Latest Post

Tampilkan postingan dengan label anak kucing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label anak kucing. Tampilkan semua postingan

Alat Bermain Kucing

Written By s'sinta on Sabtu, 24 Maret 2012 | 21.19



KESENANGAN
Anak kucing suka sekali bermain. Kenyataannya, bermain merupakan bagian penting bagi kesehatan dan kesejahteraan anak kucing Anda karena hal itu menjadikan otak mereka terangsang dan membuat badan mereka tidak berlemak dan gesit. Bagaimanapun, sebagaimana manusia, anak kucing dapat menjadi bosan, khususnya jika mereka tinggal sendirian di rumah selama Anda pergi bekerja atau bersekolah. Akibatnya, kebanyakan anak kucing membuat "kesenangan" mereka sendiri yang kadang-kadang dengan memasuki benda tertentu yang seharusnya tidak boleh mereka lakukan.
Ini beberapa hal sederhana yang dapat Anda lakukan agar kucing Anda tidak bosan.

Mainan
Anak kucing sangat menyukai mainan - kenyataannya hanya berupa benda apapun yang bergerak, mencicit, atau berlompatan akan membuat anak kucing Anda betah tinggal berjam-jam! Mainan harus cukup kecil untuk anak kucing Anda agar mudah didorong-dorong, tetapi cukup besar agar tidak ditelan. Bola ping-pong, gumpalan bola kertas, atau rol toilet kosong merupakan mainan ideal.
Rol bekas kertas pembungkus dengan benang warna-warni panjang; bekas tempat lipstik; bola tenis bekas atau bahan kain seperti kaus kaki bekas juga merupakan mainan yang mengasyikkan.
Bagaimanapun, penting untuk diingat bahwa anak kucing merupakan binatang yang selalu ingin tahu dan kadang-kadang "bermain" dengan benda yang tidak aman. Benda rumah tangga biasa seperti benang yang ada jarumnya atau kabel dari seterika dapat membahayakan anak kucing Anda, sehingga pastikan benda-benda itu jauh dari jangkauannya.

Permainan
Penting bagi anak kucing Anda untuk mendapatkan uluran tangan Anda dengan kebaikan, sehingga menghindari permainan yang agresif atau bermainan yang mendorongnya menggunakan gigitan.
  • Kotak
    Kotak karton selalu menyenangkan dan Anda akan sering mendapatkan mereka menyembunyikan sesuatu atau dirinya di dalam kotak! Jika Anda mempunyai dua kucing, Anda bahkan boleh jadi menemukan mereka bermain petak-umpet. Pastikan bahwa kotak cukup kokoh agar kucing Anda dapat memanjat keluar setelah dia memanjat masuk. 
  •  Tikus-tikusan
    Ini juga merupakan sumber kesenangan dan dapat secara sederhana dibuat dengan mengikat barang kecil yang berbulu pada seutas benang dan melayang-layangkannya di depan anak kucing Anda atau menariknya sepanjang lantai. Anak kucing Anda kemudian dapat mengikutinya dengan membayangkannya menjadi pemburu yang garang sedang mengejar mangsanya!
  • Mengambilkan sesuatu
    Meskipun ini bukan permainan yang biasanya berhubungan dengan kucing, adalah mungkin untuk mengajari anak kucing Anda bagaimana cara mengambilkan barang. Ambil sebuah mainan kecil yang amat disukai kucing Anda dan panggil namanya saat Anda melambung-lambungkan mainan tersebut naik-turun di udara.
Sekali Anda mendapatkan perhatian dari anak kucing Anda, lambungkan mainan tersebut sedemikian rupa sehingga jatuh di dekatnya dan biarkan anak kucing Anda bermain dengannya. Segera setelah Anda melihat anak kucing Anda mulai bosan dengan mainan itu, panggil namanya dan, jika dia melihat Anda, ambil mainan itu.
Ulangi proses ini dua kali sehari masing-masing selama 10 menit. Sebagian kucing akan mengerti dan mulai membawa mainan itu ke Anda.
  • Berlarian
    Sebagian kucing memulai permainan berlarian sendiri dengan harapan Anda akan mengejarnya. Jika Anda melihat anak kucing Anda berlarian sepanjang ruangan, cobalah mengejarnya dan kemudian cepatlah bersembunyi di belakang tirai. Intiplah dari belakang tirai dan lihatlah apa yang dilakukan anak kucing Anda. Jika dia tiba-tiba bersembunyi dan melongok kepada Anda, itu berarti isyarat bagi Anda untuk melanjutkan permainan ini dan kembali kejarlah dia. Ini juga merupakan cara baik buat Anda berdua melakukan latihan gerak badan! 
from : kucing persia

_____sincerely_____ 

Melatih Anak Kucing



Bagian menarik dari kucing adalah kemandirian dan semangatnya untuk bebas. Namun, masih mungkin untuk melatih anak kucing Anda melakukan beberapa perilaku yang cocok dengan Anda dan rumah Anda. 
 
Melatih Perilaku
Anak kucing mempunyai keingintahuan dan hasrat yang tinggi untuk mengenal dan belajar sehingga dapat memperbaiki perilaku yang tidak Anda sukai. Sebagai contoh, pelatihan dasar yang baik akan mengurangi keinginannya melompat ke meja dapur atau kompor.
Cara terbaik mengurangi anak kucing melakukan kebiasaan buruk adalah dengan mengatakan "Jangan!" dengan nada agak keras. Jika ini tidak berhasil, sedikit cipratan dari botol semprot atau pistol air akan membuat ia mengerti.
JANGAN pernah memukul anak kucing untuk menegakkan disiplin -- ini hanya mendorongnya menjadi kucing penakut yang kelak membuat Anda frustasi.
Melatih Buang Air
Kebanyakan kucing secara alamiah merupakan binatang bersih sehingga Anda seharusnya tidak banyak masalah untuk melatih anak kucing membuang kotorannya.
Putuskan dimana Anda inginkan anak kucing mempunyai toiletnya (apakah berupa bak kotoran atau tempat tertentu di taman)dan letakkan anak kucing di sana pertama kali di pagi hari, terakhir di malam hari, setelah tidur dan setelah makan. Ia akan secepatnya menyadari kalau setiap saat perlu buang air maka ia butuh tempat itu.
Melatih Pergaulan

Pergaulanmerupakan bagian penting dalam perkembangan anak kucing untuk mengajarinya berinteraksi dengan manusia, binatang lain, dan tempat tinggalnya.
Ingat, anak kucing itu ringkih dan diperlukan pengawasan jika berdekatan dengan anak-anak.
Memperbanyak Pengalaman
Untuk mengurangi rasa takut anak kucing terhadap sesuatu yang tidak dikenalnya, perkenalkan mereka kepada berbagai pengalaman dan suara sejak saat muda. Pengenalan bertahap kepada suara pengisap debu, mesin cuci, bel pintu, orang baru, dan suara-suara lain sehari-hari akan membantu mereka menyesuaikan diri dengan tempat tinggalnya.
Anak kucing sebaiknya juga dibiasakan mengenal suara-suara, pemandangan, dan bau-bauan di luar rumah seperti lalu lintas dan gonggongan anjing, tetapi dengan cara sedikit-sedikit agar tidak membuat mereka jera.

from : kucing persia

_____sincerely_____

Anak Kucing Rp 150 juta/ekor

Written By s'sinta on Kamis, 24 November 2011 | 01.23

Anak kucing seharga 200 juta rupiah ? kucing seperti apa yang dihargaisedemikian mahal ?.

Tiga ekor anakan kucing dari jenis African Serval dibandrolharga USD $15.000 per ekor di sebuah pameran bagi kaum jetset diseluruh dunia.  Pameran tersebut diadakan di kota Moscow.Adalah L'Unicorne, sebuah perusahaan yang ikut berpartisipasi dalampameran tersebut dan menawarkan berbagai barang eksotik ke orang-orangkaya di seluruh dunia. Laptop berlapis emas dan  tiga ekoranakan kucing African serval tersebut adalah beberapa darisekian benda eksotik yang mereka tawarkan.


african serval

African  Serval adalah sejenis kucing liar yang kini mulaibanyak dikembangbiakkan dan di pelihara di Rusia. Pada tahun 2008,sebuah perusahaan di  Los Angeles, AS juga menawarkan kucing yang bernilai sekitar 210 juta rupiah.Kucing tersebut juga merupakan hasil kawin silang denganAfrican  Serval.

from : www.kucingkita.com 

_____sincerely_____
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Perawatan Kucing - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger