter hewan. Obat gosok cocok digunakan pada kasus ringworm lokal atau terfokus di beberapa tempat selain bagian wajah kucing. Kekurangan obat gosok yaitu warna obat yang berbekas pada bulu kucing dan bau yang sedikit menyengat. Selain itu obat gosok agak sulit digunakan pada daerah disekitar mata kucing karena dapat menyebabkan iritasi jika masuk ke mata.

Sepertihalnya obat gosok, salep anti jamur cocok digunakan pada kasus jamur yang terfokus di beberapa tempat. Umumnya salep mudah dibersihkan dan tidak meninggalkan bekas kecoklatan pada bulu. Kekurangannya salep bersifat lengket dan cenderung membuat bulu menggumpal (gimbal).

2. Shampoo dengan bahan aktif Ketoconazole.
Shampoo dengan bahan aktif ketoconazole 2 % seperti fungasol, dapat dibeli di apotik atau supermarket. Pastikan konsentrasi bahan ketokonazol yang terdapat pada kemasan adalah 2 %. Konsentrasi 1% seperti yang terdapat pada nizoral SS, kurang tuntas membasmi jamur Microsporum dan Trichophyton penyebab ringworm. Sebagian kecil populasi kucing alergi terhadap bahan ketoconazole. Segera hentikan penggunaan, bila reaksi alergi muncul pada saat memandikan.(lihat cara memandikan kucing dengan shampoo obat).

3. Shampoo dengan bahan aktif Povidone Iodine.
Shampoo BetadineĆ¢„¢ dengan bahan aktif povidone iodine 4 %, bisa di beli di Apotik atau supermarket. Shampo ini berwarna coklat tua seperti Betadine. Shampoo tidak meninggalkan bekas pada bulu jika dibilas dengan bersih. Shampo ini cukup efektif membasmi jamur, bila digunakan dengan benar (lihat cara memandikan kucing dengan shampoo obat). Hati-hati dengan reaksi alergi terhadap povidone iodine, sepertihalnya pada shampoo ketoconazole.


4. Lime sulfur (belerang) 0.5-5 %
Belerang adalah obat klasik untuk membasmi jamur. Larutan belerang 0.5-5 % bisa dipergunakan obat anti jamur. Kucing dimasukkan (celup) kedalam cairan belerang tersebut dan ratakan cairan ke seluruh badan. Kemudian keringkan dengan handuk dan hairdryer (pengering rambut). Biasanya dengan 2-4 kali pengobatan, jamur sudah bisa dikendalikan. Kekurangan pengobatan ini adalah bau sulfur yang bisa menyebabkan hilangnya nafsu makan kucing. Selain itu bisa juga digunakan obat semprot (spray) yang mengandung belerang. Obat spray & larutan belerang tersebut bisa didapatkan di petshop-petshop.

Salep dan obat gosok biasanya digunakan 1-2 x sehari. Shampoo obat dan larutan belerang biasanya digunakan 2 x seminggu selama beberapa minggu. Cara-cara & obat-obatan topikal di atas adalah pilihan tetapi dapat juga digunakan bersama sekaligus. Seperti Shampoo & obat gosok atau shampoo dan larutan belerang atau obat gosok, shampoo & larutan belerang. Jadwal pemberian masing-masing obat pun perlu diatur sedemikian rupa agar hasilnya maksimal.

Referensi : drh. Neno Waluyo S. 


from : kucing.biz 

_____sincerely_____

Bulu Rontok pada Kucing

Written By s'sinta on Minggu, 15 Januari 2012 | 00.23

Bulu-bulu menempel di sofa dan baju sepertinya sudah merupakan hal yang biasa bagi pemilik kucing, tapi sekarang kok, bulu yang rontok sepertinya semakin banyak. Ada rasa ketakutan si kucing sedang sakit atau ketakutan bulu kucing tak setebal dan seindah dulu lagi.

Masalah kerontokan bulu merupakan masalah yang sering menyerang kucing, apalagi yang berbulu panjang. Mengatasi masalah ini gampang-gampang susah karena penyebabnya yang banyak.

Sebenarnya ada banyak penyebab bulu rontok pada kucing, seperti di bawah ini.

Rontok normal


Umumnya kucing mengalami kerontokan bulu setidaknya sekali setahun yang kemudian diikuti pertumbuhan bulu baru. Beberapa kucing mengalami kerontokan 2 atau beberapa kali setahun dengan jumlah yang tidak terlalu banyak. Kerontokan yang tidak terlalu banyak juga terjadi pada kucing betina secara periodik sesuai siklus reproduksi kucing.

Kekurangan nutrisi
Anak kucing memerlukan makanan dengan kandungan protein minimal 30 %, sedangkan kucing dewasa 25-30 %. Selain itu juga memerlukan berbagai vitamin dan nutrisi lain agar tetap sehat dan keadaan kulit dan bulu juga tetap optimal. Makanan kucing komersial yang relatif murah biasanya mempunyai kanduingan protein yang rendah dan tidak mengandung berbagai vitamin dan nutrisi tambahan yang diperlukan kucing. Solusinya ganti atau campur dengan makanan yang lengkap dan seimbang nutrisinya (balanced & complete nutrition). Vitamin yang berhubungan erat dengan perkembangan bulu adalah vitamin A dan E.

Kelebihan vitamin
Sepertihalnya kekurangan vitamin, kelebihan vitamin juga dapat menyebabkan bulu rontok dan kulit kering, berkerak dan mengelupas.

Suhu kandang/tempat tinggal terlalu panas
Fungsi kulit dan bulu adalah untuk melindungi badan dari berbagai pengaruh lingkungan dan penyakit. Kulit dan bulu juga berusaha mengatur suhu tubuh dalam batas tertentu. Pada tempat beriklim dingin bulu akan terangsang untuk tumbuh lebih tebal dan panjang karena berfungsi mencegah hilangnya panas dari tubuh. Sebaliknya kucing cenderung merontokkan bulunya sendiri bila lingkungan tempat tinggalnya terlalu panas. Tempatkanlah kucing ditempat yang sejuk, kering dan bersih dengan sirkulasi udara yang lancar.

Shampoo dan Mandi
Shampoo yang tidak sesuai untuk kucing baik dari segi kandungan dan derajat keasaman (ph) dapat menyebabkan kerontokan. Beberapa shampoo yang banyak busanya mempunyai kandungan deterjen yang cukup tinggi yang dapat mengiritasi kulit dan menyebabkan kerontokan. Frekuensi mandi yang terlalu sering dapat mempengaruhi kelembaban normal kulit dan bulu kucing. Kelembaban yang berlebihan dapat menjadi tempat yang sesuai bagi berkembangnya jamur. Sebaliknya kelembaban yang rendah membuat kulit dan bulu kering dan rapuh. Pembilasan dan pengeringan yang sempurna juga dapat membuat kulit iritasi dan bulu rontok.

Kutu/Pinjal (flea)
Gigitan pinjal dapat menimbulkan kemerahan, bengkak dan radang ringan disekitar gigitan. Bila jumlahnya banyak, reaksi alergi dan radang pada kulit semakin meningkat, akibatnya akan mempertinggi resiko kerontokan bulu yang tumbuh di atas kulit tersebut.

Tungau (mites)
Kebanyakan tungau hidup dengan menghisap cairan tubuh yang terdapat dikulit, sehingga akhirnya kulit mati dan kering akibat kekurangan cairan dan nutrisi. Tungau seperti demodex dan scabies sering menyerang kucing. Mahluk ini hidup dan tinggal di bawah kulit dalam lubang dan terowongan yang digalinya sendiri. Reaksi alergi dan radang yang muncul juga dapat memperparah kerusakan kulit dan bulu.

Jamur (mold)
Indonesia yang berada di daerah tropis dengan kelembaban tinggi merupakan daerah yang cocok bagi tumbuhnya berbagai jenis jamur. Bulu tebal dan panjang pada kucing juga menciptakan tempat yang cocok bagi tumbuhnya jamur. Salah satu penyakit kulit yang sering disebut Ringworm juga disebabkan oleh jamur. Selain menyerang kucing & anjing, penyakit ini juga dapat menyerang manusia dan menyebabkan gatal-gatal serta kemerahan pada kulit.

Gangguan hormon
Gangguan pada produksi beberapa hormon juga dapat mempengaruhi keadaan kulit dan bulu. Salah satu yang paling jelas adalah kebotakan yang bersifat simetris pada kedua sisi tubuh akibat gangguan pada hormon adrenal

Alergi
Alergi dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti gigitan kutu, makanan, vaksin dan obat-obatan, rumput atau tanaman lain, plastik, dll. Pemecahan masalah alergi relatif mudah yaitu dengan pemberian antihistamin dan menghindarkan kontak dengan bahan penyebab alergi, yang sulit adalah mencari dan mengidentifikasi bahan penyebab alerginya.

Obat-obatan
Obat-obatan anti kanker pada saat menjalani kemoterapi juga dapat menyebabkan bulu rontok. Suntikan beberapa jenis obat dapat menyebabkan kerontokan disekitar tempat suntikan. Bulu biasanya akan tumbuh kembali setelah efek obat habis.

Gangguan kekebalan
Kerontokan bulu juga terjadi pada beberapa penyakit gangguan kekebalan tubuh seperti autoimun. 


from : kucing.biz

_____sincerely_____ 

Hairball : Bola Bulu Penyebab Kucing Muntah

Kucing adalah hewan yang sangat bersih. Saking bersihnya hingga mereka menjilati dan menyisir badan dan bulunya untuk menghilangkan kotoran dan bulu yang rontok. Kegiatan ini sering juga disebut grooming.

Lidah kucing berbentuk seperti sisir, dipermukaanya terdapat duri-duri kasar yang bisa terlihat jelas bila dilihat dengan mikroskop. Pada saat grooming, bulu-bulu yang rontok tersangkut di lidah, ditelan dan masuk ke saluran pencernaan. Bulu-bulu ini melewati usus dan dikeluarkan melalui feces.

Bagaimanapun juga, bulu-bulu ini bisa saja menumpuk dan menggumpal di lambung atau usus, membentuk sebuah bola bulu yang sering disebut hairball. Hairball ini akan dikeluarkan lewat feces atau melalui muntah. Hairball jarang sekali menyebabkan masalah serius, tetapi hairball sering sekali terjadi pada kucing-kucing yang berbulu panjang. Apalagi bila kucing tersebut bulunya sedang rontok atau tidak disisir setiap hari.


Pada beberapa kejadian (jarang sekali terjadi), hairball menyumbat saluran pencernaan dan menyebabkan masalah/penyakit. Hairball ini bisa saja menyumbat esofagus (saluran penghubung mulut & lambung), lambung, usus kecil atau usus besar. Bila tidak segera diobati, masalah ini dapat berakibat fatal bagi kucing. Pada kasus-kasus parah, tindakan bedah diperlukan untuk mengeluarkan hairball yang menyumbat.

Segera hubungi dan konsultasikan dengan dokter hewan, bila anda mencurigai kucing kesayangan anda mengalami hairball.

Tanda-tanda hairball :

  • Batuk-batuk.
  • Muntah.
    Pada muntahan biasanya terlihat adanya gumpalan bulu. Gumpalan bulu bisa berbentuk seperti bola kecil atau agak panjang seperti feces. Untuk meyakinkan gunakan ranting atau tongkat kecil dan tekan gumpalan tersebut. Bila feces biasanya lunak, sedangkan hairball agak kenyal dan terasa seperti ada serabut/rambut. Ukuran hairball bervariasi mulai dari sebesar kelingking bayi hingga sebesar jempol orang dewasa. Bisa saja perlu beberapa kali muntah agar hairball bisa keluar semuanya. Pada beberapa kasus, hairball dapat menyebabkan muntah hingga 1 minggu. Muntah biasanya berhenti setelah seluruh hairball keluar.
  • Penurunan berat badan atau hilang nafsu makan.
    Hal ini bisa terjadi bila muntah berkepanjangan atau bila hairball tidak dapat dikeluarkan melalui muntah atau feces.
  • Makan rumput/tanaman.
    Kadang-kadang kucing suka makan rumput atau tanaman dengan tujuan merangsang muntah sehingga hairball dapat keluar. Bisa juga serat-serat dari rumput bercampur dengan hairball, sehingga hairball dapat keluar lebih cepat melalui feces. Hati-hati dengan tanaman yang beracun bagi kucing.

Pengobatan :
Sebagian besar hairball dikeluarkan secara normal melalui feces atau muntah. Segera konsultasikan dengan dokter hewan bila kucing anda mengalami masalah hairball. secara teratur berikan kucing anda sedikit rumput khusus kucing (bila kucing menyukainya). Serat khusus untuk kucing atau laksatif (semacam pencahar) yang terbuat dari petrolatum/ lilin/vaselin khusus. Berbagai laksatif dan obat-obatan yang bertujuan mengurangi akibat buruk hairball juga tersedia di petshop-petshop.

Pada beberapa kasus diperlukan tindakan bedah untuk mengeluarkan hairball. Berbagai penyakit menular juga menyebabkan muntah pada kucing. Selalu konsultasikan dengan dokter hewan bila kucing anda muntah.

Pencegahan :
Mandikan dan sisir kucing anda secara teratur, terutama pada musim panas/kemarau atau pada saat bulunya sedang rontok. Semakin banyak bulu rontok yang disisir, semakin sedikit bulu yang ditelan kucing dan semakin kecil resiko kucing anda terkena hairball.

Pemberian serat/rumput khusus kucing (dijual di petshop) secara teratur juga mengurangi resiko terjadinya hairball. selalu konsultasikan dengan dokter hewan sebelum memberikan berbagai produk yang dapat mengatasi hairball.

Referensi : drh. Neno Waluyo S. 



from : kucing.biz 

_____sincerely_____
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Perawatan Kucing - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger