
Latest Post
Kucing sebagai Teman Berbagi Kasih
Written By s'sinta on Sabtu, 21 April 2012 | 21.52

Kattenkabinet, Museum Kucing di Amsterdam
Written By s'sinta on Rabu, 11 Januari 2012 | 08.55
KUCING menurut legenda telah menjadi teman manusia selama 9.500 tahun, menjadikannya salah satu hewan peliharaan paling populer. Kucing bahkan kerap dijadikan obyek seni dalam lukisan, patung, dan kesenian lainnya, seperti di museum satu ini.
Di sebuah museum di Kota Amsterdam, Belanda, kucing menjadi obyek seni utama. Sebuah museum didedikasikan untuk kucing melalu koleksi-koleksi seninya.
Museum ini terletak di sebuah bangunan yang berdiri pada 1667 di dekat kanal Herengracht. Gedung ini terkenal karena pernah dikunjungi Presiden Amerika Serikat kedua, John Adams. Bangunan ini pada 1985 dibeli Yayasan Herengracht dan sejak itu dijadikan Museum Kucing, kemudian dikenal dengan Museum KattenKabinet.
Museum ini memiliki lima ruangan, satu di antaranya dijadikan grand ballroom. Setiap ruangan didekorasi dengan gaya abad ke-17 dan furnitur yang antik.
Museum ini memamerkan koleksi dari seniman-seniman kucing terbaik di dunia, seperti Pablo Picasso, Nicholas Tarkoff, dan Utagawa Kuniyoshi. Koleksi seni beragam, mulai seni antik hingga kontemporer. Keberagaman kucing-kucing yang dijadikan obyek seni memerlihatkan kepopuleran hewan peliharaan ini masa ke masa, dan dalam berbagai jenis.
Museum digagas John Meyer untuk mengenang kucing peliharaannya dan sejak saat itu menjadi atraksi wisata populer di Amsterdam. Toko souvenir di museum ini menjual memorabilia kucing, poster seni kucing yang terkenal, dan buku-buku yang berhubungan dengan kucing. Museum ini merupakan salah satu pusat kebudayaan seni eklektik di Amsterdam yang tidak boleh dilewatkan oleh pencinta seni maupun pencinta kucing.
Museum kucing tidak hanya memiliki koleksi benda-benda seni seperti lukisan atau keramik. Beberapa kucing asli bahkan hidup di museum ini, dan jika Anda beruntung, saat mengunjungi museum Anda akan dipandu oleh hewan lucu ini.
Alamat:
De Kattenkabinet
Herengracht 497
1017 BT Amsterdam
Telepon: +31 20 6265378
Website: www.kattenkabinet.nl
Komunitas Pemelihara Kucing Makassar: Komunitas pencinta kucing tidak harus memiliki kucing.
Written By s'sinta on Selasa, 10 Januari 2012 | 20.44
Kegemaran Syahril memelihara dan bercengkrama dengan kucing berawal dari dua orang putrinya. Saat itu, dia tidak begitu suka dengan kucing. Namun karena dua buah hatinya begitu sayang terhadap binatang menggemaskan yang satu itu, akhirnya Syahril ikut keciprat suka sama kucing.
Setelah beberapa lama suka dengan kucing dan sering ikut kontes kucing, akhirnya Syahril bertemu dengan beberapa pecinta kucing di Kota Daeng ini. Mereka diantaranya, Hengky Yasin, Faqih, Taufiq Arifin, Nanank, Eko Hidayat, Enceng, Titik, Lia, Fahrida, Ade, Mona, Anti Erwin dan beberapa pecinta kucing lainya yang kini hapir mencapai tiga puluan orang.
Dari merekalah terbesik keinginan untuk membentuk sebuah komunitas pencinta kucing dan kebetulan ada Indonesian Cat Assosiation (ICA) yang telah diakui oleh pemerintah.
"ICA ini dibentuk di Jakarta tahun 2003 lalu. Pada awalnya hanya beranggota 50 orang, 9 registered cattery yang tersebar di wilayah Jakarta, Bandung, Surabaya, dan membuat catshow show lokal pertamanya di Blok M Plaza Jakarta Selatan," tutur Syahrir.
5 Februari mendatang, rencananya pengurus ICA Makassar akan segera dilantik oleh Ketua Dewan Pengurus ICA pusat, Muhammad Munawaroh. Pelantikan yang akan berlangsung di Hotel Sahid Jaya Makassar itu akan dirangkaikan dengan Seminar Kucing Sehat Keluarga Sehat.
"Seminar ini gratis bagi semua warga Kota Makassar. Kami sengaja mengadakan seminar kesehatan kucing dengan menghadirkan para narasumber yang profesional agar semua masyarakat Kota Makassar, khususnya bagi mereka pencinta kucing tahu bagaimana menjaga kesehatan dan merawat kucing," jelas Hengky.
ICA membuka dan menerima siapapun untuk menjadi anggota. Tidak harus mempunyai kucing, yang penting syaratnya satu, yaitu sayang sama kucing.
Menurut Syahrir, hingga Agustus 2009 ICA telah mempunyai member sebanyak 1.118 dan mempunyai lebih dari 107 FIFe Registered Cattery (International) tersebar dari 9 cabangnya di seluruh Indonesia (Jakarta, Bandung, Jogja, Solo, Semarang, Surabaya, Malang, Balikpapan, dan Samarinda) sudah mengeluarkan sedikitnya 5000 pedigree baik LO maupun Riex dalam 6 tahun kiprahnya dalam dunia cat fancy. 18 Catshow Internasional pun sudah dibuatnya.
ICA sendiri, kata Syahrir merupakan asosiasi para pencinta kucing yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Dalam usianya yang relatif muda, reputasi ICA telah diakui secara internasional. Sekjen FIFe (Fédération Internationale Féline), Eric Reijers menilai, ICA telah berhasil melesat jauh meninggalkan organisasi-organisasi sejenis di wilayah Asia Tenggara yang teregistrasi di bawah FIFe.
Yang paling menarik dari organisasi penyayang kucing ini bahwa ICA sebagai organisasi penyanyang kucing yang pertama kali di Indonesiai menerapkan penggunaaan Microchip untuk setiap kucing yang telah mendapatkan sertifikat pedegree.
Hal ini akan menjamin para pecinta kucing yang akan mengadopsi atau mengambil alih kepemilikan dari cattery, akan mendapatkan kucing sesuai dengan sertifikat pedegreenya, sehingga dapat mencegah pemalsuan penggunaan sertifikat.
"Sertifikat Pedegree yang dikeluarkan ICA telah diakui disetiap negara yang berafiliasi dengan FIFe," Syahrir menambahkan.
sumber: fajar.co.id
Alasan Rumah Tetangga Selalu Jadi 'WC Umum' Kucing
Written By s'sinta on Sabtu, 20 Agustus 2011 | 16.23
London – Perilaku hewan peliharaan ini bisa menimbulkan konflik antara majikan dan tetangga. Namun kini, para ilmuwan berhasil menemukan alasan ‘kejahatan’ kucing itu.
Menurut ilmuwan, kucing melakukan 'kejahatan' ini guna menandai batas wilayahnya, biasanya kurang dari 275 meter dari rumah.
Perilaku kucing ini terungkap melalui pelacak GPS dan kamera kecil yang dipasang pada sembilan peliharaan ini selama delapan hari.
Hasilnya, peneliti mendapat video berdurasi 150 jam, pelacakan GPS 768 jam dan survei tiga ribu pemilik. Ahli perilaku binatang Roger Tabor mengatakan seperti dilaporkan dailymail, 'penandaan wilayah' ini bisa menjadi debat serius antar tetangga. Perilaku kucing ini terungkap melalui pelacak GPS dan kamera kecil yang dipasang pada sembilan peliharaan ini selama delapan hari.
”Jika Anda hanya punya taman berukuran kecil, sebaiknya sisakan daerah bertanah yang bisa Anda bersihkan saat diperlukan,” ujarnya.
Selain itu, hasil studi juga menunjukkan, kucing kota lebih tertekan karena hanya memiliki wilayah kecil dan mereka harus melindungi wilayah itu dari pesaing.
Hasil studi yang diterbitkan dalam Secret Lives of Cats ini menemukan, rata-rata kucing menghabiskan 12 jam beristirahat di tempat favoritnya yang sekaligus menjadi tempat untuk mengawasi wilayahnya.
Selain itu, terungkap pula, kucing sangat menghindari jalan ramai. Faktanya, 32% pemilik kucing mengaku khawatir peliharaannya tertabrak saat menyeberang.
Namun, hasil studi menunjukkan, 90% kucing tak menyeberang jalan selama delapan hari masa penelitian.
_________________________
I have added cool emoticons to this message.
To see them go to http://x.exps.me?062a3007a6596598892e5d2dd4d770be
_________________________
I have added cool emoticons to this message.
To see them go to http://x.exps.me?062a3007a6596598892e5d2dd4d770be
Rahasia Kucing di Luar Rumah
Written By s'sinta on Senin, 30 Mei 2011 | 03.57

Penasaran dengan apa yang dilakukan kucing ketika dia berkelana di luar rumah sepanjang hari? Ke mana kucing itu pergi setelah melangkah keluar pagar?
Sebuah proyek riset terhadap 42 kucing yang hidup bebas-sebagian tak punya pemilik dan sebagian lagi adalah binatang peliharaan yang dibiarkan lepas-menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Para ilmuwan University of Illinois, Amerika Serikat, memasang radio pada kalung leher kucing dan melacak puluhan kucing itu selama dua tahun."Kucing jantan itu jelas tidak memperoleh makanan dari manusia, namun entah bagaimana dia bisa bertahan hidup di luar sana, padahal ada coyote dan rubah," kata Jeff Horn, dari Department of Natural Resources and Environmental Sciences.
Meski kucing yang hidup bebas cenderung tinggal dalam radius 0,8 hektare dari rumahnya, "Beberapa pemilik kucing takjub mengetahui bahwa kucing mereka berkelana sejauh itu," kata Horn.
Perbedaan lainnya adalah binatang peliharaan yang aktif, seperti senang berlari dan berkejaran, hanya melakukannya dalam tiga persen sehari, sedangkan kucing pengembara aktif 14 persen dari waktu mereka. Mereka harus bekerja keras untuk mengejar dan membunuh mangsanya.
Retno Martuti, Penyayang Sejati Kucing
Written By s'sinta on Kamis, 19 Mei 2011 | 08.28
Retno mengungkapkan, awalnya, sekitar dua tahun lalu, putrinya merengek minta dibelikan kucing. Karena tidak tega, akhirnya ia membeli dua ekor kucing betina. Berikutnya, ia membeli lagi dua kucing betina dan satu kucing jantan.
“Dari situlah akhirnya jadi beranak-pinak dan sekarang jumlahnya ada 25-an,” ungkap ibu dari pegolf cilik bernama Viera Rosana Samedy (Ocha) ini di rumahnya, di kawasan Ciledug, Tangerang, baru-baru ini.
Semua kucing memiliki nama yang diberikan oleh Ocha. Namanya pun lucu- lucu, seperti nama manusia. Ada Sultan, Kinkin, Puciko, Piki, hingga Babely. Babely adalah kucing kesayangan Retno. “Terkadang Babely tidur dengan saya,” kata Retno yang juga hobi masak dan memiliki restoran bebek bernama Galayu di kawasan Ciledug.
Mengurusi kucing, ternyata tidak semudah yang dibayangkan, terutama biaya perawatannya. “Total biaya perawatan untuk kucing berkisar Rp 10-15 juta per bulan. Itu fix cost untuk makan, beli pasir untuk kotorannya, dan ke salon atau spa. Itu belum termasuk biaya ke dokter dan rawat inap kalau kucing sakit atau melahirkan,” tutur perempuan yang rajin melakukan perawatan tubuh ke salon, mulai totok wajah, facial, hingga menggunakan laser untuk pengencangan tubuh.
Sekadar ilustrasi, bila sakit, biaya dokter hewan mencapai Rp 250 ribu. Bila harus rawat inap, biayanya Rp 100 ribu per malam. “Dan biasanya kalau melahirkan atau sakit butuh rawat inap selama tujuh hari,” ungkap dia.
Kucing-kucing itu, kata Retno, juga butuh aksesori dan mainan. Ini supaya mereka berebut mainan dan bergerak. “Kalau tidak diberi mainan, mereka malas, maunya tidur melulu,” jelas Retno.
Meski memelihara banyak kucing di rumahnya, Retno tak ragu mengoleksi sejumlah hiasan kristal cantik untuk mempermanis ruang tamu bergaya minimalisnya.
Karakter-karakter kucing dalam film-film kartun terkenal
Written By s'sinta on Rabu, 04 Mei 2011 | 23.20

Doraemon adalah judul sebuah manga populer yang dikarang Fujiko F. Fujio sejak tahun 1969 dan berkisah tentang kehidupan seorang anak pemalas kelas 5 SD yang bernama Nobi Nobita yang didatangi oleh sebuah robot kucing bernama Doraemon yang datang dari abad ke-22. Dia dikirim untuk menolong Nobita agar keturunan Nobita dapat menikmati kesuksesannya daripada harus menderita dari utang finansial yang akan terjadi di masa depan, yang disebabkan karena kebodohan Nobita.
2. Tom

Tom and Jerry adalah sebuah serial animasi Amerika Serikat hasil produksi MGM yang bercerita tentang sepasang kucing (Tom) dan tikus (Jerry) yang selalu bertengkar. Seri animasi ini adalah pemenang Academy Award (Piala Oscar) dan membentuk dasar dari seri sukses studio Metro-Goldwyn-Mayer (MGM). Cerita pendek mereka ini diciptakan, ditulis dan disutradarai oleh 2 orang animator bernama William Hanna dan Joseph Barbera (mereka kemudain terkenal sebagai Hanna-Barbera).
3. Garfield

Garfield adalah sebuah komik strip oleh Jim Davis yang menceritakan tentang Garfield sebagai tokoh utama yang merupakan seekor kucing peliharaan Jon Arbuckle. Tokoh lainnya adalah Odie, seekor anjing yang kurang cerdas. Pada tahun 2006, komik strip ini dilisensikan kepada sekitar 2.570 surat kabar dan majalah serta memegang rekor pada Guinness World Record sebagai komik strip yang paling luas dilisensikan di dunia. Nama Garfield diambil dari nama kakek Jim, James Garfield Davis, yang dahulu namanya diambil dari nama Presiden Amerika Serikat, James Garfield.
4. Felix The Cat

Felix the Cat terinspirasi dari kipling The Cat That Walked By Himself dalam Just So Stories yang dipublikasikan pada tahun 1902. aslinya ia diciptakan oleh seorang animator muda bernama Otto Messmer, dengan filmnya yang berdurasi 5 menit, Feline Follies (1919) dan Musical Mews (1919), saat itu Felix dikenal sebagai "Master Tom". Lewat filmnya yang ke tiga, The Adventures of Felix, (1919), barulah kucing tersebut memiliki namanya sendiri.
Pada tahun-tahun awalnya, kartun-kartun Felix didistribusikan oleh Paramount Pictures, dan kemudian oleh M.J. Winkler. Messmer menyutradarai dan menganimasikan lebih daru 175 kartun Felix the Cat antara tahun 1919 hingga 1929 (10 tahun). Felix adalah tokoh pertama yang dibuat merchandisenya secara meluas, ia mulai pada tahun 1923 hingga 1966.
5. Sylvester

Sylvester J. Pussycat, Sr. atau Sylvester (the Cat) adalah sebuah tokoh kartun dalam serial Looney Tunes dan Merrie Melodies produksi dari Warner Bros. Sylvester memakai nama yang disadur dari felis silvestris. Sylvester menggambarkan seekor kucing berwarna hitam dan putih milik Granny. Sylvester selalu dipelihara Granny. Sasaran yang diincar Sylvester ialah Tweety, Speedy Gonzales dan Hippety Hopper. Sylvester kadang-kadang bekerjasama dengan Wile E. Coyote waktu menangkap Speedy Gonzales dalam adu lomba cepat antara Speedy Gonzales dan Road Runner. Karakter ini kadang-kadang payah dalam tugas menangkap burung atau tikus. Karakter ini diciptakan oleh Friz Freleng
6. Hello Kitty

Hello Kitty adalah nama untuk sekelompok karakter yang didesain oleh perusahaan Jepang, Sanrio. Karakter utamanya bernama Kitty White, adalah personifikasi dari kucing berwarna putih dengan ciri khas pita atau hiasan lainnya di daun telinga sebelah kiri dan mulut yang tidak digambar.
Hak cipta Hello Kitty didaftarkan pada tahun 1976 dan sekarang merupakan merek dagang di seluruh dunia. Pada waktu pertama kali diperkenalkan, target utama pemasaran Hello Kitty adalah anak perempuan, tapi sekarang penggemar Hello Kitty terdiri dari wanita maupun pria dari berbagai kalangan usia.
Di Jepang, penggemar berat dan kolektor Hello Kitty disebut Kitty-ra. Pada tahun 2004, barang-barang Hello Kitty menembus pasar lebih dari 60 negara di seluruh dunia. Karakter Hello Kitty sudah merupakan subkultur yang mewakili budaya Jepang.
7. Cyborg Kurochan

Cyborg Kuro-Chan adalah seri Manga Shonen yang dibuat oleh Naoki Yokouchi, serial di majalah Kodansha Komik Bom Bom. Ini kemudian diadaptasi menjadi sebuah serial anime yang diproduksi oleh Studio Bogey dan ditayangkan di TV Tokyo pada 2 Oktober 1999 sampai Januari 6 Desember 2001, sebanyak 66 Episode.
8. Furball

Furball adalah seekor kucing berwarna biru yang merupakan bentuk kecil dari Sylvester Lonney Toon, sedangkan Furball itu adalah Versi Tiny Toon.
Tambahan lainnya:
Puss In Boots

Kucing di film Shrek ini cukup terkenal dengan gaya Zorronya.
Cheshire Cat

Kucing yang sering muncul di film Alice in Wonderland.
Snarf

Dia adalah karakter kucing dalam serial kartun Thundercats.
Jangan Salahkan Kucing Karena Toxoplasma
Written By s'sinta on Jumat, 25 Maret 2011 | 02.58

Toxoplasma berasal dari kata toxon yang berarti bulan sabit dan gondii yang berarti rodensia, adalah protozoa yang menyebabkan toxoplasmosis yaitu penyakit yang dapat menyebabkan gangguan kehamilan(perkembangan janin) pada semua mamalia.
Secara epidemiologi Toxoplasma tersebar secara luas dari daerah alaska sampai australia (umumnya daerah yang panas memiliki kelembaban tinggi dan dataran rendah)
Toxoplasma diperkirakan telah menyerang 20-80 % populasi manusia di dunia, merupakan penyakit zoonotik nomer satu akibat jangkauan penularan dan dampak yang ditimbulkannya…
Apabila seseorang terserang toxoplasmosis maka rentan baginya untuk melahirkan seorang anak dalam keadaan cacat misal (hidrocephalus,kelainan pada saraf, mata, kelainan pada otak, paru-paru, mata, telinga, terganggunya fungsi motorik, dll), bukan hanya wanita yang harus diperiksa positif toxoplasma atau tidak tapi pria juga karena sperma bisa saja mengandung toxoplasma.
Toxoplasma menyerang kucing dan biasanya masyarakat umum sering menyalahkan kucing sebagai satu-satunya penyebar toxoplasma.. ternyata tidak seperti itu… Kucing bukanlah satu-satunya penyebar toxoplasma yang dapat menginfeksi manusia..
Selain Kucing, mamalia lain dapat menjadi pembawa toxoplasma yang menyebabkan toxoplasmosis ini (seperti kambing, sapi, dll)… karena protozoa ini tidak memiliki host spesifik dan bersifat obligat seluler..
Berikut adalah sarana penyebaran Toxoplasma yang dapat menyerang ke manusia selain kucing..
1. Daging sapi, domba, kambing..
Jika ada pertanyaan: saya kan ga memelihara kucing? kok kena toxoplasma?
Jawabnya : Toxoplasma dapat masuk ke tubuh manusia melalui daging.. Daging sapi, domba, kambing dapat menyebarkan toxoplasma ke manusia yang memakannya apalagi daging yang dimakan mentah atau setengah matang (sate) walaupun sate sudah dipanggang tapi bagian dalam sate masih setengah matang. mengapa daging menjadi salah satu penyebar toxoplasma.. karena sapi, kambing, atau domba yang di potong positif mengandung toxoplasma akibat memakan rumput yang terdapat ookista (telur kista) dari toxoplasma.
2. Tranfusi darah..
Jika ada pertanyaan : saya kan ga memelihara kucing dan saya ga makan daging sapi, domba dan sebagainya apa saya masih bisa terkena toxoplasma?
jawabnya bisa salah satunya melalui tranfusi darah.. toxoplasma yang masuk ketubuh manusia dapat menempati sistim sirkulasi darah.. jika kita ditranfusikan darah oleh orang yang terkena toxoplasmosis maka bisa jadi kita akan positif terjangkit toxoplasmosis..
3. Sayuran…
Jika ada pertanyaan : saya ga memelihara kucing, saya ga makan daging, saya ga pernah sakit dan di tranfusi darah.. saya kan vegetarian kok masih kena toxoplasmosis?
jawabnya : toxoplasma bisa menyebar kelingkungan melalui feses.. kucing liar atau makhluk mamalia sekitar kita dapat menjadi penyebar toxoplasma ke lingkungan.. sayuran tercemar toxoplasma dari feses yang mengandung ookista toxoplasma menyebabkan orang yang memakannya dapat terkena toxoplasmosis..
4. Kecoa dan Lalat.. sebagai vektor mekanis hewan ini dapat menyebarkan ookista toxoplasma ke lingkungan kita.. kecoa dan lalat punya kebiasaan hinggap pada tempat-tempat kotor sehingga rentan menjadi pembawa toxoplasma yang menempel di kaki-kakinya..
Oleh Karena penyebaran toxoplasma sangat luas dan berada disekitar tempat tinggal kita maka langkah-langkah yang harus dilakukan adalah..
1. Perawatan Kucing dilakukan secara benar terutama penangan feses kucing.. jangan sembarangan membuang fese kucing ke lingkungan..
2. Jangan beri kucing daging mentah agar toxoplasma tidak menyerang kucing..
Pada manusia..
1. Budaya Higiene pangan dan Higiene Personal artinya menjaga kebersihan diri sebelum dan sesudah melakukan aktifitas..
2. Jangan sering makan daging setengah matang.. atau yang tidak dimasak secara benar…
3. Cucilah sayuran dan buah-buahan sebelum di makan..
4. Jika anda sering berdekatan dengan kucing dan anda belum positif terserang toxoplasma vaksinlah diri anda dengan vaksin TORCH (vaksin toxoplasma,rubella, cmv, herpes) untuk mecegah parasit toxo masuk ke tubuh..
5. Kepada ibu-ibu hamil diharapkan menjaga pola makan dan apa yang dimakan.. pastikan semuanya aman dan jangan makan daging setengah matang…
Dengan menjaga kesehatan diri dan lingkungan kemungkinan penularan toxoplasma ke tubuh dapat diperkecil..
jadi jangan salahkan kucing.. jika anda terserang toxoplasma.. karena banyak cara bagi toxoplasma masuk ke tubuh anda..
Toxoplasma bisa diobati namun sulit dan membutuhkan waktu yang lama..
Kucing Benar-benar Musuh Utama Burung
Written By s'sinta on Selasa, 22 Maret 2011 | 22.35
Film kartun "Sylvester dan Tweetie" yang menampilkan dua karakter kucing dan burung yang sering bertengkar ternyata bukan tanpa dasar. Orang sejak lama mungkin tahu bahwa burung dan kucing memang sulit akur seperti halnya kucing dan anjing. Namun, hasil penelitian terbaru menguatkan hal tersebut.
Kucing bahkan ternyata merupakan salah satu hewan yang menjadi musuh utama burung. Misalnya kucing dengan burung kucing (catbird), jenis burung yang kicauannya mirip suara meongnya kucing. Hal tersebut terungkap dalam studi yang dipublikasikan di The Journal of Ornithology.
Adalah Peter Marra dari Smithsonian Conservation Biology Institute yang mengungkap hal tersebut. Ia mengetahuinya setelah melakukan survei pada catbird dan kucing di wilayah suburban Washington, Amerika Serikat.
"Kucing termasuk sangat berpengaruh dalam hal ancaman pada burung. Mereka adalah kekuatan tangguh untuk mengalahkan atau mengusir spesies burung," ungkap Marra pada harian The New York Times.
Berdasarkan data Smithsonian Institution, hampir 80 persen burung terbunuh oleh predator dan kucing bertanggung jawab terhadap 47 persen dari jumlah kematian burung tersebut. Kematian tergolong tinggi di pemukiman yang padat populasi kucingnya.
American Bird Conservacy memperkirakan, sejumlah 500 juta burung terbunuh oleh kucing. Pimpinan organisasi itu Darin Schroeder mengatakan, "Saya harap kita mulai meminimalkan dampak kucing terhadap lingkungan dan mulai serius melihat kasus predasi kucing."
Jumlah kematian burung oleh kucing ini lebih besar dibanding jumlah kematian oleh kincir angin. Berdasarkan data US Fish and Wildlife Service, diketahui 440.000 burung terbunuh akibat kincir angin. Tentang masalah ancaman kincir angin, para ahli konservasi mengatakan bahwa mereka sebenarnya menyambut baik kincir sebagai pembangkit energi. Namun, mereka mengusulkan adanya kincir yang "smart" sehingga tak membahayakan burung.
Riset: Wanita Bertekuk Lutut pada Kucing
Written By s'sinta on Jumat, 04 Maret 2011 | 11.18

Wanita lebih intens dalam berinteraksi dengan kucing peliharaan ketimbang pria.
Hubungan antara kucing dengan tuannya, khususnya pemilik kucing wanita, bisa begitu erat. Saking eratnya, hubungan antara keduanya bahkan nyaris menyamai hubungan antara manusia dengan manusia
Menurut sebuah riset yang dipublikasikan di jurnal Behavioural Processes, hubungan kucing dengan pemilik wanita bukan hanya sebatas hubungan ketergantungan binatang untuk memperoleh makanan semata.
Seperti dikutip dari situs Discovery News, dalam riset yang dipimpin oleh Kurt Kotrschal dari Konrad Lorenz Research Station dan University of Vienna, para peneliti merekam interaksi antara 41 kucing dan pemilikinya untuk kemudian dianalisa.
Setiap tindak-tanduk keduanya, baik kucing maupun pemiliknya, diamati dan dicatat. Kepribadian kucing dan pemiliknya juga diuji pada sebuah tes terpisah.
Para ilmuwan menyimpulkan kucing dan pemiliknya saling mempengaruhi satu sama lain, dengan kuat. Mereka seringkali saling mengontrol perilaku masing-masing pihak.
Wanita extrovert dan kucing muda yang aktif merupakan pasangan yang sangat klop. Dalam hubungan ini, kucing tak jarang menunjukkan pertanda yang halus untuk menunjukkan sinyal untuk kontak pertemanan dengan menaikkan ekornya.
Sementara itu, kucing yang mampu menarik banyak kucing lainnya, biasanya akan cenderung menarik wanita, tak peduli apakah kucing itu jantan, atau betina.
"Respon baliknya, kucing akan lebih sering mendekati sang pemilik wanita," kata Manuela Wedl, salah satu anggota tim peneliti dari University of Vienna, kepada Discovery.
Tak hanya itu, kucing juga memegang kendali saat mereka sedang diberi makan, atau diurusi oleh pemilik kucing wanitanya. Ini sangat mirip dengan apa yang terjadi pada hubungan anak kecil dengan orang tuanya. Biasanya, pemilik kucing wanita memiliki hubungan yang lebih intens dengan kucing peliharaannya, daripada pemilik kucing pria.
Kucing ternyata juga akan mengingat kebaikan dari manusia dan akan membalas kebaikan itu. Bila sang pemilik menuruti keinginan kucing, maka kucing itu nantinya akan menuruti keinginan pemiliknya dalam berinteraksi.
"Hubungan antara kucing dan manusia melibatkan ketertarikan mutual, kecocokan kepribadian, keasyikan dalam berinteraksi, permainan, kasih sayang, dan dukungan sosial," kata Dorothy Gracey, anggota tim riset lainnya.
sumber: teknologi.vivanews.com
Anjing Dan Kucing Bisa Hidup Rukun Jika Memenuhi Persyaratan
Written By s'sinta on Rabu, 09 Februari 2011 | 21.28

Berpikir untuk mengadopsi anak anjing kecil sebagai teman untuk kucing Anda, tetapi khawatir bahwa mereka akan bermusuhan?
Pikirkan lagi. Penelitian baru di Tel Aviv University, telah menemukan resep baru agar kucing dan anjing bisa hidup rukun. Menurut penelitian, jika kucing diadopsi sebelum anjing dan jika mereka diperkenalkan ketika masih muda (kurang dari 6 bulan untuk anak kucing, 1 tahun untuk anjing), ada kemungkinan besar bahwa dua hewan peliharaan anda itu akan bergaul dgn baik.
Hasil dari penelitian baru-baru ini dilaporkan dalam jurnal Applied Animal Behaviour Science.
"Ini adalah pertama kalinya ada orang yang melakukan penelitian ilmiah tentang hewan peliharaan yang tinggal di rumah yang sama," kata Prof Joseph Terkel, dari Departemen Zoologi di Tel Aviv University. "Ini relevan dengan sepertiga orang Amerika yang ingin memiliki binatang peliharaan dan berpikir tentang mengadopsi salah satu kedua dari spesies yang berlawanan itu (anjing dan kucing)."
Setelah mewawancarai hampir 200 pemilik hewan peliharaan baik yang memiliki seekor kucing atau anjing, maka hasil analisa peneliti dari TAU menyimpulkan bahwa kucing dan anjing bisa hidup bersama dengan bahagia jika kondisi tertentu terpenuhi. Prof Terkel dan mahasiswa pascasarjananya Feuerstein Netali menemukan bahwa dua pertiga dari rumah mereka yang disurvei melaporkan hubungan positif antara kucing dan anjing.
Tapi tidak semuanya baik (dalam hal ini masalah 'tulang' dan tempat tidur). Ada ketidakharmonisan dilaporkan antara kucing dan anjing yang mencapai 25%, sementara perang dan permusuhan mencapai 10%.
Salah satu penyebab mereka saling memerangi mungkin karena ketidakpahaman sinyal antar-spesies. Kucing dan anjing mungkin belum dapat membaca isyarat tubuh masing-masing. Misalnya, kucing cenderung mengibaskan ekor mereka ketika marah, sementara anjing menggeram dan melengkungkan punggung mereka. Seekor kucing purrs ketika bahagia, sementara anjing mengibaskan ekornya.
Namun Prof Terkel mengamati perilaku mengejutkan dari beberapa rumah. "Kami menemukan bahwa kucing dan anjing belajar bagaimana berbicara bahasa masing-masing. Itu adalah kejutan bahwa kucing bisa belajar bagaimana berbicara 'Dog' dan sebaliknya. "
Apa yang sangat menarik, Prof Terkel komentar, adalah bahwa baik kucing dan anjing telah berkembang di luar naluri mereka. Mereka bisa belajar membaca sinyal tubuh masing-masing, menunjukkan bahwa dua spesies mungkin memiliki lebih banyak kesamaan daripada yang diduga sebelumnya.
Setelah akrab dengan kehadiran satu sama lain dan bahasa tubuh, kucing dan anjing dapat bermain bersama, saling menyapa hidung ke hidung, dan menikmati tidur bersama di sofa. Mereka dapat dengan mudah berbagi mangkuk air yang sama.
"Jika kucing dan anjing dapat belajar untuk bergaul," Prof Terkel menyimpulkan, "pasti manusia memiliki kesempatan yang lebih baik.
sumber: www.sciencedaily.com
Nama-nama Kucing Paling Populer di AS Dan Australia
Written By s'sinta on Selasa, 08 Februari 2011 | 02.36

Bagaimana anda memilihkan nama untuk kucing anda?
Ada nama-nama populer yang dipilih berulang-ulang oleh pemilik kucing. Dan nama-nama itu sama-sama cocok untuk kucing jantan maupun betina.
Sebagian besar pemilik kucing memilih nama mereka sesuai dengan penampilan kucing mereka. Segala sesuatu yang khusus atau luar biasa tentang kucing mereka seperti warna bulu, warna mata, telinga, ekor atau yang sejenisnya mungkin bisa menjadi inspirasi bagi penamaan kucing kesayangan.
Pemilik kucing cenderung untuk memilih nama yang terdengar lucu dan cocok untuk kucing mereka. Ada juga yang menamai mereka berdasarkan sifat, atau dari tempat mereka berasal.
Di bawah ini adalah 20 nama yang paling populer untuk kucing jantan dan betina di Amerika Serikat dan Australia:
| Top 20 Nama Kucing Betina di AS | Top 20 Nama Kucing Jantan di AS |
|
|
| Top 20 Nama K. Betina di Australia | Top 20 Nama K. Jantan di Australia |
|
|
Sumber: lovemeow.com